Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

KPAI Minta Sekolah Waspadai Modus Sindikat Perdagangan Orang

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 4 April 2018 10:14 10:14 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 4 April 2018 10:14
Bagikan
Jumpa pers KPAI di Jakarta.
Bagikan

Hidayatullah.com– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta sekolah-sekolah, khususnya sekolah kejuruan, agar mewaspadai modus sindikat perdagangan orang yang mengincar para siswa.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengungkapkan, tren 2018 dalam Tindak Pidana Perdagangan orang (TPPO) dan eksploitasi anak ditemukan modus “Program Magang Palsu Keluar Negeri”.

Siswa sekolah kejuruan merupakan kelompok baru yang rentan menjadi korban perdagangan orang. Mafia perdagangan orang menjadikan mereka sasaran dengan iming-iming magang ke luar negeri. Modus baru itu, sebutnya, sekarang marak dilakukan di daerah-daerah yang menjadi kantong tenaga kerja migran Indonesia.

Diduga kuat, sindikat perdagangan orang kerap beroperasi di berbagai sekolah kejuruan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka merayu para siswa untuk diberangkatkan ke luar negeri secara mudah, tanpa sertifikasi kompetisi alias pelatihan, menggunakan paspor dengan visa kunjungan, serta tanpa kartu tenaga kerja luar negeri.

Baca: LPA Indonesia: Ada Potensi Perdagangan Anak Pasca Bencana Alam

“NTT adalah provinsi yang paling rawan perdagangan orang. Pada 2017, terdapat 137 kasus dan sebagian adalah siswa sekolah menengah kejuruan. Dalam sejumlah kasus, justru guru sekolah bersangkutan memberi restu siswanya untuk ikut program magang palsu ini. Meski hal ini terjadi akibat ketidaktahuan para guru,” ungkap Retno kepada hidayatullah.com Jakarta, semalam, Selasa (03/04/2018) dalam siaran persnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia mengungkapkan, modus serupa dilakukan kelompok mafia perdagangan orang di Kendal, Jawa Tengah. Sekitar 152 siswa kejuruan menjadi korban perdagangan orang setelah diberangkatkan magang ke Malaysia pada 2016 oleh sebuah perusahaan. Perusahaan yang berbasis di Semarang itu mendatangi sekolah-sekolah untuk mempresentasikan kesempatan magang di luar negeri bagi siswa tingkat akhir. Bahkan, mereka membuat perjanjian kerja sama program magang dengan sekolah. Sejak berdiri pada 2009, perusahaan ini telah memberangkatkan setidaknya 600 siswa dari berbagai SMK di Jawa Tengah untuk dikirim ke Malaysia.

Baca: Dalam 10 Tahun, 8.515 WNI Jadi Korban Perdagangan Manusia

Lanjutnya, para siswa yang awalnya dijanjikan magang di perusahaan elektronik itu lantas dipekerjakan di kilang walet Maxim Birdnest milik Albert Tei di Selangor, Malaysia. Mereka bekerja lebih dari 18 jam sehari dengan gaji minim dan potong gaji bila mereka sakit.

Retno mengungkapkan, kasus perdagangan orang kian marak. Jumlah korban kejahatan ini terus meningkat setiap tahun. Sebagian besar korban adalah perempuan. Berikut ini jumlah korban dari sejumlah kasus yang berhasil diungkap aparat penegak hukum sejak 2011-2017.

Pada tahun 2017 jumlah korban sudah mencapai 1.451 dan 90 korban adalah usia anak. Sedangkan tahun 2016, total korban masih jauh dari angka tahun 2017, yaitu hanya berjumlah 332 dan 67 korban usia anak.

Sementara tahun 2015 jumlah korban 288 dan 70 korban usia anak. Adapun tahun 2014 total korban mencapai 434 dan 107 orang di antaranya adalah usia anak.

Pada 2013 korban mencapai 427 dan 109 di antaranya masih berusia anak. Tahun 2012 total jumlah korban 200 orang dan 37 di antaranya masih usia anak. Awalnya, pada tahun 2011 korban mencapai 234 orang dan 54 di antaranya adalah usia anak.

Baca: Anak Putus Sekolah Diimbau Tidak Jadi Pekerja

Oleh karena itu, KPAI menyampaikan sejumlah rekomendasinya.

“Pertama, KPAI meminta semua sekolah kejuruan waspada terhadap modus baru sindikat perdagangan orang dengan modus ‘Program Magang Palsu Keluar Negeri’,” ujar Retno.

Kedua, KPAI mendorong Kemdikbud RI bersinergi dengan Kemenlu untuk mengawasi ketat program magang di luar negeri bagi siswa SMK. Misalnya, hanya dapat dilakukan bila ada rekomendasi dari KBRI di negara tujuan. “Selama proses magang, KBRI negara tujuan juga wajib memantau perusahaan tempat pelaksanaan program magang tersebut.”

Ketiga, KPAI mendorong Kemdikbud RI dan Dinas-dinas Pendidikan di seluruh Indonesia untuk memasifkan sosialisasi ke sekolah-sekolah kejuruan agar sekolah dan siswa tidak tertipu dengan Program Magang Palsu.

“Siswa kejuruan harus dipersiapkan untuk siap kerja dan dilindungi dari eksploitasi,” pungkasnya.*

Baca: LPA Indonesia Dorong Proses Hukum yang Menyeluruh Terhadap Tindak Perdagangan Orang

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:human traffickingKBRIKomisi Perlindungan Anak IndonesiaKomisioner KPAI Bidang PendidikanKPAI sekolahmafiamagang di luar negerimagang palsu ke luar negerimuridNTTpelajarPendidikanperdagangan anakperdagangan orangRetno Listyartisekolah kejuruansindikat perdagangan orangsiswaSMK
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 5 Skenario yang Akan Dihadapi AS di Suriah
Tulisan selanjutnya Sukmawati Ramai-ramai Dilaporkan ke Polisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?