Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PP Muhammadiyah: Rilis ‘200 Muballigh’ Sulit Dipisahkan dari Politik Keagamaan Penguasa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Mei 2018 09:49 9:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Mei 2018 09:17
Bagikan
Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (30/01/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Rilis daftar 200 muballigh oleh Kementerian Agama dikritik Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal.

Menurutnya, rilis itu sebagai bentuk respons reaktif dan tidak memiliki basis argumentasi dan metodologi yang memadai serta melalui proses yang tidak transparan.

Baca: Ketum PP Muhammadiyah Kritik ‘200 Muballigh Rekomendasi Kemenag’

Akibatnya, kata dia, tidak dapat dihindari munculnya kesan publik bahwa rilis tersebut adalah ekspresi ‘low politics’ Kemenag yang ingin mengekslusi ulama atau muballigh atau dai yang kritis dan tidak kompromistik terhadap pemerintah.

Ia memandang, munculnya rilis tersebut sulit dipisahkan dari politik keagamaan penguasa -disadari atau tidak.

Baca: Fahmi Salim Minta Namanya Dicabut dari 200 Muballigh Rekomendasi Kemenag

Juga dinilai telah meninggalkan kesan kuat pada publik, bahwa pemerintah menjadi semacam pemegang otoritas dan narasi kebenaran yang harus ditelan mentah oleh publik karena tidak ada ruang untuk mempertanyakannya, apalagi mengeliminasinya, meskipun tuntutan publik begitu kuat.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Lebih buruk lagi, pemerintah telah membuat garis pembatas yang tegas antara ‘bersama pemerintah’ atau ‘tidak bersama pemerintah’, yang berakibat pada munculnya suasana tidak nyaman, bahkan saling tuduh dan curiga antar sesama muballigh (distrust). Inilah yang dicurigai publik sebagai politik belah bambu di ranah keagamaan,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Senin (21/05/2018).

Baca: MUI: Rekomendasi Kemenag soal 200 Muballigh Tak Harus Diikuti

Jika visi dan pandangan kebangsaan para ulama atau muballigh atau dai dipandang tidak atau belum memadai sesusai standar Kemenag, sambungnya, maka Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah siap bekerja sama dengan Kemenag untuk menyelenggarakan semacam rembuk muballigh nasional tentang visi kebangsaan ini.

“Dalam konteks ini kami menawarkan ideologi kebangsaan Muhammadiyah: ‘Negara Pancasila sebagai Dâr al- ‘Ahdi wa al-Syahâdah‘. Bahwa negara Pancasila merupakan hasil konsensus nasional (dâr al-ahdi) dan tempat pembuktian atau kesaksian (dâr al-syahâdah) untuk menjadi negeri yang aman dan damai (dâr al-salâm),” pungkasnya.

Baca: Menag Bantah Rilis Nama Muballigh untuk Memilah-milah

Menag Lukman Hakim Saifuddin membantah jika rilis daftar 200 nama muballigh untuk memilah-milah mana penceramah yang boleh berceramah dan mana yang tidak boleh berceramah.

“Bukan itu tujuannya. Ini semua dalam rangka memenuhi harapan dan permintaan dari masyarakat,” ujar Menag Lukman usai membuka gelaran Syiar Anak Negeri atau lomba nasyid kalangan milineal di Jakarta, kemarin (19/05/2018).

Baca: Kemenag Rilis Daftar 200 Nama Muballigh

Menurut Menag, rilis daftar nama muballigh itu dalam rangka menjawab pertanyaan masyarakat terkait muballigh yang bisa berceramah, baik di mushalla, masjid, dan tempat pengajian lainnya.

“Artinya di kemudian hari akan muncul nama-nama sesuai dengan masukan yang kita terima dari tokoh-tokoh ulama dan ormas Islam. Sehingga mereka bisa kita manfaatkan ilmunya. Ini daftar yang sangat dinamis dan akan senantiasa mengalami updating dan perubahan penambahan,” ujar Menag.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daidakwahFathurrahman KamalKemenagKemenag rilis muballighKementerian AgamaKetua PP MuhammadiyahLukman Hakim SaifuddinMajelis Tabligh PP MuhammadiyahMenteri Agamamubaligmuballighpenceramahpolitik keagamaanPP Muhammadiyahtokohtokoh agamatokoh masyarakattokoh ormas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yusuf Mansur Lebih Suka Tidak Masuk ‘200 Muballigh Rekomendasi Kemenag’
Tulisan selanjutnya Wesal Khalil, Mempersiapkan Syahid di ‘Hari Kembali ke Palestina’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?