Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

MUI Garut: Pembakaran Kalimat Tauhid Tidak Boleh

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2018 21:39 9:39 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 22 Oktober 2018 21:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut menyikapi kasus pembakaran bendera berlafadz Arab kalimat tauhid yang dilakukan belasan orang berseragam Barisan Ansor Serbaguna (Banser) pada peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, Ahad (21/10/2018).

“Ini sedang dilakukan penelusuran ada motif apa gitu (di balik pembakaran tersebut),” ujar Ketua MUI Kabupaten Garut KH Sirojul Munir kepada hidayatullah.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (22/10/2018) sore.

Oleh karena itu, Ceng Munir, sapaannya, mengaku belum bisa berkomentar panjang soal kasus pembakaran ‘bendera tauhid’ itu.

“Sedang diinvestigasi. Yang jelas ada pembakaran itu,” jelasnya.

Baca: Dandim 0611 Garut: Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid Sudah Diamankan

Namun saat ditanya apa sikapnya jika bendera bertuliskan lafadz tauhid dibakar? Ceng Munir menjawab.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurutnya, pembakaran tersebut harus dilihat dari dua pembahasan. Pertama, kata dia dari unsur sosial politik.

“Karena mereka katanya menganggap bahwa bendera itu bendera Hizbut Tahrir gitu, kan. Ini untuk sementara. Sementara Hizbut Tahrir sudah dibubarkan, tidak boleh ada kegiatan apapun apalagi membawa bendera di (muka) umum gitu kan. Nah itu pendapat dari anak-anak Banser gitu kan,” ujarnya.

“Tapi kalau dilihat dari sisi syariah, kalau memang bukan dari organisasi terlarang di Indonesia, itu makanya tidak boleh kan dilakukan semacam itu atas pembakaran kalimat tauhid,” ujarnya.

Baca: Ini Klarifikasi Banser Soal Pembakaran “Bendera Tauhid” di Garut

“Tapi ada pihak lain juga dari… (kalau ada) semacam potongan-potongan dari Al-Qur’an, kalimat-kalimat thayyibah, ditemukan dimana gitu, daripada diinjak-injak atau kebuang kemana-mana lebih baik dibakar gitu kan, itu juga tidak jadi masalah,” katanya.

“Makanya ini sedang dikaji oleh MUI Kabupaten Garut bagaimana gitu nanti,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas memberi penjelasan terkait pembakaran ‘bendera tauhid’ yang terjadi saat Banser Garut merayakan hari santri pada Ahad (21/10/2018), meski sebelumnya telah memperingatkan anggotanya soal bakar-membakar bendera.

“Untuk tidak lagi melakukan pembakaran bendera apapun,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Senin (22/10/2018).

Sebagaimana diketahui, hari ini beredar secara viral sebuah video dimana belasan anggota Barisan Ansor Garut sedang membakar bendera bertuliskan lafadz Arab kalimat tauhid “La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah”.

Baca: Masyarakat Riau Tolak Semua Kegiatan GP Ansor dan Banser

Berdasarkan video berdurasi 02.04 menit yang diterima hidayatullah.com, Senin (22/10/2018) dan viral di berbagai media sosial, belasan anggota Banser membakar bendera berwarna dasar hitam dan bertuliskan lafadz tauhid berwarna putih yang dituding identik dengan bendera sebuah organisasi yang telah dibubarkan pemerintah. Pembakaran dilakukan sambil menyanyikan mars NU.

Dalam tayangan video tersebut, seorang anggota membawa bendera hitam bertuliskan lafadz tauhid lalu mulai melakukan pembakaran bersama rekan-rekannya. Mereka berkumpul untuk bersama-sama menyulut bendera tersebut dengan api pada suatu lapangan yang diramaikan para santri berpakaian putih-putih.

Sebagian dari para pembakar itu mengenakan pakaian loreng khas Banser lengkap dengan baret hitam. Salah seorang diantaranya memakai baju bertuliskan “Diklats… Banser Garut”.

Baca: GP Ansor Riau Memohon UAS Menerimanya

Tak hanya bendera, mereka juga tampak membakar ikat kepala berwarna hitam dengan tulisan lafadz Arab kalimat tauhid senada. Agar kedua benda lebih cepat dilalap api, mereka menggunakan kertas koran bekas yang juga telah disulut.

Pembakaran itu tampak dilakukan dengan penuh semangat terlihat dari gestur dan ekspresi mereka, ditambah mars “Hubbul Wathon Minal Iman” yang kompak mereka lantunkan, sambil mengepal-epalkan tangan.

Dandim 0611 Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz S Sos mengatakan bawah pelaku pembakaran bendera berlafadz kalimat tauhid yang dilakukan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Ansor, Nahdlatul Ulama (NU) Garut, sudah diamankan.

Baca: Ansor Minta UAS Dimonitor karena Krunya Pakai Simbol Tauhid

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AnsorBanserbendera tauhidDandim 0611 GarutGarutHTIMUI GarutNUSirojul MunirSoedarmoYaqut Cholil Qoumas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasang Iklan Antirokok Philip Morris Dituduh Munafik
Tulisan selanjutnya Ketua GP Ansor: Tak Boleh Lagi Ada Pembakaran Seperti di Garut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?