Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Malawi Peter Mutharika Dituduh Menerima Suap Kontrak Makanan Polisi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Juli 2018 18:49 6:49 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Juli 2018 05:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seruan agar Presiden Peter Mutharika meletakkan jabatan semakin menguat setelah muncul bocoran laporan bahwa dia menerima suap proyek penyediaan pangan bagi anggota kepolisian.

Dilansir BBC Rabu (4/7/2018), sejumlah laporan menyebutkan bahwa seorang pengusaha mendepositokan uang 145 juta kwacha ke dalam rekening Partai Progresif Demokrat (DPP) yang mana Mutharika adalah orang tunggal yang bisa mengakses rekening itu.

Jubir kepresidenan mengatakan tuduhan tersebut “tidak berdasar” dan Mutharika tidak melakukan kesalahan.

Unjuk rasa politik bermunculan sejak muncul bocoran laporan Biro Antikorupsi Malawi (ACB) pekan terakhir bulan Juni kemarin.

ACB sedang melakukan investigasi kontrak penyediaan makanan untuk anggota kepolisian bernilai 2,8 miliar kwacha yang diberikan kepada Pioneer Investment, perusahaan milik Zameer Karim.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan itu menyebutkan bahwa kepala keuangan Kepolisian Malawi, Innocent Bottomani, dan Karim bersekongkol agar kontrak tersebut diberikan kepada Pioneer.

Beberapa hari setelah kontrak diteken, Pioneer diduga meminta agar nilai kontrak diubah dari 2,3 miliar kwacha menjadi 2,8 miliar kwacha. Perubahan curang itu, menurut laporan tersebut, disetujui oleh Bottomani.

Ketika Karim menerima bayaran atas makanan yang dipasoknya pada 2016, dia diduga mendepositokan 145 juta kwacha ke rekening bank DPP yang dipegang Mutharika.

Baik Karim maupun Bottomani membantah terlibat dalam aksi tersebut.

Awalnya, Presiden Mutharika membantah kabar itu dengan menyebutnya sebagai “fake news”. Akan tetapi, kantornya kemudian mengakui bahwa dana itu ada di rekening DPP pada 1 Juli. Kepada koran Malawi The Daily Times, kantor Mutharika mengatakan bahwa rekening itu dibuka hanya untuk kepentingan penggalangan dana partai.

“Saya hanya mendapat 40% dari 2,7 juta gaji bulanan dan sisanya masuk ke pemerintah,” kata Mutharika dalam kongres partainya.

Berbagai kelompok sipil, partai oposisi dan lembaga kuasi-keagamaan, serta Public Affairs Committee (PAC) menyeru agar Mutharika mengundurkan diri.

Presiden Malawi sebelumnya, Joyce Banda, kalah dalam pemilu 2014 di tengah maraknya tuduhan korupsi $32 juta yang dikenal sebagai skandal Cashgate 2013. Presiden wanita itu membantah terlibat di dalamnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jerman Mulai Mengadili Wanita Anggota ISIS
Tulisan selanjutnya Aktivis Swedia yang Berjalan Kaki 5000 KM menuju Palestina akan Segera Sampai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?