Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Qatar dan Republik Chad Memulihkan Hubungan, Pertama Sejak Blokade Arab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Februari 2018 08:24 8:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Februari 2018 08:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Qatar dan Republik Chad telah menandatangani sebuah Nota Kesepahaman (MoU) yang memperbaiki hubungan diplomatik antara kedua negara, menteri luar negeri Qatar mengatakan kepada Aljazeera.

Hubungan antar mereka terputus pada Agustus setelah blokade empat Negara Teluk yang dipimpin oleh Saudi.

Kesepakatan itu dicapai setelah Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menggelar sebuah pertemuan dengan Cherif Mahamat Zene, Menteri Hubungan Luar Negeri Chad, integrasi Afrika dan kooperasi internasional, di Doha.

Dalam pertemuan itu, kedua negara mendiskusikan pengembangan dan peningkatan hubungan bilateral.

Baca: Qatar Kirim Keluhan Resmi ke WTO Atas Boikot Saudi CS

Lolwah al-Khater, juru bicara kementrian luar negeri Qatar, mengatakan bahwa kedua negara akan mengembalikan duta besar mereka secepatnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mohammed bin Abdulrahman Al Thani memuji langkah tersebut di Twitter.

“Kami menyambut dibukanya kembali hubungan diplomatik antara Qatar dan Chad dan kembalinya duta besar antara kedua negara bersahabat ini, sebuah nota kesepahaman telah ditandatangani hari ini di Doha.”

Chad dan Qatar

Chad menutup kedutaan Qatar di N’Djamena pada Agustus, menuduh Qatar berupaya merusak keseimbangan negara itu melalui negara tetangga utaranya Libya.

Baca: Mengapa Qatar Berbeda dari Negara Teluk Lain?

Qatar merespon hal itu dan memerintahkan untuk menutup kedutaan, dan menuduh Negara Afrika itu bergabung dalam sebuah “pemerasan politik terhadap Negara Qatar”.

Lebih dari delapan bulan sejak awal krisis itu, Amerika Serikat dan Uni Eropa telah menyeru negara-negara yang berseteru untuk terlibat dalam dialog.

Tetapi kuartet pimpinan Arab Saudi (Mesir, Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab) mengeluarkan daftar 13 permintaan, termasuk menutup jaringan media Aljazeera yang berbasis di Qatar, membatasi hubungan dengan Iran dan mengeluarkan tentara Turki yang ditempatkan di negara itu sebagai prasyarat untuk mencabut blokade.

Qatar menolak semua permintaan tersebut, mengecam hal itu sebagai upaya untuk melanggar kedaulatannya.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiChadDohaGACAKrisis Diplomasi QatarNegara ArabNegara telukOtoritas Penerbangan Qatar menyangkalOtoritas Penerbangan SaudiPenerbangan QatarQatarUEAUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penduduk Suriah ‘Mempersiapkan Diri untuk Mati’ sementara Bom Rezim Bashar terus Menghujani Ghouta Timur
Tulisan selanjutnya Konferensi Dialog Antar Agama Diselenggarakan di Doha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia

Berita
21 Juni 2026 10:49
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
Al Jazeera Desak Masyarakat Internasional Hukum ‘Israel’ usai Pembunuhan Jurnalisnya
Gegara Perang Iran Saudi Aramco Pertimbangan Perluasan Kapasitas Penyimpanan di Luar Negeri

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?