Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Unjuk Rasa Vegetarian Tidak Selaras dengan Kehidupan Bangsa Australia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 April 2019 22:22 10:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 April 2019 05:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengkritik unjuk rasa kaum vegetarian sebagai “memalukan dan tidak sesuai dengan bangsa Australia” setelah puluhan orang ditangkap dalam demonstrasi yang terjadi di sejumlah negara bagian.

Hari Senin (8/4/2019), para aktivis menyerbu rumah-rumah jagal dan merantai diri mereka sendiri guna memprotes industri perdagingan, lansir BBC.

Lebih dari 100 pengunjuk rasa juga memblokir salah satu perempatan jalan utama di kota Melbourne, sebelum akhirnya dibubarkan paksa oleh petugas.

PM Morrison mengatakan unjuk rasa kaum itu mengancam kehidupan petani.

“Ini merupakan salah satu bentuk aktivisme yang menurut saya bertentangan dengan kepentingan nasional, dan kepentingan nasional itu adalah [petani] dapat bertani di lahannya sendiri,” kata PM Morrison dalam wawancara dengan stasiun radio 2GB.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia kemudian menyeru pihak berwenang negara bagian agar “mengerahkan seluruh aparat hukum … guna menghadapi para kriminal kerah hijau ini.”

Australia merupakan negara konsumen daging perorang terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat, menurut World Economic Forum.

Industri ternak hewan pedaging di negeri kangguru itu mencakup 40% hasil pertanian keseluruhan.

Unjuk rasa yang digelar di negara bagian Victoria, New South Wales dan Queensland itu ditujukan untuk menggugah kepedulian masyarakat perihal perlakuan terhadap hewan dan etika mengkonsumsi daging.

“Kami ingin orang-orang menjadi vegetarian – kami ingin orang berhenti mendukung penyiksaan hewan,” kata salah seorang aktivis, Kristin Leigh, kepada Australian Broadcasting Corp.

Polisi mengatakan 38 pengunjuk rasa ditangkap di Melbourne. Sembilan orang lainnya ditangkap di sebuah rumah jagal di Goulburn, 168km arah selatan Sydney, setelah merantai diri mereka sendiri di mesin pemotong hewan.

Australian Meat Industry Council (AMIC) mengatakan toko-toko daging kerap mendapat serangan dari aktivis vegetarian.

“Ini harus dihentikan dan diakhiri sekarang juga. Kita perlu melihat 99% rakyat Australia yang biasa dan ingin mengkonsumsi produk daging merah,” kata pimpinan eksekutif AMIC Patrick Hutchinson.

Konsumsi daging global meningkat tajam kurun 50 tahun terakhir.

Produksi daging saat ini hampir lima kali lebih tinggi dibanding awal tahun 1960-an, dari 70 juta ton menjadi lebih dari 330 juta ton di tahun 2017, menurut proyek Our World in Data.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Washington Nyatakan Korps Garda Revolusi Iran Sebagai Teroris
Tulisan selanjutnya Antisipasi Gesekan Sekecil Apapun, Penegakan Hukum harus Adil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?