Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Polresta Solo Didukung Profesional Proses Hukum Penabrak Maut ‘Berdarah Dingin’

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2018 15:05 3:05 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 24 Agustus 2018 15:05
Bagikan
Tabrakan maut diduga sengaja di Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/08/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Publik kembali disedihkan dengan aksi sok kuasa, premanisme, dan kekerasan di jalanan seperti pemukulan pengendara mobil di jalan tol (diduga di Jakarta) dan penabrakan sampai mati di Solo, Jawa Tengah.

Direktur Pusat Studi dan Pendidikan HAM Uhamka Jakarta dan eks Komisioner Komnas HAM RI, Maneger Nasution, menyatakan, hanya orang sok kuasa yang berani memilih kekerasan dalam menyelesaikan masalah di jalanan (kasus di tol Jakarta).

Dan hanya orang yang benar-benar berdarah dingin berani melakukan dugaan tindak pidana pembunuhan di Jalan KS Tubun, tepat di pintu sebelah timur Mapolresta Surakarta.

“Mungkin pelakunya adalah orang yang sangat yakin bahwa dia kebal hukum,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Jumat (24/08/2018).

Untuk kasus penabrakan maut di Solo, dikabarkan tidak ada bekas rem dari mobil mewah Mercedez Benz AD 888 QQ, yang kemudian setelah menabrak, korban terseret sekitar 20 meter hingga kepala korban terlindas ban mobil.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Artinya pelaku melakukan dengan dan power full. Hebatnya lagi pelaku langsung melarikan diri, ini mengindikasikan bahwa pelaku melakukan dengan kesengajaan dan sangat sadis dan berdarah dingin,” ungkap Maneger.

Ia mengatakan, biasanya pelaku kejahatan kekerasan di ruang publik (seperti kasus di tol Jakarta) dan aksi penabrakan yang menyebabkan kematian dengan cara sadis dan dingin (seperti kasus di Solo), pernah melakukan kejahatan serupa sebelumnya.

“Ini tugas polisi untuk mengungkap,” ungkapnya.

Diketahui dari beberapa media yang berada di TKP pengemudi mobil maut tersebut adalah Iwan Andranacus.

“Hasil browsing, Iwan Andranacus pemilik mobil mewah dengan nopol khusus tersebut adalah salah satu konglomerat di Solo, presiden direktur PT INDACO, perusahaan cat besar di Karanganyar,” katanya.

Ia mengatakan, publik mendukung Kapolresta Surakarta yang berjanji akan memproses hukum secara profesional dan meminta warga untuk mengawal kasus ini.

“Kalau ini benar-benar berani dan konsisten, ini harus didukung,” imbuhnya.

Namun, lanjutnya, di beberapa grup media sosial ada keraguan dari publik.

“Hal ini bisa dimaklumi. Karena selama ini jika yang melakukan tindak pidana dari dari etnis tertentu dan kaya tidak ditindaklanjuti, bahkan meskipun menghina presiden malah hanya dianggap lucu-lucuan,” ujarnya mengkritisi.

Ia mengatakan, ada kekhawatiran untuk menyelamatkan si bos kemudian orang lain akan dikorbankan sebagai pelaku, atau pasal yang digunakan adalah pasal kecelakaan, polisi akan diintervensi oleh kolega si Presdir, keluarga korban akan mendapatkan ganti rugi miliaran, berpuluh-puluh khayalan skenario yang jadi obrolan di publik saat ini.

Kepolisian kata dia harus menuntaskan laporan dari korban (kasus pemukulan yang di tol Jakarta). Siapa pun pelakunya harus diganjar dengan pemberatan, pasal berlapis, apalagi ada korban anak.

“Khusus kasus pembunuhan berdarah dingin yang di Solo, Kapolresta Surakarta dalam ujian berat kali ini, salah melangkah sangat mungkin berpotensi memantik akumulasi kemarahan publik. Hal yang sangat tidak kita inginkan. Publik mari menghadirkan keyakinan bahwa kepolisian kita bisa mengambil langkah yang cepat, tepat, tegas, adil, profesional, dan mandiri.”

Masih kata dia, negara harus hadir menghentikan aksi sok kuasa dan kekerasan di ruang publik. Negara tidak boleh membiarkan adanya syiar ketakutan publik.

Diketahui, salah seorang pengusaha, Iwan Adranacus (40), pengendara Mercedes Benz nopol AD 888 QQ, diduga sengaja menabrak Eko Prasetio (28), pengendara sepeda motor Beat, di Jalan KS Tubun, mobilnya, tepatnya di samping Mapolresta Solo, Rabu (22/08/2018). Peristiwa ini menewaskan Eko.

Iwan Adranacus ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu malam. Pelaku diancam pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, subsider pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan menyebabkan kematian. Ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, baru-baru ini viral seorang remaja babak belur diduga dihajar seorang pengendara mobil di Tol Jagorawi arah Jakarta. Penyebabnya disinyalir karena cekcok jalan raya antarpengemudi.

Pemuda tersebut berinisial R. Disebut-sebut baru saja lulus sekolah menengah pertama atau SMP. Dari tayangan yang viral di media sosial, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 22 Agustus 2018, sekitar pukul 10.00 WIB.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Direktur Pusat Studi dan Pendidikan HAM Uhamka JakartaEko PrasetiohukumIwan AdranacusJakartajalan tolKecelakaankekerasankekerasan di jalananKomisioner Komnas HAMKriminallalu lintasManeger NasutionMapolresta SurakartapembunuhanpenabrakanpenganiayaanpolisiSoloSurakartatabrak maut
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Semoga Ijtima Ulama Bisa Membaca Keinginan Masyarakat”
Tulisan selanjutnya Meiliana Divonis 1,6 Tahun Bui, Diminta Tidak Dipolitisasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?