Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Migran yang Dibuang Aljazair di Gurun Sahara Berkurang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Juli 2018 09:28 9:28 am
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juli 2018 09:28
Bagikan
Marwan, bocah Suriah yang mengungsi melintasi Gurun Sahara.
Bagikan

Hidayatullah.com—Jumlah migran yang diduga dipaksa menyeberangi Gurun Sahara dengan berjalan kaki oleh Aljazair sudah berkurang signifikan, kata salah satu lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa.

International Organization for Migration (IOM) menangani sekitar 10.000 orang yang ditelantarkan dekat perbatasan sebelah selatan Aljazair sejak September 2017.

Sebagian dari mereka ditinggalkan begitu saja oleh penyelundup manusia, sementara sebagian lain dicampakkan oleh otoritas Aljazair, kata IOM –klaim yang dibantah pemerintah Aljir.

Namun, sekarang jumlah migran yang diabaikan di Sahara berkurang jauh.

Seorang jubir IOM kepada BBC (13/7/2018) mengatakan bahwa jumlah migran yang tiba di perbatasan dengan Niger dan Mali turun signifikan, hanya “beberapa puluh” saja yang tiba di Gao, Mali, sejak akhir Juni.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Associated Press melaporkan bahwa pengusiran para migran hampir sepenuhnya dihentikan sejak isu tersebut mencuat. Namun, IOM memperingatkan bahwa detensi massal migran masih terus berlangsung.

Aljazair merupakan salah satu jalur lintasan migran menuju Mediterania, dan diperkirakan 100.000 orang melintasi teritorinya selama beberapa tahun terakhir, kebanyakan dari Afrika Barat.

Giuseppe Loprete, kepala misi IOM di Niger, pertama kali mengangkat isu ini lewat tulisannya di Medium pada bulan Mei.

Menurut Loprete, para migran dilepas sekitar 30km dari perbatasan dan disuruh berjalan kaki dalam kondisi temperatur sepanas 45C.

Jurnalis AP, Lori Hinnant, yang melaporkan perihal krisis itu pada bulan Juni, mengatakan kepada BBC bahwa rasa panas ketika berjalan di Gurun Sahara itu bisa dirasakan masuk dari sol sepatu, dan rasanya “paru-parumu seperti diiris-iris.”

Hampir semua orang yang diwawancarai jurnalis wanita itu mengaku “melihat orang-orang ambruk di sepanjang jalan.” Kata Hinnant, salah satu migran asal Mali bulan Mei lalu mengatakan kepada IOM bahwa perjalanan yang ditempuhnya seperti “berjalan melintasi neraka.”

Bulan Mei, Kementerian Luar Negeri Aljazair membantah laporan yang menyebutkan bahwa pihaknya terlibat dalam penelantaran migran di Gurun Sahara. Menurut kementerian, laporan itu dikarang dengan tujuan merusak citra pemerintah negaranya dan memperburuk hubungan mereka dengan negara-negara tetangga di selatan.

Aljazair mengatakan bahwa pihaknya mendeportasi migran ilegal setelah berkonsultasi dengan negara asal mereka dan melakukannya dengan sepenuhnya menghormati martabat manusia serta hak-hak mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rombongan Dakwah FPI Dipersekusi Preman di Bandara Tarakan
Tulisan selanjutnya Di Tengah Hangatnya Pencalonan Capres, Anies-Presiden PKS Bertemu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?