Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Akankah Jenewa 2 Berhasil?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Januari 2014 21:23 9:23 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Januari 2014 21:23
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhammad Zulfikar Rakhmat

BEBERAPA  hari belakangan ini, media disibukkan oleh pemberitaan tentang konferensi kedamaian yang akan diadakan di kota Jenewa, Swiss pada 22 Januari ini. Konferensi yang akan dihadiri sekitar 30 negara ini bertujuan untuk mencari solusi akan konflik di Suriah yang kian hari makin memburuk.

Namun melihat adanya beberapa masalah, konferensi ini sepertinya tidak akan membawa hasil yang memuaskan.

Asal Usul Konferensi Jenewa

Setahun setelah berlangsungnya konflik antara militer pendukung Bashar al Assad dan oposisi, Rusia dan Amerika berpendapat bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah di Suriah adalah melalui jalur politik.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Pada bulan Juni 2012, politisi dari Washington dan Moskow, bersama dengan politisi dari beberapa negara lain, mengadakan pertemuan di Jenewa yang menghasilkan the Geneva Communique (Komunike Jenewa). Dokumen ini merupakan titik acuan pembentukan badan transisi – yang disepakati oleh kedua belah pihak – di Suriah dengan kekuasaan eksekutif penuh yang akan mengawasi Pemilu dan perpindahan kekuasaan di Damaskus.

Sejak itu beberapa upaya telah dikerahkan dengan tujuan untuk mencari titik temu antara kedua belah pihak. Namun upaya-upaya ini telah gagal karena adanya perselisihan di masing-masing pihak tentang siapa yang harus mewakili mereka dalam pertemuan tersebut dan mengenai peran Assad pada masa yang akan datang.

Sejak Jenewa I diadakan, tidak ada hasil signifikan yang dapat dilihat di Suriah maupun di dunia internasional. Anggota militer Assad tetap saja melakukan penyerangan militer terhadap kampung-kampung, rumah sakit, dan klinik-klinik kesehatan. Bantuan makanan dan kesehatan pun masih susah untuk masuk ke Suriah, terutama di daerah yang susah dijangkau. Negara-negara seperti Amerika, Prancis, dan Inggris masih gagal untuk member sanksi ekonomi maupun politik terhadap pemerintah Assad.

Bagaimana Nasib Assad?

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada November 2013, Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa, Ban Ki Moon mengumumkan akan diadakannya pertemuan lanjutan yang akan diselenggarakan pada 22 Januari ini. Ban Ki Moon menyatakan bahwa Jenewa II ini merupakan salah satu cara terjadinya transisi politik secara damai di Suriah yang akan memenuhi aspirasi warga Suriah.

Tujuan diadakannya Jenewa II adalah untuk mencapai kesepakatan antara pemerintah Assad dan oposisi dalam pelaksanaan Komunike Jenewa yang disepakati pada pertemuan Jenewa yang pertama.

Banyak yang menganggap bahwa Jenewa II merupakan cara terbaik untuk menyudahi pertumpahan darah di Suriah.Para diplomat dan politisi dari negara-negara superpower bahkan bersikeras bahwa tidak ada alternative untuk menyelesaikan masalah Suriah kecuali melalui pertemuan ini.

Namun kemungkinan berhasilnya pertemuan ini untuk mencari titik temu masih dipertanyakan. Kedua belah pihak masih berselisih mengenai peran Assad di masa yang akan datang. Pihak oposisi menginginkan Assad untuk segera mundur sedangkan pejabat rezim masih mempertahankan bahwa Assad harus memimpin setiap transisi politik di Suriah. Lebih lagi, masih ada kemungkinan bahwa Assad akan mencalonkan diri pada Pemilu tahun ini.

Lebih lagi, para peserta dalam konferensi ini pun tidak berharap untuk menemukan resolusi di Jenewa.Sekretaris Negara Amerika, John Kerry, telah menyatakan bahwa konferensi Jenewa bukanlah the end of the conflict namun merupakan the beginning of the peace process.

Yang lebih penting lagi ialah tidak adanya representative masyarakat sipil Suriah.Orang-orang di Suriah menginginkan adanya pelucutan senjata antara kedua belah pihak.Namun siapa yang akan mendorong aspirasi mereka dalam konferensi ini?

Selain itu, mengingat bahwa para komandan kelompok pejuang oposisi telah menyatakan bahwa mereka tidak akan terikat oleh hasil pertemuan, kemungkinan adanya gencatan senjata masih sangatlah kecil.

Walaupun pemerintah Assad telah mengumumkan kehadirannya dalam pertemuan tersebut, beberapa actor penting dalam konflik Suriah masih berselisih mengenai kehadiran mereka.

Perlu diingat bahwa seluruh keputusan penting diputuskan di Damaskus, jika tidak ada dari mereka yang hadir, maka para delegasi-delegasi yang terpilih tidak bisa memutuskan hal-hal penting dalam konferensi ini.Tanpa partisipasi seluruh pemeran penting dalam konflik ini, perdamaian akan tampak susah untuk dicapai.

Keterlibatan Iran

Tidak bisa dipungkiri partisipasi Iran dalam konferensi ini sangatlah penting.Selama ini Iran merupakan salah satu negara yang mendukung penuh Assad untuk tetap duduk dibangku kemimpinan di Damaskus.Menurut Iran hubungannya dengan Assad sangatlah penting demi menjaga hubungan baik dengan Hizbullah dan jatuhnya Assad dari kemimpinan akan melemahkan posisi Iran di kawasan Timur Tengah

Iran juga takut karena runtuhnya pemerintah Assad akan menguatkan posisi Saudi Arabia yang menurutnya dianggap membahayakan kelompok Syiah di Negara seperti Libanon dan Bahrain.

Oleh karenanya, jika Iran tidak ikut serta dalam konferensi ini, Iran akan terus member dukungannya kepada Rezim Assad dan konflik kemungkinan akan terus berlanjut.

Entah pertemuan ini akan berbuah hasil atau tidak, konflik di Suriah hanya dapat diselesaikan di Damaskus, bukan di Jenewa. Selama Assad tetap berkuasa, konflik di Suriah akan susah untuk diselesaikan.*

Penulis  asisten peneliti di jurusan hubungan internasional dan politik Timur Tengah, Universitas Qatar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:suriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tasawuf dan Gerakan Pemalsuan Sufi
Tulisan selanjutnya Acara Televisi ‘Israel’: Ingin Boikot ‘Israel’ Berhenti, Hentikan Penjajahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?