Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Pelaku Bom Bunuh Diri di Tunis Sarjana Pengangguran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2018 18:35 6:35 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Oktober 2018 18:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pihak berwenang Tunisia telah mengidentifikasi pelaku serangan bom bunuh diri hari Senin (29/10/2018) yang melukai 9 orang di ibukota Tunis.

Kantor kejaksaan mengatakan pelaku adalah Mouna Guebla, berusia 30 tahun, seorang sarjana pengangguran yang berasal dari Mahdia, bagian timur Tunisia.

Guebla sepertinya menggunakan bom rakitan dan bukan bom sabuk, kata sumber-sumber kepolisian kepada kantor berita AFP.

Ayah wanita itu meragukan putrinya melakukan aksi tersebut atas kemauan sendiri.

“Saya tahu dia tidak bermaksud sengaja melakukan hal-hal semacam itu,” kata Mouhamed Guebla seperti dikutip AFP.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Setelah kuliah di jurusan bahasa Inggris, Mouna menjadi pengangguran selama tiga tahun, dan dia membantu mengurus domba-domba demi menopang kehidupan keluarganya.

Tunisia termasuk negara di kawasan Afrika yang paling tinggi tingkat pendidikan warganya. Sayangnya, sepertiga dari lulusan perguruan tinggi menganggur.

Menurut Menteri Dalam Negeri Hichem Fourati, Mouna Guebla tidak termasuk dalam daftar orang yang diawasi pihak keamanan atau potensial ekstrimis dan “tidak diketahui” perihal latar belakang keagamaannya atau afiliasinya.

Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengklaim berada di balik serangan itu. Namun, media lokal menduga kemungkinan Mouna Guebla teradikalisasi lewat internet.

Hari Selasa (30/10/2018) kondisi di kota Tunis sudah berangsur normal, meskipun aparat keamanan masih dikerahkan dalam jumlah besar di sekitar lokasi kejadian.

Tunisia memberlakukan status negara dalam keadaan darurat sejak 2015, menyusul serangan bersenjata di Museum Bardo pada bulan Maret yang menewaskan 22 orang, lalu ledakan di kota wisata Sousse pada bulan Juni yang merenggut 38 nyawa, dan peledakan bus pengangkut petugas pengawal presiden yang menewaskan 12 personel keamanan.

Awal Oktober status darurat tersebut diperpanjang sampai 6 November, menjelang pemilu yang akan digelar tahun depan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ayah Jihadi Jack Minta Bantuan Kanada Pulangkan Anaknya dari Suriah
Tulisan selanjutnya Denmark Gagalkan Rencana Serangan Iran di Wilayahnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?