Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kisah Perempuan Rohingya Disekap dan Diperkosa Tentara Myanmar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Juni 2018 08:24 8:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Juni 2018 09:19
Bagikan
Perempuan belasan tahun ini telah melahirkan anak hasil perkosaan tentara Myanmar
Bagikan

Hidayatullah.com— Sejak 700.000 pengungsi minoritas Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar tahun lalu, muncul sejumlah laporan tentang penyerangan seksual yang dilakukan pihak militer Myanmar.

Badan kemanusiaan memperingatkan jumlah bayi tidak diinginkan -akibat serangan seksual- yang akan ditawarkan untuk diadopsi dapat menjadi ratusan atau bahkan ribuan.

Inilah cerita salah satu perempuan Rohingya yang mengaku menjadi korban perkosaan tentara Myanmar.

“Para tentara menangkap saya sebelum saya dapat melarikan diri. Mereka memperkosa saya,” demikian dikatakan seorang perempuan yang baru berumur 17 tahun.

Dia menceritakan kepada BBC,  dirinya disekap selama berhari-hari dan berulang kali diperkosa dan dipukuli oleh militer Myanmar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Malam itu saya diperkosa kembali. Mereka melakukan lagi besok paginya dan sore hari. Mereka membiarkan saya terikat di sana. Jika saya melihat tentara, saya membungkuk dan menyembunyikan diri.

Baca: PBB: Tentara Myanmar Lakukan Pembunuhan dan Perkosaan Secara Massal

“Saya duduk disana dan menangis. Sekelompok orang Rohingya menyelamatkan saya. Mereka membawa saya melintasi perbatasan, ke Bangladesh,” katanya dikutip BBC, hari Rabu, 27  Juni 2018.

Di Bangladesh, perempuan ini menemukan dirinya hamil. Dan sekarang anak perempuannya sudah berumur satu minggu.

Ibunya belum memberikan nama kepadanya.

“Melakukan aborsi adalah sebuah dosa, demikian juga membiarkannya diadopsi. Mereka yang berdosa. Saya tidak melakukan kesalahan. Saya melahirkan bayi saya”, katanya lagi.

Baca: Berjuang dan Melawan! Pilihan Terakhir Pria Rohingya

Kakek neneknya adalah anggota keluarganya yang tersisa. Sementara orang tuanya hilang, yang berarti kemungkinan besar telah meninggal.

Kakeknya mengatakan kepada BBC, cucunya tidak mau keluar menemui orang-orang lain.

“Dia bersembunyi di dalam rumah dan kami tidak memberitahukannya kepada siapa pun. Tidak seorangpun melihat dia. Saya mengatakan kepadanya untuk memberikan bayi ke orang lain, tetapi dia mengatakan tidak. Dia mengatakan bayi ini akan hidup sesuai dengan kehendak Allah,” kata kakeknya.

Ribuan orang Rohingya mengatakan diri mereka diserang secara seksual. Tetapi tetap sulit untuk memastikan pernyataan sejumlah perempuan ini.

Berbagai tuduhan tersebut selalu disangkal oleh tentara Myanmar.

Yang jelas berbagai badan kemanusiaan sudah bersiap-siap menangani bayi yang tidak diinginkan dan kemungkinan ditelantarkan keluarganya.

Baca: Tiga Gadis Rohingya Diperkosa Anggota Milite, Satu Orang Kritis

Sampai sejauh jumlah bayi yang mengalami nasib seperti ini masihlah kecil tetapi organisasi amal Save the Children misalnya mengkhawatirkan stigma masyarakat terhadap anak-anak ini.

“Kekhawatiran kami adalah bahwa anak-anak ini akan besar dengan stigma. Kami menyadari anak manapun yang dilahirkan saat ini akan berisiko distigmakan. Jadi kami bekerja keras untuk menciptakan sistem pendukung pengaman bagi anak-anak ini agar mereka dapat tumbuh dengan baik,” kata Daphnee Cook dari Save The Children .

Tetapi yang jelas bagi para korban perkosaan, seperti perempuan belasan tahun dengan anaknya yang baru berumur beberapa minggu ini, hanyalah perasaan cinta yang dirasakan.

“Bagaimana mereka bisa melakukan hal seperti ini kepada saya? Jika ini tidak terjadi, saya kemungkinan sudah menikah dan hidup normal. Saat menatap bayi saya, yang rasakan adalah cinta,” kata ibu belasan tahun korban perkosaan ini.

Penyidik hak asasi manusia PBB untuk Myanmar Yanghee Lee telah mendesak pemerintah negara itu untuk “merombak sistem diskriminasi,” terutama terhadap Muslim Rohingya dan mengembalikan hak-hak minoritas dan properti minoritas, kutip Reuters.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burmademokrasietnis Rohingyamiliter Myanmarminoritas Muslim Rohingyamuslim Rohingyamyanmarpemerkosaan perempuan Rohingyaperempuan rohingyaperkosaanRohingyaSerangan seksualung San Suu Kyi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih 200 Kematian dalam Aksi Kekerasan di Nigeria Jelang Pemilu
Tulisan selanjutnya Pertukaran Tahanan Besar Saudi dan Syiah al Houthi Libatkan 110 Tahanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?