Hidayatullah.com—Militer Turki dan warga masyarakat memulai shalat Jumat setelah pusat Kota Afrin dibersihkan dari Partai Pekerja Kurdi (PKK), Partai Uni Demokrat (PYD), Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dan DAESH (ISIS) dalam ‘Olive Branch Operation’ (Operasi Ranting Zaitun).
Shalat Jumat ini adalah shalat pertama yang dilakukan setelah Kota Afrin dikuasai Angkatan Bersenjata Turki (TSK).
Penduduk Afrin datang ke masjid di pusat wilayah itu bersama dengan anggota TSK dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA), demikian dikutip TRTWorld.
Seorang ima masjid, dalam khutbahnya mengucapkan terima kasih kepada komandan yang telah membersihkan Afrin dari PKK, PYD-YPG dan DAESH, mengatakan bahwa setelah ini mereka telah memiliki tugas yang besar dan sudah saatnya untuk bersatu.
Setelah Shalat Jumat, beberapa warga beramah-tamah kepada para para prajurit. Warga mengatakan untuk pertama kalinya bahwa mereka dapat melakukan shalat Jumat dengan rasa damai dan tenang.
Sebelumnya, militer Turki bersama FSA membersihkan 4 desa Baay, Kafer Nabu, Başufah dan Burj Haydar dari kelompok milisi PKK, PYD-YPG dan DAESH.
Olive Branch Operation, yang diluncurkan oleh Turki pada 20 Januari 2018 menetralisir organisasi yang dimasukkan Turki sebagai gerakan ‘teroris’ akhirnya berhasil. Tepat tangga 18 Maret 2018, Turki bisa menguasai dan mengendalikan Kota Afrin dan sekitarnya. Termasuk 6 distrik; Racu, Bülbül, Sheikh Hadid, Cinderes, Sheran dan Mabatlı.
Baca: Konferensi Istanbul Mengevaluasi Semua Aspek Perang Suriah
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam keterangan saat Kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Istanbul hari Jumat mengatakan, sebanyak 3.731 teroris telah ‘dinetralkan’ sejak dimulainya Operasi Cabang Zaitun di Afrin.
Erdoğan juga mengatakan bahwa perjuangan negaranya dalam memerangi ‘kelompok terorisme’ tidak akan berakhir di Kota Afrin.
“Ini akan dilanjutkan di Idlib dan Manbij [Suriah],” tambahnya sebagaimana dikutip TRTWorld.*/Nashirul Haq AR