Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sejarawan: Konsep Berkorban Tak Pernah Lekang oleh Zaman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Agustus 2018 07:03 7:03 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Agustus 2018 07:03
Bagikan
Alwi Alatas dalam bedah bukunya 'Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III' di AQL Islamic Center, Jakarta
Bagikan

Hidayatullah.com– Sejarawan Alwi Alatas mengatakan, esensi penyembelihan Ismail oleh ayahnya -Nabi Ibrahim, adalah mengorbankan sesuatu yang dicintai karena Allah Subhanahu Wata‘ala.

Bayangkan, sudah puluhan tahun Nabi Ibrahim tidak memiliki anak, tapi ketika mendapatkan seorang anak, ia malah harus menyembelihnya. Ini, menurut Alwi, menggambarkan satu puncak pengorbanan.

“Hal ini juga mengajarkan pada kita bahwa apa-apa yang kita cintai di dunia ini (harta, keluarga, dan lain-lain), seberapa pun tinggi nilainya, bukanlah apa-apa di hadapan Allah. Semua hanya sarana menuju Allah. Kalau tidak begitu, maka semua itu justru menjadi penghalang kepada Allah,” ujar dosen sejarah Islam International Islamic University Malaysia (IIUM) ini saat dihubungi hidayatullah.com Jakarta di Hari Raya Idul Adha, Rabu (22/08/2018).

Ajaran berkorban, tutur Alwi, sudah setua sejarah itu sendiri. Sudah dimulai oleh anak-anak Nabi Adam. Tapi walaupun tua, menurutnya, konsep berkorban sama sekali tak pernah lekang oleh zaman.

“Semodern apa pun peradaban, pengorbanan tetap menjadi tema penting kemanusiaan. Justru melalui pengorbanan itulah, dengan melepas, bukan sebaliknya dengan mendekap kuat-kuat apa-apa yang dimiliki, manusia mempertahankan nilai-nilai kemanusiaannya. Bahkan membuatnya naik ke derajat kemanusiaan yang lebih tinggi,” ucapnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pengorbanan ini bisa juga dalam konteks mengatasi masalah kelaparan dan kemiskinan.

Caranya, kata Alwi, dengan memberi sebagian harta yang dimiliki kepada yang membutuhkan.

Selain itu, tambahnya, bisa dengan berkorban waktu dan pikiran dengan membuat prioritas dan strategi secara jama’i (bersama-sama) untuk mengangkat ekonomi masyarakat yang susah.

“(Juga) berkorban untuk mendahulukan membeli produk dan dagangan saudaranya yang Muslim untuk memperkuat ekonomi umat,” tutup penulis disertasi “Economy of the Pribumi in Late Colonial Java 1900-1942 C.E.: Continuity and Change in Priangan” ini.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Alwi Alatashari raya Idul AdhaIbrahimidul adhaIdul Adha 1439H/2018MIsmailkorbankurbannabi IbrahimNabi IsmailpengorbananQurbansejarahsejarawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Eks Ketua Tim Kampanye Pilpres Trump Divonis Bersalah Melakukan Penipuan
Tulisan selanjutnya Politisi NasDem Bandar Narkoba yang Ditangkap BNN Diusut TPPU

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?