Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pendukung WikiLeaks Protes Rencana Pengusiran Assange dari Kedubes Ekuador

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 April 2019 21:22 9:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 April 2019 06:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pendukung WikiLeaks dan Julian Assange berusaha membuat suara mereka didengar, meskipun banyak institusi berupaya membungkam mereka, setelah muncul laporan bahwa pendiri situs WikiLeaks itu akan diusir dari Kedutaan Besar Ekuador di London dalam hitungan jam atau hari.

Dilansir RT Jumat (5/4/2019), tampak sejumlah pendukung jurnalis asal Australia itu berkumpul di depan Kedubes Ekuador dengan membawa beberapa spanduk. Terlihat pula tulisan dari lampu LED berbunyi, “NO EXPULSION” di trotoar di depan gedung kedutaan, sementara banyak kamera ditempatkan di seberang jalan.

WikiLeaks menginformasikan kepada publik soal Assange yang akan diusir dalam hitungan jam atau hari, mengutip sumber tingkat tinggi Ekuador hari Kamis (4/4/2019). Sumber tersebut mengkonfirmasi bahwa Assange akan diusir dengan menggunakan alasan INA Papers, yang mengimplikasikan Presiden Ekuador Lenin Moreno dan keluarganya melakukan korupsi besar-besaran.

Meskipun WikiLeaks tidak memuat INA Papers di website-nya, Moreno menyalahkan situs online pembongkar segala macam rahasia itu dan Assange yang menyebabkan dia dan keluarganya dicurigai rakyat Ekuador dan diperiksa aparat hukum

Keterangan dari sumber kedutaan itu kemudian dikonfirmasi oleh sebuah sumber dari pemerintah Ekuador.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Assange diberikan kewarganegaraan Ekuador pada Januari 2018, setelah mengajukan suaka di Kedubes Ekuador di London pada Juni 2012, yang sejak itu hingga sekarang menjadi tempat tinggal jurnalis yang juga programmer itu. Assange mencari perlindungan ke Ekuador karena dia diburu oleh aparat Swedia dengan tuduhan pemerkosaan. Assange bersikukuh membantah tuduhan itu dengan mengatakan bahwa hubungan seksual yang terjadi merupakan suka sama suka, hingga akhirnya Swedia membatalkan dakwaan karena kasusnya kadaluarsa menurut undang-undang. Assange menyebut tuduhan itu sebagai alasan Swedia untuk menangkap dan mengekstradisinya ke Amerika Serikat atas permintaan Washington.

Setelah Swedia gagal menangkapnya, Amerika Serikat berusahan menekan Ekuador agar menyerahkan dan membatalkan suaka Assange, termasuk dengan menghentikan bantuan bernilai jutaan dolar kepada negara Amerika Selatan itu.

Amerika Serikat memburu Julian Assange terkait pemuatan di situs WikiLeaks ratusan ribu dokumen rahasia milik pemerintah dan militer AS yang didapatnya dari Bradley Manning (sekarang menjadi transgender dengan nama Chelsea Manning).

WikiLeaks sudah memuat “buku putih” perihal setiap pemerintah yang termuat dalam INA Papers dan membantah prasangka yang mengkaitkan nasib buruk yang menimpa Moreno di negerinya dengan tindakan apapun yang dilakukan Assange. WikiLeaks menunjuk pernyataan Fidel Navarez, mantan konsul Ekuador di London, yang pernah mengatakan bahwa Presiden Moreno semata-mata “membuat alasan palsu” supaya dapat mengakhiri suaka yang diberikan negaranya kepada Assange dan tunduk kepada tekanan Amerika Serikat.

Sejumlah tokoh, seperti Kim Dotcom dan jurnalis investigasi John Pilger, lewat Twitter menyeru agar para pendukung WikiLeaks dan Assange di London terus memantau keadaan dan berunjuk rasa di Kedubes Ekuador.

Sebagian pengguna Twitter menyinggung sikap munafik Amerika Serikat, Inggris dan Australia, yang tidak memburu para pejabat korup di negara mereka sendiri dan justru mengejar seorang Assange yang “dosanya” hanya menyuarakan “fakta dan kebenaran” lewat WikiLeaks.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perusahaan Besar Jerman Sediakan Dana Perluasan Museum Holocaust di Yerusalem
Tulisan selanjutnya Prancis Larang Implan Payudara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?