Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Jordania Kecam dan Tolak Rencana Konfederasi Jordania-Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 September 2018 07:26 7:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 September 2018 19:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Jordania menolak dan mengecam dugaan rencana Amerika Serikat (AS) untuk konfederasi Jordania-Palestina, mengatakan hal itu tidak bisa didiskusikan.

Juru bicara wanita untuk pemerintah Jordania, Jumana Ghneimat, mengatakan: “Sebuah konfederasi antara Jordania dan Palestina bukan hal yang bisa didiskusikan. Posisi Jordania tegas dan jelas terkait masalah Palestina – solusi dua negara dan negara Palestina dengan perbatasan 1967,” Ynet melaporkan.

Usulan terkait konfederasi diduga diangkat oleh utusan AS, Jason Greenblatt, dan Jared Kushner dalam pertemuan-pertemuan dengan Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas dan Raja Abdullah dari Jordania. Di bawah perjanjian yang diusulkan, pasukan keamanan Jordania akan bertanggungjawab melindungi Tepi Barat dan perbatasan antara ‘Israel’ dan konfederasi, sebuah langkah yang dipandang sebagai upaya untuk menjadikan Kerajaan Hashimiyah “penjaga perbatasan Israel”. Namun, perjanjian yang diusulkan “meninggalkan ketidakpastian status masa depan Lembah Jordania, yang Israel selalu bersikeras agar wilayah itu tetap di bawah kekuasaannya.”

Baca: Yang Lebih Baik dari Two-State Solution

Saran itu diungkapkan kemarin setelah Abbas bertemu dengan delegasi dari NGO Israel Peace Now di Ramallah, di Tepi Barat yang terjajah. Sebagai tanggapan, Abbas mengatakan pada Kushner dan Greenblatt: “Ya, Saya menginginkan konfederasi tiga-arah dengan Jordania dan Israel,” lapor Times of (ToI), menambahkan bahwa “kantor Perdana Menteri dan Kementrian Luar Negeri [Palestina] menolak untuk mengomentari pernyataan Abbas,” ujarnya dikutip Middle East Monitor (MEMO).

Mengomentari hal itu, utusan AS Jason Greenblatt merilis pernyataan mengatakan: “Selama 19 bulan terakhir kami telah menyelidiki semua pihak terkait mengenai banyak ide dan kemungkinan” namun menekankan bahwa “kami tidak akan mendiskusikan ide-ide spesifik atau perbincangan pribadi yang mungkin atau belum mungkin dimiliki oleh para pemimpin di wilayah ini,” ToI melaporkan.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Baca: Inilah yang Terjadi di Wilayah Jajahan Palestina

Gagasan terkait federasi Palestina-Jordania telah dimunculkan berulangkali dan seringkali didukung oleh pihak-pihak yang menolak Palestina merdeka. Para pendukung gagasan ini berdalih banyaknya jumlah warga Palestina yang tinggal di Jordania – diperkirakan lebih dari dua juta pengungsi yang terdaftar menurut UNRWA. Selain itu 10.000 pengungsi Palestina dari Suriah yang menyelamatkan diri dari perang sipil Suriah juga telah meminta bantuan UNRWA di Jordania.

Namun, meski secara resmi memiliki kewarganegaraan penuh Jordania, organisasi HAM Human Rights Watch (HRW) melaporkan banyak warga Palestina yang tinggal di Jordania telah ditarik kewarganegaraan mereka selama sedekade terakhir, menyebabkan mereka tidak memiliki kewarganegaraan. HRW menafsirkan penolakan kewarganegaraan ini sebagai bukti atas niat untuk mengembalikan warga Palestina ke Tepi Barat jika terjadi kesepakatan damai dengan ‘Israel’.

Secara resmi Kerajaan Hasyimiyah Jordania menjaga hubungan dekat baik dengan Israel dan Otoritas Palestina dan mempertahankan perawatannya atas Masjid Al-Aqsha dan tanah Waqaf lainnya. Jordania sebelumnya mengelola Tepi Barat dan Jerusalem Timur hingga keduanya dijajah oleh ‘Israel’ sejak Perang Enam Hari tahun 1967.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jordaniaJumana Ghneimatkerajaan hasyimiyahKonfederasiMahmoud AbbasOtoritas Palestinapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 35 Tentara ‘Israel’ Ditahan karena Kepemilikan dan Perdagangan Narkoba
Tulisan selanjutnya Warga Moldova Berunjuk Rasa Menuntut Reunifikasi dengan Rumania

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?