Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Jumlah Korban Tewas Kekalapan Rezim Bashar di Ghouta Timur Capai 200 Orang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Februari 2018 16:42 4:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Februari 2018 15:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Serangan udara dan hujan bom di Ghouta Timur dalam hari ketiga yang dilakukan tentara rezim Bashar al Assad telah menambah jumlah korban tewas meningkat di atas 200 orang.

Sebagaimana diketahui, pasukan rezim Suriah telah melancarkan serangan kalap ke wilayah Ghouta Timur, di wilayah yang dikuasai kubu kelompok oposisi  sejak Senin hingga Selasa (20/02/2018).

Syrian Observatory for Human Rights (Observatorium Suriah untuk Kepala Hak Asasi Manusia /SOHR) melaporkan bahwa pasukan Presiden Bashar al Assad membombardirGhouta Timur dari udara sejak Ahad (18/02/2018).

Dalam waktu tak sampai 24 jam, tidak kurang dari 98 nyawa melayang. Rusia, yang terlibat dalam aksi maut itu, menegaskan bahwa sasaran aksi udara tersebut hanyalah militan bersenjata alias kelompok oposisi

Baca: Pasukan Rezim Suriah Lancarkan Serangan Gas Klorin di Ghouta Timur

Direktur Observatorium Suriah untuk Kepala Hak Asasi Manusia Rami Abdel Rahman mengatakan korban tewas sipil akibat pemboman di daerah kantong kelompok oposisi di luar Damaskus pada hari Senin adalah yang terberat sejak awal 2015.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Entah yang dilancarkan pasukan Bashar maupun Rusia atau gabungan keduanya. Sebanyak 400 ribu warga sipil yang tinggal di kawasan pinggiran Provinsi Damaskus itu terus-terusan menjadi target.

”Kami hanya mereaksi provokasi bersenjata kelompok-kelompok oposisi dari Jabhah Nusra,” terang Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tentang serangan di Ghouta Timur, sebagaimana dilansir Associated Press, Selasa (20/02/2018) kemarin.

Kelompok White Helmets, sekelompok pekerja SAR sukarela lokal di Suriah telah berbagi video di akun Twitter mereka tentang seorang pria yang menyelamatkan bayi dari reruntuhan bangunan akibat pemboman udara.

“Kami tidak lagi memiliki kata-kata untuk menggambarkan penderitaan anak-anak dan kemarahan kami,” kata Geert Cappelaere

PBB mendesak penghentian pemboman berat di Suriah tak lama setelah serangan di Ghouta Timur. ”Sangat penting untuk mengakhiri penderitaan manusia yang tidak masuk akal ini. Penargetan seperti itu terhadap infrastruktur dan warga sipil yang tidak berdosa harus dihentikan sekarang,” kata Panos Moumtzis, Koordinator Kemanusiaan Regional PBB untuk Krisis Suriah, dalam sebuah pernyataan.

Sejak 2012, Ghouta timur menjadi kantong oposisi atau kelompok oposisi terakhir di sekitar Damaskus. Rezim Assad telah mengirim pasukan bala bantuan untuk merebut kembali kota tersebut. Serangan itu sebagai upaya rezim Assad untuk mengakhiri kelompok oposisi yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.

”Serangan itu menewaskan 18 anak-anak hanya pada Senin (19/02/2018),” demikian bunyi komplain tertulis SOHR dikutip BBC.

Baca:  Serangan Udara Rezim Gempur Kubu Oposisi Terakhir Suriah, Gas ‘Mencekik’ Warga Sipil

Selain merenggut sedikitnya ratusan nyawa, aksi udara di Ghouta Timur tu juga mengakibatkan 325 orang terluka.

Hari Selasa, Direktur Regional UNICEF untuk kawasan Timur Tengah,  Geert Cappelaere, mengungkapkan kemarahannya atas kekerasan tersebut.

“Kami tidak lagi memiliki kata-kata untuk menggambarkan penderitaan anak-anak dan kemarahan kami,” dikutip laman independent.co.uk.

Moumtzis mengatakan bahwa situasi kemanusiaan di daerah kantong pejuang oposisi tersebut sudah tidak terkendali.

”Eskalasi kekerasan baru-baru ini telah membentuk situasi kemanusiaan yang sudah genting bagi 393.000 penduduk Ghouta Timur, banyak di antaranya mengungsi,” katanya, seperti dikutip AFP.

Pemerintah maupun militer rezim Suriah belum berkomentar atas serangan besar-besaran di Ghouta Timur. Seruan gencatan senjata dari PBB juga belum ditanggapi pihak Damaskus.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assaddamaskusGhouta TimurHak Asasi ManusiaJabhah NusrahkalapObservatorium Suriahoposisipembebasanserangan udaraSOHRsuriahtewasWhite Helmets
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya TPM Imbau Penting Dokumentasi Kasus Penyerangan Ustadz
Tulisan selanjutnya Tokoh Islam dan Yahudi Protes Islandia akan Larang Khitan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?