Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tanggapan Gus Solah Soal NU disebut Organisasi Radikal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Februari 2019 22:47 10:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Februari 2019 22:45
Bagikan
KH Salahuddin Wahid (Gus Solah)
Bagikan

Hidayatullah.com– Adanya protes Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terhadap buku panduan belajar kelas V SD yang menyebut NU sebagai salah satu organisasi radikal, ditanggapi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Solah.

Kata ‘radikal’, ujarnya, memang multitafsir.

Kalau konteks radikal dalam buku itu menentang penjajah Belanda, menurutnya, tidak apa-apa.

Baca: Gus Solah: Pesantren Tidak Boleh Memihak Capres

Namun begitu, karena buku itu dibaca anak-anak zaman sekarang, ia menyarankan agar menghindari kata ‘radikal’ yang multitafsir itu.

“Sebaiknya tidak menggunakan kata itu,” ujarnya kepada hidayatullah.com usai acara peluncuran buku seri biografis Wahid Hasyim dan Dewi Sartika di Museum Nasional, Jakarta pada Kamis (07/02/2019).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut adik KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, lebih tepatnya menggunakan kata NU sebagai organisasi non-kooperatif (tidak mau kerja sama) terhadap Belanda.

“Kiai Hasyim Asy’ari itu menolak diberi penghargaan dan bantuan uang oleh Belanda,” tuturnya.

Baca: Kemdikbud Revisi Buku yang sebut NU Ormas Radikal

Sebelumnya PBNU sangat menyangkan diksi ‘organisasi radikal’ itu. Sebab istilah tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman oleh peserta didik di sekolah terhadap NU.

“Organisasi radikal belakangan identik dengan organisasi yang melawan dan merongrong pemerintah, melakukan tindakan-tindakan radikal, menyebarkan teror dan lain sebagainya,” ujar Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini dalam keterangan persnya yang diterima hidayatullah.com kemarin.

Pemahaman seperti ini, menurutnya, akan berbahaya, terutama jika diajarkan kepada siswa-siswi.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:"ormas radikal"bukuGus SolahKH. Salahuddin WahidNUPBNUradikal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gus Solah: Pesantren Tidak Boleh Memihak Capres
Tulisan selanjutnya Aktivis Pendidikan dijerat hukum di Jambi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?