Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gas Saraf Novichok Pernah Dipakai Membunuh Bankir di Moskow

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Maret 2018 19:07 7:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Maret 2018 07:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebelum dipakai untuk meracuni eks agen ganda Rusia Sergei Skripal, gas saraf Novichok berkekuatan lebih rendah diyakini pernah dipakai untuk membunuh seorang bankir di Moskow.

Ivan Kiveldi, seorang bankir senior ketua perundingan bisnis Rusia, meninggal pada 1995 setelah diracun dengan zat yang dulu masih belum dikenal.

“Itu salah satu versi awalnya, asal-usul Novichok, tidak terlalu beracun,” kata Vladimir Koshelev bekas personel dinas intelijen militer GRU yang sekarang berpangkat kolonel di unit cadangannya, kepada Euronews Selasa (13/3/2018).

Pihak berwenang Inggris meyakini racun yang dibuat dalam program Novichok, proyek senjata kimia yang dimulai sejak era Uni Soviet, digunakan dalam serangan atas bekas agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury.

Kematian Kiveldi diakibatkan oleh “satu tetes, satu miligram dibagi 10, yang ditempatkan di teleponnya,” kata Koshelev dalam wawancara di Moskow.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia menambahkan, walaupun gas saraf itu tidak terlalu beracun dibanding versi terbarunya, tetapi mampu membunuh Kiveldi beserta sekretarisnya dan petugas patologi yang memeriksa mayatnya.

Pembunuhan itu dilakukan oleh geng kriminal, kata Khoselev menggaris bawahi, seraya bertanya apakah otoritas Inggris juga mempertimbangkan skenario serupa terjadi pada Skripal.

Koshelev, yang bekerja di GRU ketika Skripal terungkap sebagai agen ganda yang bekerja untuk pemerintah Inggris, mewanti-wanti agar tidak gehabah menuding keterlibatan Rusia dalam peracunan Skripal semata hanya karena jenis racun yang dipakai.

“Jika, misalnya saja, kita membayangkan Skripal dienyahkan dengan menggunakan Kalashnikov, maka hal itu juga bisa dijadikan alasan untuk mengatakan Rusia sebagai pelakunya karena senapan serbu Kalashnikov dibuat di pabrik Tula atau Izhevsk [di Rusia]. Namun [tuduhan semacam itu] kedengarannya bodoh, yang bisa dibuat-buat oleh musuh kami,” kata Koshelev.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Biografi KH Ma’ruf Amin untuk Menginspirasi Umat
Tulisan selanjutnya Cegah Serangan Maut Stadion Termegah Australia Larang Mobil Parkir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?