Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pesepakbola MacBeth Sibaya: Rasisme di Afsel Lebih Buruk Dibanding Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Juni 2018 05:33 5:33 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Juni 2018 05:33
Bagikan
Pesepakbola Afrika Selatan MacBeth Sibaya.
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan pemain klub sepakbola Bafana-Bafana MacBeth Sibaya mengatakan bahwa rasisme di negeri asalnya Afrika Selatan jauh lebih buruk dibanding apa yang dialaminya di Rusia.

Sibaya, yang sekarang sudah pensiun merumput di lapangan, selama tujuh tahun bermain untuk klub Rusia Rubin Kazan sejak 2003.

“Mereka sangat ingin tahu saya tidak menilainya sebagai rasisme, karena saya hidup di Afrika Selatan sehingga saya tahu benar apa rasisme itu,” kata Sibaya kepada BBC Sport Jumat (8/6/2018).

“Rasisme itu sebuah sistem dan saya tidak melihat ada sistem yang mengarahkan untuk membenci orang kulit hitam [di Rusia],” imbuhnya.

Pesepakbola berusia 40 tahun itu, yang tergabung dalam tim Piala Dunia Afsel 2002 dan 2010, mengakui bahwa di Rusia juga ada masalah, tetapi tidak sebesar seperti yang terjadi di Afrika Selatan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya tidak membantah bahwa [rasisme] itu terjadi, tetapi saya hidup di Afrika Selatan saya tahu rasisme di Rusia tidak seperti yang terjadi di sana,” kata Sibaya.

Dia juga menyampaikan sejummlah saran kepada orang-orang Afrika yang mengiringi tim kesebelasan favoritnya ke Piala Dunia.

“Saya sarankan mereka menjadi orang Afrika sebisa mungkin, karena itulah kekuatan kalian … Jangan coba-coba menjadi orang lain jika ingin bertahan hidup di manapun di dunia ini, kalian harus menjadi diri sendiri.” ujarnya.

Sibaya, yang sekarang menjadi pelatih bagi tim kesebelasan Afsel di bawah usia 19 tahun, mengaku tidak merasa terintimidasi ketika pertama kali menjejakkan kakinya di Kazan.

“Sambutan yang saya terima di Rusia cukup baik dan saya pada saat yang sama merasa aneh, karena pergi ke sebuah negara yang mana penduduknya tidak terbiasa melihat orang kulit hitam,” cerita Sibaya.

“Kala itu rambut saya gimbal, jadi mereka ingin menyentuh rambut saya dan melihat apakah itu benar-benar asli atau bagaiman rambut bisa tumbuh dan berwarna seperti itu.”

“Jadi, saya harus banyak menjelaskan tentang bagaimana rambut saya bisa terlihat seperti itu. Mereka hanya penasaran ingin mengetahui lebih banyak tentang orang Afrika,” kata Sibaya.

Lima negara Afrika: Mesir, Nigeria, Tunisia, Maroko, Senegal, lolos kualifikasi FIFA World Cup 2018 yang akan digelar di Rusia mulai tanggal 14 Juni sampai 15 Juli.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya yahya cholil staquf MUI: Kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel Tidak Perlu Dilakukan
Tulisan selanjutnya Italia Tutup Pelabuhan Cegah Kapal Penyelamat Migran Berlabuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?