Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Abdullah Hehamahua: Sebaiknya Tim 11 Baca Dulu Cerita Silat Kho Ping Ho

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 April 2018 05:57 5:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 April 2018 05:51
Bagikan
Abdullah Hehamahua
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Umum Masyumi 1998-2004, Abdullah Hehamahua, mengkritik pertemuan Tim 11 alumni 212 –yang diwakili 6 orang– dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor tempo hari.

Aneh, menurutnya, kalau Tim 11 protes pertemuannya dipublikasikan dengan alasan bersifat rahasia.

“Maaf, saya sudah sering ke Istana sejak Soeharto sampai SBY. Tidak ada pertemuan dengan presiden yang bersifat rahasia,” tuturnya saat dihubungi hidayatullah.com, Sabtu (28/04/2018).

“Kalau mereka mau berpolitik seperti politik di Indonesia saat ini, sebaiknya mereka membaca dulu buku cerita silat Kho Ping Ho,” saran mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) era akhir 70-an ini.

Baca: PP Pemuda Muhammadiyah Minta Alumni 212 Tidak Masuk Politik Praktis

Dalam cerita silat Kho Ping Ho, tuturnya, lawan mendatangi markas saingannya. Tamu diterima dengan baik bahkan dijamu secara kolosal. Bahkan tuan rumah berjanji akan memberi hukuman terhadap prajurit yang dilaporkan oleh tamu. Tamu pun jadi gembira. Ketika tamu kembali ke markas atau kampung mereka, di tengah jalan, mereka disergap oleh anak buah tuan rumah sampai mati semua.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Itulah yang terjadi atas forum 212 setelah meninggalkan Istana,” kata mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini. “Saya ngerti mengapa alumni 212 protes Istana karena publikasi atas pertemuan itu. Karena mungkin tidak pernah baca cerita silat Kho Ping Ho. Mereka pikir, jumpa Jokowi itu seperti jumpa dengan seorang khalifah yang dilakukan para ulama tempo dulu.”

Ia menyarankan sebaiknya mereka mengingat Hadits yang lain, yakni jika ulama mendatangi umara (pemerintah), maka pertanda akan muncul fitnah yang besar.

Baca: FPI: Jokowi Bukan Orang Kuat di Istana

Jokowi Dinilai Tak Tepati Janji

Sebelumnya, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ustadz Shabri Lubis mengatakan, setelah bocornya foto dan berita pertemuan Tim 11 alumni 212 dengan Presiden Joko Widodo menunjukkan bahwa Presiden sosok yang tidak menepati janji.

“Janjinya (pada pertemuan itu) tidak ada wartawan, janjinya tertutup, tidak ada yang bocor. Sehingga handphone kita nih semua ditahan di depan. Semua hanya orang Istana. Ternyata di bocorin juga, ya itu pihak Presiden yang membocorkan. Mereka yang ingkar janji,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Hotel Bidakara, Jakarta, baru-baru ini.

Shabri yang juga termasuk dalam Tim 11 mengaku tidak akan percaya dengan Presiden setelah kejadian itu.

“Silakan menjalankan janji-janjinya biar enggak terlalu banyak bohongnya, atau nambah bohong yang baru,” terangnya.

Baca: Alumni 212 Minta Presiden Usut Bocornya Foto Pertemuan di Istana

Menurut Shabri, bocornya pertemuan Presiden dengan Tim 11 menjadi senjata makan tuan. Maksudnya, terlihat bahwa Presiden ingkar janji.

“Janjinya tidak disebarkan ternyata disebarin juga. Kalau dari kita tidak mungkin, karena kita tidak megang handphone atau kamera. Itu yang pegang orang-orangnya presiden, mereka yang bocorin,” tudingnya.

Sebelumnya, Ketua Tim 11 Mishabul Anam mengungkapkan, kedatangan pihaknya ke Presiden guna menyampaikan dan mendesak penyelesaian kasus kriminalisasi ulama dan aktivis Islam, di antaranya yang menimpa Sekjen FUI Muhammad Al-Khathtath yang sampai sekarang statusnya tidak jelas meski sudah bebas setelah sempat ditahan selama 3 bulan atas tuduhan makar. Dan juga sebagaimana yang menimpa Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.* Andi, Yahya G Nasrullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdullah HehamahuaAlumni 212FPIFront Pembela IslamJoko widodoJokowiKetua Umum FPIKetua Umum MasyumiKho Ping Homantan penasihat KPKMishabul AnamPresiden Joko WidodoUstadz Shabri Lubis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Semangat Belajar Anak Berkebutuhan Khusus
Tulisan selanjutnya Anies Baswedan: Umat Islam Hadir untuk Seluruh Bangsa Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?