Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemerintah Indonesia Dinilai Panik Merespons Krisis Lira

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 16 Agustus 2018 12:00 12:00 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 16 Agustus 2018 09:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sekretaris Bidang Ekonomi Keuangan, Industri, Teknologi, dan Lingkungan Hidup (Ekuintek-LH) DPP PKS, Handi Risza menilai kepercayaan diri pemerintah mencapai titik balik, tepat ketika krisis keuangan Turki mulai berimbas ke banyak negara.

“Pemerintah mulai kelihatan panik dalam merespons krisis lira. Apalagi gejalanya relatif sama, kena dampak kebijakan FED, defisit transaksi, ULN yang besar, pembangunan infrastruktur yang sporadis,” ungkap Handi di DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (15/08/2018) dalam rilis kepada hidayatullah.com.

Baca: Turki Menyebut Amerika Tak Akan Mendapat Apapun dengan Mengancamnya

Handi melihat penyikapan berbeda diperlihatkan oleh pemerintah terhadap kondisi rupiah, setelah melihat perkembangan ekonomi Turki pada saat ini.

Sebelumnya pemerintah masih menganggap pelemahan rupiah adalah hal yang biasa, bahkan Menkeu Sri Mulyani berkali-kali menyatakan bahwa APBN kita mendapatkan untung dengan terjadinya pelemahan rupiah, akibat bertambahnya pendapatan negara dari ekspor Migas.

“Tetapi dengan melihat kondisi ekonomi Turki terakhir, dimana dimulai dengan krisisis mata uang, kemudian berlanjut ke krisis keuangan dan liquiditas, akibatnya ekonomi Turki di ambang krisis ekonomi dan keuangan yang dalam,” ungkapnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Mata Uang Lira Terpuruk, Turki Dibanjiri Dolar dan Euro Palsu

Disebutkan perkembangan terakhir mata uang lira Turki melemah 6,70% menjadi 6,86 per dolar AS. Ini melanjutkan pelemahan akhir pekan lalu, dimana lira ambruk 15% ke posisi 6,43 per dolar AS. Kondisi ini membuat Turki disebut sangat rentan menjadi negara yang masuk dalam jurang krisis.

“Semoga gejala-gejala tersebut tidak menjalar kepada situasi yang lebih kronis. Kuncinya pemerintah tidak boleh panik dan menganggap enteng, waspada, dengan menggunakan formulasi kebijakan moneter dan fiskal yang tepat,” ujar Handi.

Sebelumnya diketahui, Nilai tukar rupiah kembali merosot tajam hingga level 14.600 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin pekan ini. Tekanan terhadap rupiah disebut sebagai imbas dari krisis keuangan yang dialami oleh Turki.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyebutkan ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi kondisi rupiah. Namun untuk kali ini yang mengambil andil cukup besar dalam pelemahan mata uang Garuda tersebut adalah krisis yang sedang terjadi di Turki.

“Kita setiap hari ini selalu ada berbagai faktor bisa saling mempengaruhi. Jadi pada minggu terakhir ini faktor yang berasal dari Turki,” ujar Sri Mulyani saat ditemui di JS Luwansa, Jakarta, Senin (13/08/2018) kutip Liputan6.com.

Baca: AS Rancang Kejatuhan Mata Turki, Erdogan: Kami Punya Allah

Sementara itu diberitakan sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun berupaya menguatkan dan menenangkan rakyatnya dalam menanggapi persoalan ini. Bahkan Erdogan mengatakan, walaupun dolar AS terus menguat, namun Turki masih memiliki Allah di sisinya.

“Jika mereka memiliki dolar mereka, kita memiliki masyarakat, kita memiliki Allah,” kata Erdogan serperti dikutip dari CNBC, Senin (13/08/2018).

Baca: Bela Turki Hadapi Amerika, Qatar Investasi Langsung Senilai $15 Miliar

Sebagaimana diketahui, mata uang Turki, lira terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Lira telah jatuh ke rekor terendah yang mencapai 6,24 per dolar pada Jumat pekan lalu. Mata uang Turki ini telah anjlok hingga 66% sejak awal tahun ini.

Hari Jumat, Erdogan menyerukan warga Turki untuk menukarkan simpanan mata uang asing mereka menjadi lira.

“Siapa pun yang memiliki dolar, euro, atau emas di bawah kasur, mereka harus pergi ke bank dan menukarkannya menjadi lira Turki,” kata Erdogan pada pidatonya di provinsi timur laut Bayburt dikutip Anadolu.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAPBNASAS 'Serang' Turkidefisit transaksidolar ASDPP PKSekonomi duniaekonomi TurkiErdoganFEDHandi Riszakrisis duniakrisis keuangankrisis keuangan Turkikrisis lirakrisis moneterkurs rupiahliquiditasLiraMenkeumenteri keuanganpelemahan rupiahpembangunan infrastruktur yang sporadisPKSPresiden TurkiRecep Tayyip ErdoganrupiaiahSri MulyaniTurkiULNUSA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pilpres, MUI Tidak Dukung Mendukung Calon
Tulisan selanjutnya Peradaban Islam dan Pelayanan Kesehatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?