Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Persoalan Ekonomi Diharapkan Jadi Tema Kampanye Pilpres

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 12 September 2018 14:23 2:23 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 12 September 2018 14:23
Bagikan
[Ilustrasi] Pasar.
Bagikan

Hidayatullah.com– Dalam beberapa hari ke depan, tepatnya pada 20 September 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan penetapan dan pengumuman pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden (Capres/Cawapres) Pemilu 2019.

Penetapan ini kemudian akan dilanjutkan dengan masa kampanye Pilpres yang berlangsung sekitar enam bulan, yaitu dimulai pada 23 September 2018-13 April 2019.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, panjangnya masa kampanye yang berlangsung hingga enam bulan harus dimanfaatkan maksimal oleh para capres/cawapres, guna menunjukkan bahwa mereka mempunyai solusi untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa saat ini dan lima tahun ke depan, terutama persoalan ekonomi.

“Saya berharap debat soal ekonomi mewarnai kampanye Pilpres nanti. Tidak ada yang bisa membantah bahwa saat ini ada masalah besar dan serius dalam fundamental ekonomi Indonesia sehingga kita begitu rapuh terhadap gejolak ekonomi dunia. Capres/Cawapres harus bisa menjelaskan kepada rakyat solusi mereka untuk ‘menyembuhkan’ ekonomi kita yang sedang ‘sakit’ ini,” tukas Fahira dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/09/2018).

Menurut Fahira, jika nanti pada masa kampanye ada pasangan capres/cawapres atau tim kampanyenya yang mengusung tema sentral kampanye di luar ekonomi, artinya mereka tidak paham apa prioritas yang harus segera diselesaikan oleh bangsa ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Saat ini, fundamental ekonomi Indonesia sangat lemah karena bangsa ini defisit atau tekor dari segala sektor dan jurusan.

Saat ini, sambungnya, ada gelagat dari pihak-pihak tertentu yang terus menjadikan kebinekaan sebagai ‘dagangan’ kampanye dengan menuding pihak-pihak yang berseberangan tidak menghargai kebinekaan, kemudian dilabeli radikal, tidak nasionalis, bahkan distigma anti pancasila.

Padahal kebinekaan adalah fakta di negeri ini dan sudah diselesaikan oleh para pendiri bangsa ini lewat persatuan.

“Persatuan kita akan semakin kuat jika keadilan ekonomi tercipta di negeri. Caranya, pulihkan kembali ekonomi bangsa ini. Hentikan kebergantungan ekonomi kita terhadap barang impor terutama pangan dan energi yang sangat besar serta segera stabilkan harga-harga bahan pokok.

Jadi tidak nyambung jual isu soal kebinekaan sementara ekonomi terpuruk. Saya harap ini jadi perhatian pasangan capres/cawapres dan tim kampanyenya,” pungkas Senator atau Angota DPD RI DKI Jakarta ini yang kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2019 ini.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:capres-cawapresDPD RIekonomiFahira IdrisJokowi-Ma'rufkampanyePembangunanPemilu 2019Pilpres 2019politikPrabowo-Sandi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aung San Suu Kyi Kembali Tak Hadir di Sidang Umum PBB
Tulisan selanjutnya Narkoba peredaran pandemi covid-19 Narkoba Dinilai Mengancam Bonus Demografi Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?