Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Erdogan akan Boikot Produk Elektronik Buatan Amerika

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Agustus 2018 06:06 6:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Agustus 2018 06:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com-Presiden Turki melakukan serangan balik dalam perang kata dengan Amerika Serikat (AS) hari Selasa, dengan mengatakan Ankara akan memboikot semua produk elektronik buatan Amerika Serikat.

Tidak memperlihatkan akan mundur dari pendiriannya, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki akan berhenti mengambil iPhones dan akan mulai membeli produk Samsung buatan Korea atau Vestel buatan Turki.

“Jika mereka memiliki iPhone, ada Samsung di tempat lain. Kami memiliki Vestel.” Belum jelas bagaimana Erdogan akan memberlakukan boikot itu.

Selama beberapa hari terakhir, Turki telah mengalami devaluasi nilai mata uang Lira nya, yang telah kehilangan lebih dari 45 persen nilainya terhadap dollar tahun ini.

Lira kembali menguat pada Selasa dari catatan rendah sehari sebelumnya, dibantu oleh langkah-langkah liquiditas baru bank pusat dan berita dari rencana panggilan konferensi di mana menteri keuangan akan berupaya meyakinkan para investor.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Namun para analis telah menyuarakan kekhawatiran atas pengaruh buruk yang lebih luas terhadap pasar dunia. Pada Selasa, rupee India menyentuh titik rendah akibat  masalah ekonomi di Turki.

Baca: AS Rancang Kejatuhan Mata Turki, Erdogan: Kami Punya Allah

Para analis mengatakan krisis keuangan telah  lama dating dan mencerminkan penolakan Turki menaikkan suku bunga  untuk menghentikan inflasi dua digit dan mendinginkan ekonomi yang terlalu panas. Meskipun begitu AS juga berkontribusi terhadap jatuhnya nilai mata uang Lira.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan peristiwa-peristiwa tersebut merupakan tanda bahwa dollar telah usang sebagai mata uang perdagangan global.

“Saya yakin bahwa penyalahgunaan peran US dollar sebagai cadangan mata uang dunia akan mengakibatkan seiring berjalannya waktu melemahnya dan matinya peran itu,” Lavrov mengatakan dalam sebuah konferensi pers di ibukota Turki Ankara.

Lavrov menambahkan bahwa Rusia akan menggunakan mata uang nasional untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan bilateral dengan Turki dan negara lain.

‘Ditusuk dari belakang’

Erdogan, yang menyangkal  dasar ekonomi sebagai penyebab melemahnya lira, mengatakan Turki sedang menjadi target perang ekonomi dan telah berulangkali menyerukan rakyatnya untuk menjual uang dollar mereka dan euro untuk menopang mata uang nasional. Dia juga meminta para produsen agar tidak terburu-buru membeli dollar.

Dia juga menyebut AS menusuk Turki “dari belakang”. Erdogan mengumumkan pada Selasa negaranya akan memboikot produk elektronik AS.

“Trump sedang menggunakan sesuatu yang jauh lebih kuat dari senjata nuklir saat ini. Dia pada dasarnya berupaya membuat negara-negara berlutut, dan Turki adalah yang pertama,” kata Aly-Khan Satchu, CEO Rich Management mengatakan pada Aljazeera.

Baca: Masyarakat Turki yang Menang atas Debat Dolar 

Soner Cagaptay, direktur program penelitian Turki di Washington Institute, mengatakan konfrontasi telah terjadi antara pemimpin dari kedua negara, terutama karena pastor Amerika yang ditahan Turki, Andrew Brunson.

“Ini bukan lagi perselisihan antara birokrasi kedua negara. Sekarang ini adalah pertempuran antara kedua presiden,” katanya.

Cagaptay mengatakan Washington memiliki sebuah “persenjataan sanksi ekonomi” yang siap dikerahkan melawan Turki, yang dia yakini Presiden AS Donald Trump akan terus ditingkatkan hingga Brunson dibebaskan.

Para pebisnis Turki telah meminta kebijakan ekonomi yang lebih ketat untuk memastikan negara memperkecil potensi terus jatuhnya mata uang. Mereka merilis sebuah pernyataan bersama yang meminta “petunjuk jalan yang konkrit” untuk dipersiapkan “untuk menurunkan inflasi secara permanen”, harian Hurriyet melaporkan.

Bank pusat Turki berjanji pada Senin akan menyediakan bank-bank “semua liquiditas yang mereka butuhkan”.

Dampak global?

Dua sekutu NATO itu telah berselisih mengenai beberapa masalah termasuk, kepentingan yang berbeda di Suriah, rencana Ankara untuk membeli sistem pertahanan Rusia dan, baru-baru ini, kasus Pastor Andrew Brunson.

Dia telah dipenjara hampir 20 bulan ketika pengadilan pada Juli memerintahkan untuk memindahkannya ke tahanan rumah. Sejak itu, Trump dan Wakil Presiden Mike Pence telah meminta agar dia segera dibebaskan. Ankara mengatakan keputusan ada di tangan pengadilan, namun Amerika mengancam memberi sanksi Turki. */Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAndrew BrunsonAS 'Serang' TurkiboikotelektronikErdoganRecep Tayyep Erdogan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Pesan Kuat #2019GantiPresiden Harus Bisa Dijaga Prabowo-Sandi’
Tulisan selanjutnya IMS Cek Kesehatan Muslimah Jabodebek

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?