Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rabi Yahudi Menuai Banyak Kecaman Setelah Samakan Kulit Hitam dengan Monyet

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Maret 2018 11:23 11:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Maret 2018 09:49
Bagikan
Rabi Yitzhak Yozef bersama Benyamin Netanyahu
Bagikan

Hidayatullah.com–Kepala Rabi Israel Yitzhak Yosef akhirnya menuai banyak kecaman setelah sebelumnya menggambarkan orang berkulit hitam (orang Afro-Amerika) sebagai “monyet” dalam khotbah mingguannya.

Sebuah organisasi Yahudi, Anti-Defamation League (ADL) mengecam keras pidato para rabi ini dengan tuduhan  sangat rasis dan ‘pidatonya benar-benar tidak bisa diterima’, kutip Koran Israel, Haaretz.

Menurut Haaretz hari Kamis, Yitzhak awalnya dikatakan menggunakan istilah “kushi” dalam Bahasa Ibrani yang bertujuan untuk menurunkan martabah orang berkulit hitam.

Dia kemudian menggunakan istilah “monyet” untuk merujuk pada orang-orang berkulit hitam.

Baca: Ketua Rabi Israel Sebut Orang Afro-Amerika ‘Monyet’ –

Laporan media menyebutkan bahwa Yitzhak menggunakan istilah itu ketika menjelaskan aspek hukum Yahudi mengenai berkah ketika melihat buah bermekaran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia bahkan menyebutkan “berkah” harus diucapkan ketika melihat “makhluk yang berbeda” dengan mengutip contoh, orang kulit hitam yang memiliki orang tua kulit putih.

Seorang juru bicara yang mengkonfirmasi alamat sang rabi mengatakan perbandingan itu diambil dari Talmud, kitab suci agama Yahudi.

Namun ADL menuduh Yitzak sebagai seorang rasis.

“Komentar rasis diucapkan Kepala Rabbi Israel Yitzhak Yozef yang membandingkan warna kulit seseorang dengan monyet yang sangat tidak dapat diterima, ” kicauan ADL di Twitter.

Baca: Rabi Yahudi Anjurkan Bunuh Pejuang Palestiina sebagai Kewajiban Agama

Ini bukan pernyataan pertama Yitzak mengucapkan hal kontroversial. Sebelumnya pada Maret 2016, mengutip laporan media, dia mengatakan selain orang Yahudi, negara lain dilarang tinggal di Israel kecuali mereka bersedia mengikuti hukum Yahudi dengan sukarela.

Yitzhak dilaporkan pernah berkata, mereka yang gagal mengikuti ajaran Taurat harus dipindahkan ke Arab Saudi.

“Jika kami punya kekuatan hukum, selain Yahudi tidak boleh tinggal di Israel. Jika mereka tidak setuju dengan itu, mereka harus dikirim ke Arab Saudi,” ujar Yitzhak Yozef.

Dia juga pernah mengatakan, orang selain suku Israel tetapi mengakui hukum Yahudi hanya berhak menjadi pelayan.

Dikutip the Independent, Rabi Sefardim itu juga menyitir kontroversi terkait perilaku perempuan. Yozef mengatakan, para perempuan sekuler berlaku tidak ubahnya binatang karena gemar berpakaian kurang sopan.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ADLAfro-AmerikaAnti-Defamation Leagueisraelkulit hitamMonyetrabi YahudirasisyahudiYitzhak Yozef
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tentara Turki dan Warga Shalat Jumat Pertama di Kota Afrin
Tulisan selanjutnya Satelah Ahrar Asy Syam, Failaq Ar Rahman Sepakat untuk Keluar Ghuthah Timur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Berita
2 September 2026 20:18
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?