Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahasiswa PSU Aksi Peduli Warga Nongcik, Menolak Operasi Darurat Militer di Pattani

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 September 2018 10:21 10:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 September 2018 10:21
Bagikan
Mahasiswa kampus Prince of Songkla University, Kampus Pattani (PSU)
Bagikan

Hidayatullah.com–Puluhan aktivis Mahasiswa kampus Prince of Songkla University, Kampus Pattani (PSU), hari Rabu (19/09/2018) menggelarkan aksi peduli terhadap warga Pattani yang sedang dalam kepungan Operasi Darurat Militer di Bangkhao dan Thakamcham, Distrik Nongcik, Pattani.

Dalam aksi kali ini, mahasiswa melakukan kampanye bersama peduli terhadap warga sipil di daerah Nongcik dengan slogen “Ayo Bersama Chek-in ke Nongcik” disela-sela acara berlangsung panitia pelaksanaan juga memberi bulitin kepada peserta aksi, di gedung kuliah umum kampus PSU, Pattani.

Setelah Komando Operasi Keamanan Internal Wilayah 4  bagian selatan Thailand mengumumkan undang-undang darurat militer dengan kontrol area kecamatan Tha Kam Cham dan area sekitarnya.

Operasi militer, dilakukan dengan tindakan membabi-buta dengan dugaan mencari pembunuh anggota Rangers (pasukan elit) yang sedang melakukan patroli di daerah tersebut. Akibat kasus ini, dua orang anggota militer dan empat orang terluka-luka pada 11 September 2018 pekan lalu.

Baca: Operasi Militer di Nong Chik Pattani Memberi Rasa Takut Warga

Menurut Arif Daleng, Koordinator Persekutuan Mahasiswa Anak Muda dan Siswa Pattani (PerMAS) mengatakan bahwa setelah aparat militer Thailand menerapkan Undang-Undang (UU) Darurat Militer di Area Khusus tersebut, PerMAS sendiri telah memutuskan untuk segera turun kelapangan memantau dan mendengarkan keluhan penduduk desa. sekaligus mengamat situasi dan kondisi di kawasan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ia menambahkan bahwa PerMAS sangat percaya bahwa konflik tidak akan bisa diselesaikan dengan UU Darurat Militer, hanya saja konflik dapat menyelesai dengan secara politis.

“Ayo bersama chek-in ke Nongik,  pada hari ini kami mengajak teman-teman mahasiswa untuk melihat apa yang sedang terjadi? Bagaimana suasananya? Bagaimana kehidupan warga sipil berada di bawah kendali tentara?” katanya.

“Warga masyarakat di Bangkau daerah Nongcik mereka sangat khawatir dan cemas. Operasi ini jangka panjang tidak akan membawa hasil positif, bahkan membuat warga semakin derita terhadap operasi undang-undang darurat ini,” tambah Arif seperti dilansir Free Voice.

“Kita selaku mahasiswa, saya pikir perlu untuk pergi ke daerah itu. Kita akan Kumpulkan data dari penduduk desa bagaimana perasaan mereka. Apa kebenarannya? Dan kami bersikeras bahwa apabila militer memimpin politik tidak bisa memadam api konflik ini,” ungkap Arif.

Sobariyah seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Politik, yang juga penduduk asli daerah tersebut mengatakan, di masa lalu terbukti bahwa UU Darurat Militer tidak dapat menyelesaikan konflik di Pattani.

 Baca: Di Bawah UU Darurat Militer, Warga Patani Ditangkap karena Mengambil Gambar .

Konflik telah berlanjur lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Hal itu telah membuktikannya bahwa militer tidak akan bisa menyelesai dengan benar.

Ia yakin pemerintah Thailand akan segera membatalkannya undang-undang dan membuka ruang politik untuk masyarakat juga memiliki hak atas kebebasan bersuara. Dan hal Inilah akan menjadi titik tolak awal yang efektif untuk manajemen konflik.

Dipenghujung aksi ini, Anas, mahasiswa Pascasarjana PSU menegaskan dalam orasinya  bahwa mahasiswa tidak lain seumpama anak rakyat yang harus membelanya.

“Kita semua juga adalah anak cucu dari rakyat dan juga bukan orang lain. Ayo mari bersama kita berangkat menuju ke Kampung Bangkau Nongcik dan kawasan tersebut hanya dekat saja dengan PSU,” tegas Anas.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 1000 aparat militer dikerahkan di dua kacamatan dua kacamatan — Bang Khao dan Thakamcham– Distrik Nong Chik, Provinsi Pattani dalam sebuah Operasi Darurat Militer dengan alasan mencari penyerang anggota Ranger.

Militer melakukan pengepungan dan penutupan desa berlaku 24 jam sehari untuk melacak apa yang mereka klaim sebagai ‘militan gerakan Pattani’ yang bersembunyi di area tersebut.

Akibat operasi militer masyarakat merasakan tidak nyaman dan ketakutan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:darurat militerNong Chikoperasi militerPattaniRangerthailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dahnil Koordinator Jubir Prabowo-Sandi: Indonesia Butuh Pemimpin Kuat
Tulisan selanjutnya Membahas Syiah Bukan Berarti Memecah Belah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?