Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kepala Badan Antikorupsi China Jadi Wakil Presiden Xi Jinping

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Maret 2018 00:50 12:50 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Maret 2018 07:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Parlemen China mendukung penuh Xi Jinping menduduki kursi presiden untuk periode kedua dan menunjuk sekutu politiknya Wang Qishan sebagai wakil presiden.

Pemungutan suara di Kongres Rakyat Nasional secara bulat menyetujui Xi Jinping sebagai presiden China, sementara Wang menerima dukungan 2.969 suara dan hanya satu yang menolak, lapor BBC Sabtu (17/3/2018).

Wang Qishan sebelum ini memimpin badan penyelidikan kasus-kasus korupsi di China.

Dia merupakan sekutu lawas dari Presiden Xi, dan pengangkatannya dipandang sebagai konsolidasi kekuatan pemimpin China itu, yang belum lama ini diizinkan konstitusi untuk menjabat presiden berkali-kali seumur hidupnya.

Konstitusi China membolehkan wakil presiden “membantu” tugas-tugas super penting presiden dan melaksanakan tugas-tugasnya atas nama presiden. Itu berarti Wang Qishan bisa berperan lebih jauh di puncak kepemimpinan China dibanding para pendahulunya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Wang, 69, memegang sejumlah jabatan penting sejak mulai bekerja untuk Partai Komunis China di tahun 1980-an sebagai seorang peneliti kebijakan.

Dia menjabat wali kota Beijing ketika wabah Sars merebak tahun 2003, dan menjabat kepala eksekutif Komite Olimpiade China menjelang Olimpiade Beijing 2008.

Pada tahun 2007, dia bergabung dengan Politbiro China dan tahun 2009 menjadi kepala negosiator pemerintahan presiden Hu Jintao dalam perundingan dagang dengan Amerika Serikat.

Namun, Wang paling dikenal sebagai kepala badan antikorupsi China.

Selama lima tahun pertama kepemimpinan Presiden Xi, lembaga yang dipimpinnya menciduk 1,34 juta pejabat tinggi dan rendah untuk dihadapkan ke meja hijau dengan tuduhan korupsi atau pelanggaran kedisiplinan. Wang, yang konon berkawan dengan Xi sejak muda, menjadi penegak hukum yang ditakuti banyak orang.

Pengalaman Wang dalam negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat juga dinilai signifikan, sebab Presiden AS Donald Trump belum lama ini mengeluarkan jurus tarif impor sebagai upaya untuk memperbaiki perekonomian negaranya.

Berbicara kepada New York Times, peneliti Wu Qiang yang pernah bekerja untuk Universitas Tsinghua di Beijing mengatakan bahwa Wang merupakan “salah satu figur paling penting” dalam pemerintahan Xi Jinping.

“Amandemen konstitusi telah menaikkan status kepresidenan, dan wakil presiden juga akan mengambil manfaat dari sana,” kata Wu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vladimir Putin Menang Telak Pilpres Rusia 2018
Tulisan selanjutnya Solidaritas Afrin, Ribuan Orang Kurdi di Hannover Memprotes Erdogan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?