Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

YLKI: Cukai Rokok Batal Naik, Jokowi Tak Bervisi Kesehatan Publik

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 5 November 2018 19:48 7:48 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 6 November 2018 05:00
Bagikan
Logo YLKI.
Bagikan

Hidayatullah.com– Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritisi pemerintah yang via Rapat Kabinet, Jumat (02/11/2018), memutuskan bahwa pada 2019 tidak ada kenaikan tarif cukai rokok.

Pada konteks regulasi, menurut YLKI, pembatalan naiknya cukai rokok ini adalah bentuk anti regulasi, karena UU Cukai mengamanatkan kenaikan cukai sampai 57 persen.

Pada konteks perlindungan konsumen dan kesehatan publik, hal ini dinilai ironis dan paradoks.

Baca: IPM: Indonesia Darurat Rokok

YLKI memaparkan sejumlah alasannya. Pertama, kebijakan pembatalan kenaikan cukai rokok membuktikan bahwa pemerintah terlalu dominan dikooptasi dan diintervensi oleh kepentingan industri rokok, terutama industri rokok besar.

Kedua, menurut YLKI, kebijakan pembatalan naiknya cukai rokok itu membuktikan juga bahwa pemerintah tidak mempunyai visi terhadap kesehatan publik.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Pembatalan kenaikan cukai mengakibatkan produksi rokok meningkat dan makin terjangkau oleh anak-anak, remaja, dan rumah tangga miskin. Itu artinya pemerintah menjerumuskan mereka dalam ketergantungan konsumsi rokok. Dan menjerumuskan mereka dalam jurang kemiskinan yang lebih dalam,” ujar Tulus Abadi Ketua Pengurus Harian YLKI dalam siaran persnya, Senin (05/11/2018).

Ketiga, pembatalan itu dinilai juga akan mengakibatkan kinerja BPJS Kesehatan akan semakin bleeding dari sisi finansial.

Data yang diungkapkan menunjukkan dengan sangat kuat, bahwa dominannya konsumsi rokok di tengah masyarakat (lebih dari 35 persen dari total populasi), menjadi salah satu pemicu utama berbagai penyakit katastropik.

“Dan jenis penyakit inilah yang mengakibatkan kinerja finansial BPJS Kesehatan berdarah-darah,” ungkapnya.

Baca: Larang Iklan Rokok, DKI Jakarta dan 9 Daerah Lain Raih Penghargaan

Keempat, tambah Tulus, pembatalan kenaikan cukai juga bukti bahwa pemerintah bertindak abai terhadap perlindungan konsumen.

Sebab cukai adalah instrumen kuat untuk melindungi konsumen, agar tidak semakin terjerumus oleh bahaya rokok, baik bagi kesehatan tubuhnya bahkan kesehatan finansialnya.

“Kelima, pembatalan ini pada akhirnya hanya dijadikan kepentingan politik jangka pendek (pilpres). Pemerintah telah mengorbankan kepentingan perlindungan konsumen dan kesehatan publik demi kepentingan jangka pendek,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menaikkan cukai hasil tembakau atau cukai rokok di 2019. Rencananya PMK atau Peraturan Menteri Keuangan (PMK) akan dikeluarkan pada Oktober 2018.

Baca: Iklan Rokok Masih Boleh, Pemerintah Dinilai Biarkan Anak Jadi Perokok

Namun, Jumat (02/11/2018) lau, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan tidak akan ada perubahan atau kenaikan cukai di 2019.

Ia menyampaikan hal tersebut usai Rapat Sidang Kabinet di Istana Bogor (02/11/2018).

Menurut Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Askolani, batalnya kenaikan cukai rokok memang diambil keputusannya setelah Rapat Terbatas langsung yang dipimpin Presiden Jokow,i Jumat pagi di Istana Bogor.

“Pemerintah dan Presiden mempertimbangkan aspek ke ekonomi kita dan kegiatan bisnis dan investasi. Tentunya banyak faktor yang diperhatikan,” papar Askolani saat menjadi narasumber di acara Closing Bell – CNBC Indonesia TV, Jumat (02/11/2018) kutip laman media itu.

Menurut Askolani, industri, tenaga kerja, kebijakan dan timing atau waktu menjadi pertimbangan khusus pemerintah.*

Baca: YLKI Desak Pemerintah Larang Total Iklan Rokok di Semua Media

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cukai rokokKemenkeuKesehatanrokoktembakauTulus AbadiUU CukaiYayasan Lembaga Konsumen IndonesiaYLKI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vonis Pembakar Bendera, Mu’ti: Jika Tak Puas, Gugat ke Pengadilan
Tulisan selanjutnya PKS Angkat “Peran Politisi Islam Indonesia” di Forum Parlemen Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?