Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Denmark Gagalkan Rencana Serangan Iran di Wilayahnya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2018 19:21 7:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Oktober 2018 19:12
Bagikan
Polisi Denmark mencegat sebuah mobil di perbatasn darat di Pulau Zealand, yang berisi orang-orang yang berkaitan dengan rencana serangan Iran di Denmark.
Bagikan

Hidayatullah.com–Denmark hari Selasa (30/10/2018) menuding dinas intelijen Iran merencanakan serangan atas disiden Arab Iran di wilayah Denmark.

Kepala dinas intelijen dalam negeri Denmark PET Finn Borch Andersen mengatakan bahwa lembaganya mencurigai intelijen Iran “merencanakan sebuah serangan di tanah Denmark” terhadap 3 anggota Arab Struggle Movement for the Liberation of Ahwaz (ASMLA), lansir DW.

Seorang warga negara Denmark asal Arab pada tanggal 21 Oktober ditangkap di Swedia dalam kaitannya dengan rencana serangan itu dan diekstradisi ke Norwegia, kata pihak berwenang Swedia.

Andersen mengatakan tersangka sudah mengambil foto kediaman para anggota AMSLA, yang dicap rezim Syiah Teheran sebagai kelompok teroris.

Lebih lanjut Andersen menjelaskan bahwa operasi besar-besaran yang dilakukan pada bulan September —yang mana aparat keamanan Denmark memutus jalur penghubung darat dengan Pulau Zealand di mana terdapat ibukota Kopenhagen– merupakan dari upaya pengejaran terhadap seorang tersangka dari serangan yang berhasil digagalkan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tiga anggota AMSLA saat ini masih dalam perlindungan kepolisian Denmark sebab “ancaman maut masih mengintai mereka,” imbuh Andersen.

Rezim Syiah Teheran menuding kelompok separatis Arab sebagai pelaku penyerangan atas parade militer di kota Ahvaz, bulan September, yang menewaskan 25 orang. Hal tersebut membuat penguasa di negeri Persia itu menuding kelompok separatis Arab mendapatkan bantuan dari luar negeri.

Kelompok Ahvaz National Resistance (ANR), salah satu faksi AMSLA, kepada sebuah stasiun TV Iran yang berbasis di London mengklaim sebagai pelaku serangan tersebut. Sementara kelompok ISIS alias Daesh juga mengklaimnya, sehingga Teheran meluncurkan rudal balistik atas sejumlah target di Suriah pada awal bulan Oktober.

Akan tetapi kemudian, AMSLA yang berbasis di Belanda, membantah memiliki keterkaitan apapun dengan serangan di Ahvaz. Media Denmark kemudian melaporkan bahwa anggota ANR yang mengklaim sebagai pelaku serangan tinggal di Denmark.

Orang-orang Arab yang tergabung dalam kelompok separatis sudah melancarkan serangan-serangan kecil di Provinsi Khuzestan, Iran, lebih dari satu dekade.

Pada tahun 2017, pemimpin AMSLA Ahmad Mola Nissi ditembak mati di Belanda oleh orang tak dikenal, dalam serangan yang dipandang sebagai pembunuhan bermotif politik.

Menlu Denmark Anders Samuelsen mengatakan bahwa dia telah memanggil pulang Dubes Denmark dari Teheran untuk melakukan konsultasi. Kemenlu juga mengatakan telah memanggil Dubes Iran di Kopenhagen guna dimintai penjelasan.

“Pemerintah Iran, negara Iran adalah pihak di belakang” rencana ini semua, kata Sameulsen.

Dia juga menambahkan bahwa Denmark sudah mencapai kesepakatan dengan mitra-mitranya di Eropa guna “mengambil langkah lebih lanjut” terkait masalah ini, termasuk kemungkinan sanksi atas Iran.

Iran di balik serangan bom Paris

Sebelum kasus di atas, Prancis, Belgia dan Jerman menuding dinas intelijen Iran sebagai otak serangan bom yang gagal pada 30 Juli di Paris, dalam sebuah acara rapat umum yang digelar kelompok oposisi Iran di pengasingan MEK, yang dicap rezim Teheran sebagai teroris.

Bulan Juli, kejaksaan di Jerman mendakwa seorang diplomat Iran bekerja sebagai agen intelijen asing dan melakukan konspirasi untuk melakukan pembunuhan sebagai bagian dari serangan bom atas kelompok MEK di Paris tersebut.

  • Diplomat Iran Ditangkap Terkait Rencana Serangan Atas Kelompok Oposisi MEK di Prancis
  • Austria Desak Iran Cabut Imunitas Diplomatnya Terkait Rencana Bom MEK

Pihak kejaksaan Jerman menuding diplomat Iran menyewa satu pasangan Belgia-Iran untuk melakukan serangan di Paris itu. Aparat Jerman menangkap diplomat Iran tersebut saat dia berlibur di wilayah Bavaria, jauh dari tempat tugasnya di Austria. Oleh karena diplomat Iran itu sedang berada di luar wilayah dinasnya, maka dia tidak berhak atas status kekebalan diplomatik.

Awal bulan ini, otoritas Jerman mengekstradisi diplomat Iran itu ke Belgia.

Iran menuding Denmark, Prancis, Belanda, Inggris dan sejumlah negara lainnya menampung orang-orang yang dicapnya sebagai disiden dan teroris.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wanita Pelaku Bom Bunuh Diri di Tunis Sarjana Pengangguran
Tulisan selanjutnya India Resmikan Patung Tertinggi di Dunia Seharga $400 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?