Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Kecam Amerika yang Jatuhkan Sanksi Dua Menterinya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Agustus 2018 18:40 6:40 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Agustus 2018 18:40
Bagikan
kedutaan besar turki
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu
Bagikan

Hidayatullah.com— Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Casuvoglu memprotes keras keputusan Departemen Keuangan AS yang menjatuhkan sanksi kepada dua menterinya, terkait kasus Pastor Amerika Andrew Craig Brunson, yang dituduh terlibat aktivitas terorisme di Turki.

“Respons setimpal atas sikap agresif ini akan diberikan tanpa ditunda-tunda,” sebut pernyataan itu.

Kementerian juga menuntut pemerintah AS untuk menarik kembali “keputusan salah” ini.

“Tidak diragukan lagi, keputusan yang merendahkan dan mencampuri sistem peradilan kami ini, adalah kebalikan dari inti hubungan bilateral kami dan akan merusak usaha-usaha yang telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang ada di antara kedua negara,” lanjut pernyataan tersebut.

“Usaha AS menjatuhkan sanksi kepada dua menteri kami ini tidak akan didiamkan saja,” cuit  Mevlut Casuvoglu di Twitter.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Turki Menyebut Amerika Tak Akan Mendapat Apapun dengan Mengancamnya 

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylo menanggapi niatan Amerika Serikat (AS) untuk menjatuhkan sanksi kepadanya dan menteri kehakiman lewat akun Twitter-nya.

“Kami memiliki properti di Amerika: FETO. Kami tidak akan meninggalkannya di sana. Kami akan mendapatkannya,” Soylu bercuit pada Kamis sebagaimana dikutip Anadolu Agency.

Pernyataan Soylu muncul sehari setelah juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan bahwa AS akan menjatuhkan sanksi ke Soylu dan Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul, karena tidak membebaskan Pastor Amerika Andrew Craig Brunson, yang dituduh terlibat aktivitas terorisme di Turki.

Sanders mengatakan AS akan menyita properti kedua menteri, jika ada.

Dalam pernyataan tertulis yang dirilis Rabu, Departemen Keuangan AS berkata Gul dan Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu “berperan penting dalam organisasi yang bertanggung jawab atas penangkapan dan penahanan Pastor Andrew Brunson”.

Menurut undang-undang AS, mereka yang berada di dalam daftar sanksi akan dibekukan aset dan propertinya yang berada di bawah yuridiksi AS dan pelaku bisnis serta individu akan dilarang melakukan transaksi keuangan dengan mereka.

Amerika Serikat marah besar ketika salah satu pastor AS, Andrew Craig Brunson didakwa atas tindakan mata-mata untuk PKK — kelompok yang telah dinyatakan sebagai teroris oleh AS dan Turki — dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok teror yang menjadi dalang kudeta gagal di Turki pada Juli 2016, yang menewaskan 251 orang dan melukai ribuan lainnya.

Pastor Amerika ini diringkus pada Oktober 2016. Pengadilan Kelima Izmir pada 9 Desember di tahun yang sama memerintahkan Brunson ditahan untuk menunggu sidang.

Pada 25 Juli, Pengadilan Tinggi Kriminal Kedua Izmir mengizinkan Brunson dipindahkan ke tahanan rumah karena alasan kesehatan.

Dalam surat dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum Izmir Berkant Karakaya menyatakan bahwa Brunson berbuat sesuai dengan strategi kedua kelompok teror tersebut dengan dalih pemuka agama. Dakwaan ini juga menyebut bahwa Brunson telah mengetahui tujuan kedua kelompok teror, namun secara sukarela bekerja sama dengan mereka.

Baca: PengadilanTurki Menolak Banding Status Tahanan Rumah Pastor AS 

Masih di dalam surat dakwaan, Brunson disebut berhubungan dengan anggota-anggota senior FETO yang memakai nama samaran. Dia dituduh menjalankan strateginya dengan menemui anggota FETO yang kini buron, Bekir Baz, asistennya Murat Safa dan kepala Amnesty Internasional cabang Turki Taner Kilic, yang saat ini ditahan untuk menunggu sidang karena “menjadi anggota kelompok teror bersenjata”.

Dalam penyelidikan, sebanyak 293 sinyal GSM berdekatan terdeteksi dari Brunson dan buron Bekir Baz.

Surat dakwaan juga menyebutkan sebuah pesan yang dikirim untuk seorang tentara AS yang menyatakan kesedihan atas kegagalan kudeta Juli 2016.

Pesan pendek itu berbunyi: “Kami mengharapkan gempa bumi menggoncang negara Turki. Kondisi sekarang ini harus dikembalikan lagi kepada Yesus. Banyak warga Turki bergantung pada militer, seperti di masa lalu, tapi kini semua sudah terlambat. Kesedihan lain setelah kegagalan kudeta. Saya rasa situasi ini akan memburuk. Pada akhirnya, kita akan menang.”

Brunson,  kini terancam 35 tahun penjara jika terbukti bersalah atas tuduhan yang ia bantah.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAndrew Craig BrunsonDepartemen Keuangan ASfetoMevlut CasuvoglupastorPKKterorismeTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 3 Fraksi dari 100 Ribu Kekuatan Bergabung untuk Memerangi Bashar
Tulisan selanjutnya Kasus Dai Malaysia dan Dr Bilal Philips Berakhir Damai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?