Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bantuan Tiongkok ke Afrika Dituding Jebakan Utang

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 September 2018 16:57 4:57 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 September 2018 10:01
Bagikan
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) mengadakan pembicaraan dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Aula Besar Rakyat di Beijing, ibu kota Tiongkok, Ahad (02/09/2018)
Bagikan

Hidayatullah.com–Janji Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk memberikan dana bantuan senilai US$ 60 miliar (sekitar Rp 880 triliun) kepada negara-negara Afrika memicu tudingan negatif.

Mencermati kebijakan Tiongkok, para ekonom dan beberapa lembaga keuangan internasional khawatir bahwa pinjaman Tiongkok mengubur beberapa negara Afrika ke dalam utang besar.

Saat ini, hampir tidak ada negara mana pun di Afrika yang belum tersentuh pengaruh Tiongkok. Di sisi lain, Tiongkok juga menolak klaim “diplomasi jebakan utang”.

Dilaporkan Aljazeera, Senin (03/09/2019), data dari China-Africa Research Initiative di Sekolah Tinggi Ilmu Pengetahuan Internasional Universitas Johns Hopkins menunjukkan pemerintah Beijing meminjamkan sekitar US$ 125 miliar (sekitar Rp 1.833 triliun) ke benua Afrika dari tahun 2000 hingga 2016.

Sebelum FOCAC, Presiden Rwanda Paul Kagame, saat ini ketua Uni Afrika, juga menepis kekhawatiran itu. Kepada kantor berita resmi Xinhua, dia mengatakan isu “perangkap utang” adalah upaya untuk mencegah interaksi Tiongkok-Afrika.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, Aly-Khan Satchu, seorang analis ekonomi yang berbasis di Nairobi, ibu kota Kenya, mengatakan ada kekhawatiran nyata tentang diplomasi jebakan utang di benua Afrika.

“Ada kekhawatiran bahwa harga infrastruktur ini telah meningkat, dan bahwa sangat tidak mungkin untuk melakukan pengembalian investasi yang diperlukan bagi negara-negara ini untuk membayar utang. Masa depan hubungan Tiongkok-Afrika akan bergantung sepenuhnya pada bagaimana Tiongkok mengelola situasi utang ini, yang sekarang tidak terkendali,” tambahnya.

Sebelumnya, Xi pernah mengatakan investasi Tiongkok di benua Afrika “tidak memiliki ikatan politik”. Dana Tiongkok bukan untuk “proyek batil” di Afrika tetapi untuk membangun infrastruktur yang dapat menghilangkan kemacetan pembangunan.

“Tiongkok tidak ikut campur dalam urusan internal Afrika dan tidak memaksakan kehendaknya sendiri di Afrika,” kata Xi kepada rekan-rekan Afrika dan pemimpin bisnisnya di satu forum sebelum FOCAC.

Tanpa memberikan rincian, Xi berjanji Tiongkok akan mengatur dana perdamaian dan keamanan dan forum terkait, sambil terus memberikan bantuan militer gratis kepada Uni Afrika.

“Kerja sama Tiongkok-Afrika harus memberi orang-orang Tiongkok dan Afrika manfaat nyata dan keberhasilan yang dapat dilihat, yang dapat dirasakan,” imbuhnya.residen Tiongkok Xi Jinping menjanjikan US$ 60 miliar (sekitar Rp 880 triliun) dana bantuan keuangan kepada negara-negara Afrika. Dia juga berjanji untuk menghapus utang bagi negara-negara Afrika yang miskin.

Berbicara pada pembukaan pertemuan puncak utama dengan para pemimpin Afrika di Beijing pada Senin (03/09), Xi mengatakan jumlah bantuan itu termasuk US$ 15 miliar (sekitar Rp 220 triliun) dalam bentuk hibah, pinjaman bebas bunga dan pinjaman lunak, batas kredit US$ 20 miliar (sekitar Rp 293 triliun), US$ 10 miliar (Rp 146 triliun) untuk “pembiayaan pembangunan” dan US$ 5 miliar (sekitar Rp73 triliun) untuk membeli barang impor dari Afrika.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikaAfrika SelatanbantuanchinaCyril RamaphosaTiongkokutangXi Jinping
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diawasi Intelijen Jerman, Partai Rasis AfD akan Bubarkan Organisasi Pemudanya
Tulisan selanjutnya OIAA: UAS Terbukti Kukuhkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Keislaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?