Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Myanmar Perketat Pengungsi Rohingya dengan Memasang Pagar Berduri dan Ranjau

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Maret 2018 14:24 2:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Maret 2018 11:18
Bagikan
Pagar duri yang dibangun pemerintah Myanmar di perbatasan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Myanmar memperkuat kontrol perbatasannya dengan memasang pagar berduri, menempatkan pasukan keamanan dan memasang ranjau untuk mencegah kembalinya etnis Muslim Rohingya  ke rumah mereka.

Myanmar memperkuat kontrol perbatasannya dengan memasang pagar kawat berduri yang ditanam di beton sepanjang 250 km ditopang di beberapa bagian dengan bunker dan pos militer di sepanjang perbatasan Bangladesh-Myanmar.

Etni Rohingya di Bangladesh mengatakan sekarang  ini tidak mungkin untuk kembali ke negara yang mereka tinggalkan.

Polisi perbatasan Bangladesh dan pengungsi Myanmar mengatakan militer terus memperkokoh perbatasan dalam beberapa pekan terakhir, bagian dari pola yang bisa membuat pengusiran etnis Rohingya permanen, kelompok minoritas Muslim yang dibenci mayoritas Budha.

“Mereka merasa bahwa mereka telah berhasil mengusir sejumlah besar Rohingya dan sekarang ingin membuat Neraka  bagi mereka untuk sulit kembali,” ujar profesor di National War College di Washington, Zachary Abuza dikutip Wall Street Journal awal Maret ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Kejamnya Militer Myanmar, Pasang Ranjau Darat untuk Etnis Rohingya

Media sebelumnya melaporkan bahwa pemerintah Myanmar, yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, mengatakan pengungsi Rohingya diizinkan untuk pulang jika mereka dapat membuktikan bahwa mereka berasal dari negara itu.  Namun, dia menolak ratusan 8.000 pelamar meski banyak jejak membuktikan etnis Rohingya telah berakar di Myanmar dari beberapa generasi.

Di desa Rohingya, Rakhine, yang sebagian besar telah hilang, pemerintah Myanmar mengatakan membangun pemukiman baru untuk Rohingya yang akan pulang, tetapi badan-badan kemanusiaan  seperti Amnesty Internasional mengatakan bangunan itu adalah fasilitas militer.

Bangladesh memanggil duta besar Myanmar bulan ini untuk menyampaikan keluhan bahwa penumpukan militer akan menghambat repatriasi.
Seorang juru bicara kantor Aung San Suu Kyi mengatakan, penumpukan itu merupakan respons terhadap ancaman keamanan dari para pengungsi yang kini tinggal di seberang perbatasan.

Aung Myat Moe, seorang kolonel polisi Myanmar yang bermarkas di Rakhine mengatakan, pagar pembatas baru telah selesai sepanjang 40 mil dari perbatasan.   Februari lalu, parlemen Myanmar menyetujui anggaran US $ 15 juta   untuk membangun pagar di perbatasan.

September tahun 2017, Amnesty International telah mengeluarkan pernyataan, militer Myanmar turut melakukan penanaman ranjau di sekitar perbatasan Myanmar – Bangladesh yang kerap dilintasi oleh gelombang pengungsi Rohingya.

Baca: Militer Myanmar Keluarkan Laporan Menolak Tuduhan Kesalahan di Rakhine

Laporan itu merupakan hasil temuan tim pencari fakta di Bangladesh yang dipimpin oleh Tirana Hassan, Direktur Penanggulangan Krisis Amnesty International, diteruskan Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid.

“Tim juga menemukan ranjau darat anti-personel yang sengaja ditanam oleh militer Myanmar untuk mencegah kembalinya pengungsi Rohingya ke negara bagian Rakhine,”  ujar Usman Hamid.

Menurut Usman, ranjau itu telah memakan korban, baik luka hingga tewas.

“Kami mendapat laporan mengenai temuan kaki seorang perempuan. Dan anak-anak yang berusia 15-17 tahun yang tewas akibat ranjau,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangladeshburmaetnis Muslim RohingyaKekerasan Rohingyamiliter Myanmarmyanmarpagar berduriRakhineranjauRanjau DatarRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Uni Eropa akan Sediakan Hotspot WiFi di Ribuan Tempat
Tulisan selanjutnya Pelapor Kasus Pelecehan Tokoh Katolik Australia Buat Pengakuan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?