Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Digugat ke Mahkamah Internasional atas Tragedi Pemilu, KPU: Silakan Saja!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Mei 2019 09:23 9:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Mei 2019 09:18
Bagikan
Proses pemakaman seorang petugas KPPS di TPS 1 Desa Brdeng Sikuran, Kecamatan Inuman, Kab Kuansing, Riau, yang meninggal akibat kecelakaan, sepulang dari pleno PPK.
Bagikan

Hidayatullah.com– Organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemerintah RI ke Mahkamah Internasional, dipersilakan.

KPU menilai hak MER-C untuk melakukan gugatan tersebut dan mengaku tak bisa menyetopnya.

“Silakan saja, itu hak mereka untuk menggugat, kami tidak bisa menghentikan orang yang mau melapor atau menggugat KPU,” ujar Komisioner KPU Ilham Saputra di Jakarta, Kamis (16/05/2019).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menyampaikan penyebab meninggalnya para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Kebanyakan karena kelelahan dan punya riwayat sakit bawaan sebelum mereka jadi anggota KPPS. Ada juga yang meninggal karena kecelakaan,” sebut Ilham.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sementara Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan segera menyampaikan hasil temuannya atas kasus kematian 600 lebih petugas Pemilu 2019.

Mengenai tudingan MER-C bahwa KPU tak serius menangani kasus tersebut, Ilham menjawab pihaknya telah memberikan santunan kepada keluarga korban.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga menyiapkan dana itu, bahkan gerakan masyarakat sipil turut membantu untuk mengumpulkan santunan kepada petugas KPPS.

Baca: DPR Sepakat Bentuk TGPF Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019

Menurut Ilham, KPU juga telah melakukan lawatan ke beberapa tempat ditemukan banyak petugas KPPS meninggal dunia dan sakit.

Menurutnya, dedikasi para petugas KPPS sangat luar biasa dan jasa mereka tidak akan terlupakan.

Diketahui sebelumnya, MER-C akan menggugat KPU dan pemerintah ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Mahkamah Internasional (ICJ), dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) jika abai terhadap penanganan kasus kematian demi kematian petugas KPPS.

Pembina MER-C Joserizal Jurnalis dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/05/2019) menilai KPU dan pemerintah terkesan melakukan pembiaran dan cenderung abai atas korban meninggal yang berjatuhan pasca penyelenggaraan Pemilu 2019.

Data Kemenkes melalui dinas kesehatan, tiap provinsi mencatat petugas KPPS yang sakit sudah mencapai 11.239 orang dan korban meninggal 527 jiwa.

Jumlah korban sakit dan meninggal itu berdasarkan hasil investigasi Kemenkes di 28 provinsi per tanggal 15 Mei.

Jumlah petugas pemilu yang meninggal bertambah dari 4 provinsi yakni Sumatera Utara dengan jumlah petugas meninggal 9 jiwa, Sulawesi Selatan 4 jiwa, Bangka Belitung 1 jiwa, dan Sulawesi Barat 1 jiwa.

Baca: Pemerintah Tak Akan Bentuk Tim Pencari Fakta Kematian Petugas Pemilu

Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 (AMP-TKP)
menyebut kematian demi kematian beratus-ratus petugas pada Pemilu 2019 sebagai
tragedi kemanusiaan dan kejadian luar biasa.

Din Syamsuddin dari AMP-TKP menegaskan bahwa tragedi kemanusiaan Pemilu 2019 mahal sekali harganya dilihat dari aspek moral.
Hanya dalam waktu beberapa hari usai Pemilu 17 April, telah terjadi demoralisasi luar biasa di kalangan bangsa. Muncul praduga-praduga negatif yang beredar masif di tengah masyarakat, hingga berdimensi internasional.

“Kami tidak ingin, pernyataan-pernyataan yang diberikan berbagai pihak bersifat menghindar atau bahasa gaulnya ngeles,” kata Din kepada hidayatullah.com baru-baru ini.

Misalnya, pernyataan sebagian pejabat pemerintah tentang tidak perlunya dilakukan autopsi terhadap korban atau tidak perlunya dibentuk tim pencari fakta, itu malah membuka kecurigaan yang semakin besar di kalangan masyarakat.* INI-Net/SKR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ICCICJKPPSKPUMER-CPemilu 2019petugas pemilutragedi pemilu 2019UNHRC
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umrah arab Saudi Jamaah Umrah akan Dipakaikan Gelang Khusus Ber-GPS di Saudi
Tulisan selanjutnya Berbagai Kalangan Menolak Larangan Pemakaian Jilbab di Austria

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?