Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Autokritik PIM Terhadap Demokrasi

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 6 September 2018 21:53 9:53 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 6 September 2018 21:53
Bagikan
Diskusi "Membangun Demokrasi Beradab” di Sekretariat CDCC/PIM, Jl Brawijaya VIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (06/09/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia diharapkan menjadi lebih beradab, terkhusus dalam konteks berdemokrasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama berbagai elemen bangsa dalam mewujudkan harapan itu.

Menurut Ketua Pergerakan Indonesia Maju (PIM) Prof Din Syamsuddin, perlu dilakukan revitalisasi demokrasi agar menjadi beradab.

“PIM ingin agar sedikit agar kita menggunakan upaya bersama yaitu merevitalisasi demokrasi ke arah yang beradab,” ujar Din dalam Sarasehan Pergerakan Indonesia Maju (PIM) bertema “Membangun Demokrasi Beradab” di Sekretariat CDCC/PIM, Jl Brawijaya VIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (06/09/2018).

Diskusi tersebut diharapkan menjadi autokritik terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya yang terjadi dewasa ini, termasuk terhadap demokrasi itu sendiri.

Baca: Mahfud: Demokrasi Kebablasan, Dijadikan Jalan Korupsi

Din mengatakan, kehidupan nasional dalam kemajemukan di Indonesia harus ditarik ke titik nilai. “Dan itu adalah etika. Bisa berdasarkan agama maupun budaya,” imbuhnya dalam acara yang dihadiri sejumlah narasumber lintas agama itu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia menyampaikan soal “jalan tengah” yang diusung CDCC termasuk PIM yang disebutnya sebagai titik temu dalam kemajemukan bangsa ini yang luar biasa.

“Kita tidak mau terjebak pada ekstremitas, baik dalam bentuk radikalitas, maupun dalam bentuk liberalisme,” ujarnya.

Jalan tengah yang disebutnya itu, terang Din, adalah jalan kemajemukan, dimana harus ada pengakuan terhadap kemajemukan yang luar biasa di negeri ini; agama, suku, budaya.

Baca: PKS Ungkap 4 Penyakit Akut Demokrasi Selama ini

Selain kemajemukan, Din menyebut pula “wawasan inklusif”, “toleransi tinggi”, dan “konsultasi”, sebagai hal yang disarankan menjadi jalan tengah.

Konsultasi yang dimaksud adalah permusyawaratan. Ia mengajak berbagai pihak menyelesaikan masalah secara bersama-sama dengan jalan dialog.

Di samping itu, Din juga mengajak bangsa ini untuk menuju ke arah perbaikan secara bersama-sama.

Nilai-nilai itulah yang ia ingin dimasukkan dan dirasukkan ke dalam demokrasi. “Dan mutlak perlu ada -ya istilah moderatnya- revitalisasi, reaktualisasi nilai-nilai demokrasi yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa ini.”

Baca: “Busung Lapar” Ditengah Pesta Demokrasi

Sementara itu, pembicara-pembicara dalam diskusi tersebut antara lain menyampaikan bahwa demokrasi memang banyak kekurangannya.

“Di dunia ini tidak ada demokrasi yang sempurna,” ujar Ketua Perhimpunan Majelis Buddha Indonesia Prof Philips K Wijaya.

Peneliti senior LIPI yang juga Wakil Ketua PIM, Prof Dr R Siti Zuhro, mengajak berbagai pihak untuk lebih berkeadaban dalam membangun bangsa dan negara.

Sementara Dewan Pengarah BPIP yang juga mantan Ketua MK, Prof M Mahfud MD, menarik demokrasi ke ranah hukum. Dimana hukum seharusnya tidak digunakan untuk menang-menangan, melainkan untuk mencari kompromi.

Sedangkan Dr Ali Masykur Musa selaku Ketua Ikatan Sarjana NU mengajak agar demokrasi yang ada saat ini diperbaiki.*

Baca: Mahfud MD Nilai Fenomena 212 Kemajuan Demokrasi

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabautokritikberadabBhinneka Tunggal IkaCDCCdemokrasidemokrasi beradabDin SyamsuddinkemajemukanMahfud MDparlemenPergerakan Indonesia MajuPIMSiti ZuhroWakil Ketua PIM
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahfud: Demokrasi Kebablasan, Dijadikan Jalan Korupsi
Tulisan selanjutnya Hujan Mendinginkan Cuaca di Saudi, Petugas Haji Bergembira

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?