Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Maimon akan Terus Berjuang Meski Tak Disukai Sebagian Orang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Desember 2018 09:44 9:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Desember 2018 09:44
Bagikan
Maimon Herawati, aktivis peduli Palestina.
Bagikan

Hidayatullah.com– Layar ponsel Maimon Herawati yang tergeletak di meja sering kali menyala kala berbincang dengan tim INA News Agency. Nomor-nomor tak jelas terus muncul, meninggalkan jejak missed call di WhatsApp miliknya. Lalu, ini diikuti dengan pesan-pesan kasar, bahkan kalimat tak senonoh yang tak ada habisnya.

“Banyak yang menelepon, kemudian kirim pesan aneh-aneh. Ada juga yang langsung mau video call. Yang pesannya tak senonoh biasanya langsung saya block and report. Belum lagi ada ancaman haters in your area. Dari sore hingga malam, ramai terus,” katanya, seraya menunjukkan layar ponsel, baru-baru ini.

Baca juga: Maimon Herawati: Kita Bersama Membantu Ciptakan konten TV Sesuai Nilai Kita

Tak hanya itu, ia juga dimasukkan ke dalam grup-grup aneh. Seperti grup yang berisi konten telanjang dan pornografi. Cepat-cepat ia pun keluar dari grup itu. Maimon Herawati menegaskan, ia memiliki buah hati yang harus aman dari konten demikian.

Pasca petisi penghentian iklan seronok yang dibintangi artis-artis korea mencuat, memang bukan main banyaknya orang-orang yang meneror Maimon. Dalam waktu singkat, dosen jurnalistik Universitas Padjajaran (Unpad) ini menjadi sasaran serangan haters. Pun di media sosial, akunnya dipenuhi ribuan komentar hujatan.

Padahal, petisi tersebut adalah bentuk kegelisahan seiring dengan anak-anak zaman sekarang yang terekspos konten-konten tak pantas. Ia sendiri terheran, bagaimana iklan dengan baju minim dan goyangan itu bisa luput dari pengawasan, bahkan sampai bisa diselipkan di antara tayangan kartun.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

“Kan klaimnya, ‘sudah lolos sensor’. Iya betul, tapi untuk siapa dulu konten iklannya? Ini untuk 13 tahun ke atas. Jadi bukan untuk balita,” katanya.

Maimon merasa perlu melakukan sesuatu, apalagi ketika tahu bahwa banyak pula warganet yang resah dengan iklan ini. Rupanya, banyak di antara mereka adalah orangtua yang satu visi dengan Maimon: ingin menjaga anak-anak dari tontonan yang tak baik. Sebab itulah petisi ini muncul. Ini pun tak lantas dipublikasikan, sebab ia terlebih dahulu mengkaji UU Penyiaran.

Baca: Ajak Protes Iklan Amoral, Maimon Dibombardir Teror SMS Mesum

Risiko Perjuangan

Lalu ketika akhirnya petisi ini viral, dan ia dibanjiri serangan para haters, ia mengaku terpengaruh.

“Bohong kalau saya katakan tidak terpengaruh. Terganggu? Iya. Kalau takut, ada Allah Yang Maha Kuat, saya kembalikan kepada Allah,” katanya.

Namun menurut Maimon, yang justru lebih banyak tertekan adalah orang-orang di sekelilingnya. Saat berita mencuat, mahasiswa-mahasiswa didikannya pun memeluk Maimon untuk menguatkan. Begitu pun dengan anak-anaknya. Melihat hujatan yang begitu ramai, mereka meminta Maimon mematikan kolom komentar di Instagram.

“Anak pertama saya, saat beritanya meledak, menatap saya dengan sayang sekali. Mereka meminta komentar dimatikan semua. Tapi besoknya setelah di-off, Instagramnya hilang, ada yang menghapus,” tuturnya.

Baca: Maimon Akui Diteror Pasca Buat Petisi Hentikan Iklan Shopee Blackpink

Dalam menghadapi masalah ini, Maimon justru tak patah arang karena cacian. Sebab ia tahu persis, yang ia hadapi adalah anak-anak kecil.

“Kalau saya melihat kalimat-kalimat mereka, saya jadi menyadari segininya ‘penyakit’ yang harus kita obati,” kata Maimon.

“Kalau semakin aneh, saya makin berpikir, orangtuanya siapa ya? Kehidupannya seperti apa ya? Kalau dia sudah jadi ibu, anak-anaknya bagaimana? Kalau dia adalah ibu, kalau dia adalah ayah, apakah dia tega melihat anak perempuannya dilihat laki-laki lain? Jika dia tega, dan kemudian merasa petisi ini salah, apakah segitunya masyarakat kita saat ini?” tutur Maimon.

Maimon pun berpikir keras bentuk dakwah seperti apa yang bisa membuat orang-orang merasakan bersama nikmatnya hidup dalam Islam.

Baca: MUI: Masyarakat Harus Contoh Maimon Herawati

Palestina

Sering seraya berdzikir memohon petunjuk-Nya, ia meneteskan air mata. Ternyata begini perjuangan yang harus ia lalui. Facebook di-suspend, Instagram hilang, hingga ribuan komentar tak pantas masuk.

“Terutama Facebook, karena dari sanalah biasanya saya melakukan aktivitas ke-Palestina-an,” katanya.

Maimon pun termenung, barangkali ini salah satu cara Allah untuk membuat ia sadar bahwa dalam sebuah perjuangan pasti ada kehilangan-kehilangan. Ketika kehilangan itu kemudian mengurangi kontribusi terhadap perjuangan, Maimon seakan dibuat memaknai hikmah perjuangan ini.

“Karena kan melakukannya karena Allah, kalau Allah mengambil sesuatu dari kita, kemudian bagaimana kita memaknainya? Yang saya sesalkan, terhambatnya program-program kampanye ke-Palestina-an,” katanya.

Baginya, kehilangan akun Facebook barangkali tidak bisa disamakan dengan kehilangan kaki para pejuang pembela Al Aqsha. Terlalu jauh jika disamakan. Namun, ketika Facebook yang menjadi senjata utama Maimon dalam pergerakan ke-Palestinaan sampai saat ini belum bisa diakses, ia merasa ada persamaan.

“Layaknya kehilangan itulah kira-kira, seperti dipotong ‘kakinya’,” katanya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa ia akan terus berjuang meski melalui cara yang tak disukai sebagian orang.* (Aghniya/INA News Agency)

Baca: “Apa Pantas Anak-anak Melihat Rok Mini dan Goyangan Itu…”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Blackpinkiklan TVMaimon Herawatimedia sosialpalestinasiaranSopheeSophee Blackpinktelevisiteror
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya OTT Bupati Cianjur Dirayakan, Busyro: Tamparan Moral Cukup Keras
Tulisan selanjutnya Komnas Perempuan Sebut Poligami Bukan Ajaran Islam, MUI: Itu Menyesatkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?