Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sejarawan Kritik Pernyataan “Garis Keras” Mahfud MD

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 April 2019 19:08 7:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 April 2019 19:08
Bagikan
Pakar Sejarah, Dr Tiar Anwar Bachtiar.
Bagikan

Hidayatullah.com– Pernyataan “garis keras” oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Mahfud MD dikritik oleh sejarawan Dr Tiar Anwar Bachtiar. Tiar menilai, Mahfud melakukan stigmatisasi dan generalisasi secara berlebihan atas satu fenomena tertentu.

“(Ini) sangat berbahaya, baik secara ilmiah maupun secara komunisasi massa,” ujarnya kepada hidayatullah.com Jakarta pada Senin (29/04/2019).

Mahfud sebelumnya beranggapan, capres Prabowo Subianto menang di provinsi yang dulunya dianggap Islam garis keras.

“Tapi kalau lihat sebarannya di beberapa provinsi-provinsi yang agak panas, Pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi tempat kemenangan Pak Prabowo itu adalah diidentifikasi yang dulunya dianggap provinsi garis keras dalam hal agama misal Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan sebagainya, Sulawesi Selatan juga,” begitu kata Mahfud sebagaimana potongan video yang viral di media sosial.

Baca: KH Cholil Ridwan: Prabowo Islamnya Sangat Jelas

Menganggap pemilih Prabowo adalah kelompok garis keras, menurut Tiar, sebuah simplifikasi yang sangat sumir.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pengurus Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) ini melihat ada beberapa masalah dalam pernyataan Mahfud.

Pertama, kata dia, Mahfud belum mendefinisikan apa yang dimaksud dengan garis keras.

Kedua, lanjutnya, ketika garis keras sudah didefinisikan sebagai orang yang “fanatik”, akhirnya tidak bisa hanya disematkan kepada satu kelompok, apalagi hanya kepada pemilih Prabowo.

“Banyak NU yang fanatik. Karena kefanatikannya ini, mereka tidak mau memilih selain NU, makanya mereka pilih Kiai Ma’ruf Amin. Fakta ini sudah secara telak membantah klaimnya,” kata penulis buku Politik Islam di Indonesia ini.

Pilihan kata garis keras ini secara teori komunikasi, imbuh Tiar, tidak disenangi oleh lawan bicaranya. “Pasti akan menimbulkan reaksi yang gaduh,” ujar Tiar.

Baca: MUI: Tak Berdasar, Tudingan Media Asing Pilkada DKI Dimenangkan “Islam Radikal”

Dosen sejarah Universitas Padjadjaran ini juga mengkritik cuitan Mahfud di akun Twitter-nya @mohmahfudmd yang bunyinya, “Saya bilang, Pak Jkw kalah di provinsi yg “dulunya” adalah tempat garis keras dlm keagama. Makanya Pak Jkw perlu rekonsiliasi. Sy katakan DULU-nya krn 2 alsn: 1) DULU DI/TII Kartosuwiryo di Jabar, DULU PRRI di Sumbar, DULU GAM di Aceh, DULU DI/TII Kahar Muzakkar di Sulsel. Lht di video ada kata “dulu”. Puluhan tahun terakhir sdh menyatu. Maka sy usul Pak Jkw melakukan rekonsiliasi, agar merangkul mereka.”

Menurut Tiar, pernyataan itu juga bermasalah. “Sebab, kalau logikanya dibalik, Jokowi menang di daerah-daerah yang dulunya dimenangkan PKI seperti Jawa Tengah. Kalau pendukung Jokowi ini dulunya PKI, ya pasti lebih bahaya daripada DI/TII atau GAM yang sekarang sudah bisa menyatu dengan NKRI,” terangnya. Sementara PKI sampai saat ini masih menjadi ideologi terlarang.

Sebagai figur publik, kata Tiar, Mahfud seharusnya memilih-milih tema yang akan dilontarkannya.

Ia menyarankan, ungkapan yang kontraproduktif dan malah akan memperkeruh suasana sebaiknya dihindarkan. “Daripada terus jadi kontroversi sebaiknya ia minta maaf dan mencabut cuitannya,” tegasnya.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:garis kerasIslam radikalMahfud MDPilpres 2019Prabowo SubiantoradikalsejarawanTiar Anwar Bachtiar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sandi Dorong Pemberdayaaan Ekonomi Umat Lewat Masjid
Tulisan selanjutnya Sambut Ramadhan dengan Hapus Tato

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?