Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Info Haji & Umrah

Puncak Haji di Bawah Suhu Menyengat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2018 22:05 10:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Agustus 2018 22:05
Bagikan
Terlihat kondisi jalan ke jamarat sangat ramai oleh jamaah haji namun tetap lancar. Dijepret dari lantai dua jamarat di Mina, Arab Saudi, Sabtu, 11 Zulhijjah 1438 H (02/09/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Puncak haji telah tiba. Sekitar 3 juta jamaah haji dari seantero dunia bergerak ke Arafah mulai Ahad (19/08/2018). Begitu pula sebanyak 203.351 jamaah haji reguler Indonesia dan 16.905 jamaah haji khusus menuju Arafah.

Ada juga sebagian jamaah yang mengikuti Tarwiyah dan diberangkatkan pada Sabtu sore hingga malam.

Pemberangkatan jamaah reguler ke Arafah dibagi dalam tiga gelombang dari 165 pemondokan mereka. Pertama, pukul 07.00-12.00, kedua, 12.00-16.00, dan ketiga 16.00-24.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Pemberangkatan jamaah haji reguler dilakukan di bawah kendali Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1439H/2018M. Sedangkan jamaah haji khusus, pemberangkatannya oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus.

Menghadapi fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Pemerintah menyiapkan Tim Mobile Crisis & Rescue (MCR) yang berjumlah 233 orang. Mereka akan dibagi ke dua jalur, yakni jalur bawah (Muaisyim-Syisyah) dan jalur atas (Kantor Misi Haji Mina-Jamarat).

Baca Juga

Saudi Ingatkan Penyedia Layanan Haji Patuhi Aturan, Siapkan Sanksi Tegas
Mulai Minggu Depan, Arab Saudi Ubah Masa Berlaku Visa Jadi 1 Bulan
Pemerintah Rekrut Petugas Haji pada November, Dilatih di Barak 1 Bulan
BSI Catat Kenaikan Rekening Tabungan Haji 13,51 Persen Per Juli 2025
Haji 1446 H Kereta Al-Mashaaer Al-Mugaddassah dan 10.500 Titik Wi-Fi Siap Melayani Jamaah

Mulai Ahad (19/08/2018) pagi waktu Arab Saudi (WAS), jamaah haji secara berangsur diberangkatkan menuju Arafah.

Bertolak dari masing-masing hotel, jamaah diangkut menggunakan bus dengan sistem taraddudi atau bolak-balik. Para petugas haji juga sejak Sabtu (18/08/2018) malam mulai diberangkatkan untuk persiapan puncak haji di Arafah.

Ahad pagi para petugas yang tergabung dalam tim khusus Mobile Cricis Rescue (MCR) tampak bersiap berangkat dari Makkah. MCR merupakan gabungan dari beberapa unsur petugas. Mereka terdiri dari petugas Perlindungan Jamaah (Linjam), P3JH, TPP, TGC, MCH, dan petugas Bimbingan Ibadah.

Jasaruddin, salah satu Ketua Tim MCR menyebutkan, dalam penugasan MCR difokuskan pada pelayanan jamaah yang kelelahan di jalur Jamarat.

“MCR dibagi dua tim, Tim 1 di Mina bawah dan Tim 2 di Mina atas,” kata Jasaruddin lansir Media Center Haji (MCH).

Mina atas merupakan jalur keberangkatan jamaah yang akan melontar jumrah. Jalur ini diidentifikasikan sebagai rute jamaah dari maktab di Mina sampai dengan jamarat. Sedangkan Mina bawah dari Jamarat ke Mina al wadi atau jalur kembali ke maktab Mina.

92 Jamaah Wafat

Sementara itu, Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Ahad pukul 09.00 WAS, sebanyak 92 jamaah asal Indonesia telah wafat.

Sementara 212 jamaah sedang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan RS Arab Saudi. Bagi jamaah sakit, besok saat puncak wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah akan disafariwukufkan.

Sejak pukul 08.45 WAS, jamaah haji mulai memasuki tendanya di Arafah. Kloter yang pertama kali tiba di Arafah adalah SOC-56 asal Kudus. Sebanyak 353 orang asal kloter ini menempati maktab 1 didampingi lima orang petugas kloter. Sampai dengan pukul 12.00 WAS, sudah tiba 18.317 jamaah haji termasuk para petugas pendamping kloter.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Arafah, Arsyad Hidayat, pada Ahad (19/08/2018) siang WAS berkeliling memeriksa tenda dan dapur katering. Arsyad berkomunikasi dengan jamaah yang berada di tenda sekaligus menanyakan keadaan dan fasilitas tenda.

“Alhamdulillah tenda jauh lebih baik dari pada beberapa tahun lalu saat saya berhaji,” kata salah seorang jamaah asal Tangerang.

Jamaah haji yang tiba di Arafah sebelum waktu zuhur mendapatkan paket makan siang. Menunya cukup istimewa berupa nasi putih bistik daging dan kentang goreng.

“Selain nasi dan lauk, jamaah juga menerima jeruk, jus buah, dan air mineral 3 botol,” kata Arsyad saat berada di dapur maktab 1.

Sementara itu, teriknya pemondokan di Arafah memang sangat terasa bagi jamaah haji. Suhu terendah 31 derajat celsius di malam hari dan puncak panas antara siang sampai sore dengan suhu 42 derajat celsius.

Arsyad mengimbau jamaah haji menjaga diri dengan baik agar tetap prima selama beribadah.

“Jamaah harus patuhi ketentuan kesehatan agar selalu sehat dan nyaman dalam ibadah,” kata Arsyad.

Arsyad mengingatkan kepada jamaah sesuai arahan dokter Pos Kesehatan Arafah.

“Jamaah harus mandiri. Mereka harus mengatur polanya sendiri dengan makan, minum, dan istirahat yang cukup,” imbuhnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiarafahArmuznahajihaji 1439H/2018Mibadah hajiInfo Haji & UmrahKementerian AgamaminaMuzdalifahpenyelenggaraan ibadah hajiPuncak Hajisuhu di Arab Saudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengungsi Gempa Berharap Setiap Masjid Gelar Shalat Taubat
Tulisan selanjutnya Viral, Video Polisi Saudi Berikan Sepatu Jamaah Haji Usia Lanjut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaInfo Haji & Umrah

Awas Panas! Wukuf Arafah Jamaah Haji Diimbau Tetap di Kemah

4 Juni 2025 14:18
BeritaInfo Haji & Umrah

Arab Saudi Sambut Kedatangan 500 Kerabat Tahanan dan Syuhada Palestina untuk Berhaji

3 Juni 2025 13:59
Info Haji & Umrah

Tingkatkan Akurasi Prakiraan Cuaca Selama Haji, Saudi Kerahkan 18 Stasiun Pemantauan

2 Juni 2025 13:49
Info Haji & Umrah

Arab Saudi Usir 205.000 Peziarah Tanpa Izin Haji dari Makkah

2 Juni 2025 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?