Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Haedar Nashir: Menjadi Santri Harus Berakhlak Mulia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2018 13:47 1:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Oktober 2018 13:47
Bagikan
Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir (kanan) bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada acara silaturahim keluarga besar kedua ormas Islam itu di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (23/03/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Gempita merasa menjadi santri tampak menggema di tanah air hari-hari ini. Berbagai pernyataan, jargon, dan upacara untuk menunjukkan diri sebagai santri meluas di mana-mana.

“Kita bersyukur mudah-mudahan kenyataan tersebut dapat menjadi pertanda baik akan adanya wujud keislaman yang lebih berkualitas dari umat Islam di negeri ini. Tentu diharapkan dapat mewarnai kehidupan Indonesia yang makin berada di jalan yang benar, baik, maju, dan sejiwa dengan nilai-nilai luhur Islam.

Sekaligus dengan pengaruh santri, maka Indonesia menjadi negara dan bangsa yang bebas dari korupsi, aji mumpung kekuasaan, kekerasan, kemaksiatan, dan segala keburukan yang membuat citra negeri ini terpuruk,” harap Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dirilis Suaramuhammadiyah.id di Yogyakarta, Selasa (23/10/2018).

Baca: Wali Kota Depok Ingatkan Santri Serap 3T

Menurutnya, sosok santri adalah perlambang kebajikan beragama atau berislam. Sehingga kesantrian itu harus menunjukkan jiwa, pikiran, perilaku, dan tindakan keislaman yang benar-benar Islami secara nyata. Bukan dalam klaim dan retorika belaka.

Sebagaimana diketahui secara umum bahwa santri adalah julukan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Substansi Hari Santri, Kepemimpinan dengan Nilai-nilai Pesantren

Santri, kata Haedar, melekat dengan dunia pesantren yang mendidik beragama dengan benar dan baik. Santri bahkan telah menjadi kategori keagamaan untuk menunjuk Muslim yang taat menjalankan agama Islam. Sering disimbolkan kaum putih sebagai perlambang bersih atau suci, lawannya abangan. Jadi, betapa luhur status keislaman kaum santri, sehingga bukan atribut yang sembarangan.

“Karenanya kaum santri tentu harus menunjukkan sikap, tutur kata, dan tindakan yang berakhlak mulia (al-akhlaq al-karimah), sebagaimana diajarkan di pesantren tempat para santri dididik agama dengan sebaik-baiknya.

Baca: Pesantren Kena Gempa dan Tsunami, Santri-Ustadznya Selamat

Sebutlah akhlak jujur, amanah, menjaga lisan (hifdzul lisan), sopan santun, damai, tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), kata sejalan tindakan, dan segala perangai yang mulia, serta menebar rahmat bagi orang lain dan lingkungannya,” ulasnya.

Sebaliknya, kata Haedar, kaum santri harus menjauhi segala perilaku yang tercela atau al-akhlaq al-madzmumah yang merugikan diri sendiri, orang lain, dan lingkungannya.

Santri tidak melakukan akhlak yang buruk seperti kekerasan kepada siapapun dan apapun seperti menyiksa, membakar, dan berbuat onar atau anarkis di ruang publik hatta atas nama perbuatan baik.

Baca: Ini Klarifikasi Banser Soal Pembakaran “Bendera Tauhid” di Garut

“Santri tidak dibenarkan berbuat sekehendaknya, apalagi dengan menggunakan alasan agama dan nasionalisme. Jika berbeda paham atau pandangan kaum santri tetap baik, damai, dan toleran sebagai wujud ukhuwah.

Kalau beramar-ma’ruf maupun bernahi-munkar harus dilakukan dengan cara yang baik, sebagaimana prinsip dakwah dengan cara yang bijaksana (bil-hikmah), dengan pelajaran yang baik (wa al-mauidhatul hasanah), dan dialogis (wa jadil-hum bi-llati hiya ahsan),” ungkapnya.

Dalam pandangan Haedar, jika kaum santri dapat menunjukkan uswah hasanah atau teladan yang baik, maka umat dan bangsa akan menjadi khaira ummah. Umat dan bangsa tidak dibikin resah.

“Sebaliknya, manakala tidak mampu menunjukkan keteladanan akhlak mulia, maka kesantrian menjadi jauh panggang dari api. Lantas publik akan hilang kepercayaan kepada kaum santri, yang tentu saja berdampak luas pada citra umat Islam di negeri ini,” tukas Haedar.*

Baca: Muhammadiyah: Wajar Umat Marah atas Pembakaran ‘Bendera Tauhid’

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabbendera tauhidhaedar NashirHari SantriHari Santri NasionalKetua Umum PP MuhammadiyahMuhammadiyahpembakaran benderasantri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Grand Syeikh Azhar: Umat Islam Korban Sebenarnya Terorisme
Tulisan selanjutnya Pemuda DDII Dukung MUI Sesalkan Pembakaran ‘Bendera Tauhid’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?