Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Operasi Militer di Nong Chik Pattani Memberi Rasa Takut Warga

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 September 2018 20:30 8:30 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 September 2018 20:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Warga masyarakat di distrik Nong Chik, Pattani mengaku hidup dalam ketakutan karena kehadiran angkatan darat dalam operasi militer di kampung halaman mereka pasca kematian dua anggota ranger (pasukan elit).

“Kami takut dan tidak ingin meninggalkan rumah kami hari ini,” kata Nuda, yang suaminya telah berada di bawah tahanan militer sejak hari Ahad, sebagaimana dikutip The Nation.

Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, Komando Operasi Keamanan Internal Wilayah 4 (Region 4) menyatakan tambon Bang Khao dan Tha Kham Cham distrik Nong Chik telah menjadi “zona kendali khusus” sejak hari Ahad.

“Kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Para prajurit terus mengawasi orang-orang yang keluar masuk desa, ”tambah Nuda.

Seperti dilansir Prachatai pada 11 September 2018 yang lalu, telah serangan kelompok bersenjata di Pattani disergap tentara Korp Renger di 4303 Pasukan Khusus di Rangsit 43, Ban Bang Tan, Bang Khae, Nongcik, provinsi Pattani. Akibatnya dua pasukan Ranger tewas dan empat orang luka-luka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pasca kejadian, Mayor. Lt. Piyawat Nagawanit, Jenderal Region 4 mengumumkan menerapkan Undang-Undang Darurat Militer serta operasi pengepungan di dua kacamatan, Bang Khao dan Thakamcham, distrik Nongcik, Pattani.

Baca: Di Bawah UU Darurat Militer, Warga Patani Ditangkap karena Mengambil Gambar .

Militer menangkap delapan tersangka, termasuk suami Nuda berudia 28 tahun.

“Saya tidak percaya dia mengambil bagian dalam serangan itu saat dia bekerja di sebuah pabrik lokal dan bergegas pulang setelah bekerja setiap hari,” katanya dikutip The Nation.

Nuda menjelaskan bahwa dia dan suaminya sedang makan malam bersama anak-anak mereka di rumah pada hari Ahad malam ketika sekitar 30 tentara bersenjata muncul, menjelajahi rumah dan membawa suaminya pergi.

“Para prajurit membawa suami saya berkeliling rumah dengan todongan senjata ketika mereka melakukan pencarian menyeluruh,” katanya, menambahkan bahwa mereka bahkan mengambil teleponnya, yang membuat hidup menjadi sulit.

“Saya telah menjual sutra secara online untuk mendapatkan uang tambahan untuk keluarga saya. Sekarang saya kehilangan semua kontak saya karena para anggota militir merampas telepon saya, ” katanya.

Hari Senin, dia dan beberapa tetangga pergi ke kantor cabang lokal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mengajukan keluhan dan mencari bantuan.

“Saya harap suami saya dilindungi. Saya khawatir dia akan dipaksa mengaku melakukan kejahatan yang tidak dia lakukan, ”kata Nuda.

Pornen Kongkachornkiat, Direktur Yayasan Lintas Budaya, mengaku cemas dan khawatir terkait langkah-langkah yang digunakan kelompok militer ini.

“Itu hanya akan menebarkan rasa tidak percaya,” katanya. “Saya tidak menentang serangan yang sedang diselidiki, tetapi saya tidak setuju dengan langkah-langkah yang digunakan militer.” Dia menambahkan bahwa perintah yang dikeluarkan pada hari Ahad belum digunakan di (Thailand) bagian Selatan selama lebih dari satu dekade ini.

Namun, Kepala Angkatan Bersenjata Devisi Keempat LetJen Piyawat Nakwanich, yang menandatangani perintah hanya dua minggu sebelum masa pensiunnya, membela tindakan yang diambil.

“Kami menerapkan langkah-langkah ini untuk keselamatan orang-orang. Klaim penganiayaan tidak valid karena kami telah mengambil tindakan berdasarkan bukti, ”jelasnya. Dia menambahkan bahwa empat dari tersangka telah mengaku kejahatan dan memberikan rincian tentang insiden tersebut.

Ia memerintahkan bahwa semua warga dan kendaraan harus didaftarkan dengan unit militer dan distrik di Tambon Bang Khao dan Tambon Tha Kham, Distrik Nong Chik, Pattani dalam tempoh 7 hari, mulai Senin, 17 September 2018 kemarin.

Lebih dari 1000 aparat berada di dua kacamatan tersebut, pengepungan dan penutupan desa berlaku 24 jam sehari untuk melacak apa yang mereka klaim sebagai ‘militan gerakan Pattani’ yang bersembunyi di area tersebut.

Di sisi lain, operasi militer tersebut mengakibatkan rasa tidak nyaman bagi warga. Manajer Online menulis, sebanyak lima keluarga dan perwakilan dari warga-warga yang dicurigai kini ditahan di dua kacamatan, Distrik Nong Chik, Provinsi Pattani.

Baca: Militer Thailand Ikut Razia Pesantren 

Mereka mengadukan keluhan ini di Pusat Koordinasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Provinsi Perbatasan Selatan,  Senin, 17 September kemarin.

Warga merasa dicurigai dan takut. Sebagian besar dari mereka tidak mempercayai warga menjadi dalang insiden tersebut.

Menurut pihak kepolisian, ada sembilan orang ditahan yang diklaim sebagai tersangka, termasuk Farid Chektea, Ibrahim Yusuh, Abdul Halim Samoh, Hasmin Latek, Ma’Hamdee Baka, Masama’ Samaiae, dan Habidi Sulong.

Warga setempat  merasa cemas tindakan intimidasi aparat dengan pengepungan, mereka tidak berani keluar dari rumah dan khawatir akan ditangkap aparat, kutip Manager Online

Warga juga menolak kebijakan Kepala Angkatan Bersenjata Devisi Keempat LetJen Piyawat dalam rilis berita yang mengumumkan akan mengambil salah satu keluarga tersangka, termasuk orang tua, istri atau keluarganya. Menurut mereka, dalam UU Pidana Thailand, yang bisa ambil hanya salah satu pelaku yang melakukan tindak kriminal.

Warga yang sebagian besar adalah nelayan ini  biasa keluar pada malam hari untuk bekerja. Namun kini mereka banyak di rumah karena ketakutan setelah ribuan aparat mengepung desa-desa dengan berpakaian hitam dan senjata lengkap.*/Johan Lamidin

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:darurat militerNong Chikoperasi militerPattaniRangerthailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pekerjaan Mematikan di India: Tukang Bersih Selokan dan Jamban
Tulisan selanjutnya 12 Hari di Xinjiang: Bagaimana Pengawasan Negara Membanjiri Kehidupan Sehari-hari [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?