Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Militan ISIS Jadi Terdakwa Kejahatan Perang di Belanda

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Juli 2019 20:10 8:10 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Juli 2019 06:45
Bagikan
Reda Nidaldha, pria Belanda tersangka perekrut anggota ISIS.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pria kelahiran Belanda anggota kelompok ISIS dihadirkan di pengadilan Belanda, hari Senin (8/7/2019), sebagai terdakwa kejahatan perang.

Persidangan ini merupakan kasus kejahatan perang oleh anggota ISIS yang pertama kali digelar di negeri kincir angin tersebut.

Oussama Achraf Akhlafa dijerat dakwaan melanggar martabat pribadi korban perang, karena mengunggah gambar yang menunjukkan sesosok mayat tersalib dan menyebarkan gambar mayat-mayat korban di internet. Di juga didakwa sebagai anggota organisasi teroris, lapor Reuters.

Pria berusia 24 tahun itu diadili berdasarkan “universal jurisdiction”, yang memungkinkan kasus kejahatan perang bisa diadili di mana saja tidak peduli di mana kejahatan tersebut terjadi.

Saat ini belum ada pengadilan internsional yang dibentuk untuk memproses kasus-kasus kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi semasa Perang Sipil Suriah. Akan tetapi, sejumlah negara Eropa sudah mulai mengadili para tersangka anggota teroris di negara mereka sendiri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Antara tahun 2014 dan 2016, Akhlafa dituduh bergabung dengan kelompok ISIS di Mosul, Iraq, dan di Raqqa, Suriah. Total diperkirakan 300 orang warga Belanda berangkat ke Iraq dan Suriah untuk berperang, kata pihak kejaksaan.

Jaksa mengatakan Akhlafa menyebarkan gambar-gambar seorang militan ISIS yang sedang menenteng penggalan kepala seorang militan Kurdi dengan satu kaki menginjak jasad korban wanita yang sudah tak bernyawa. Selain itu, Akhlafa dituduh mengambil gambar dengan pose bersama satu sosok mayat pria yang disalib. Jaksa menuntutnya hukuman penjara 7 tahun enam bulan.

Di dalam sebuah daftar berisi nama-nama orang yang digaji oleh ISIS di Mosul, Iraq, tercantum nama Akhlafa. Jaksa Nicole Vogelenzang mengatakan bahwa daftar itu memuat informasi yang sangat detil, sehingga bisa dipastikan orang dimaksud adalah Akhlafa.

“Dia berada di sana dan dia mengetahui bahwa IS adalah kelompok teroris,” kata Vogelenzang di persidangan. “Dia … bahkan menawarkan diri untuk melakukan serangan bunuh diri,” imbuhnya.

Terdakwa mengklaim bahwa dia bergabung dengan ISIS setelah menjadi tunawisma di Belanda, tetapi dia tidak melukai siapa pun. “IS bahkan tidak memberikan senjata kepada saya,” ujarnya.

Namun, pembelaannya itu bertentangan dengan temuan jaksa dari daftar tersebut, yang menunjukkan bahwa Akhlafa tercatat sebagai penembak jitu selama tiga bulan untuk brigade ISIS di Mosul.

Kutipan dari obrolan online mendukung temuan itu, yang mana Akhlafa membanggakan diri sebagai seorang sniper. “Menembak jitu merupakan hal yang paling mengasyikkan, tetapi sangat berbahaya,” kata Akhlafa, menurut kutipan obrolannya di dunia maya.

Terdakwa berdalih pesan itu dikirim hanya sekedar untuk membuat kaum wanita terpesona dan terkagum-kagum kepadanya.

Perihal fotonya berpose bersama mayat tersalib, Akhlafa mengatakan di persidangan bahwa dia “akan dinilai tidak loyal” oleh ISIS apabila menolak berpose seperti di dalam foto itu. Dia membela diri dengan mengakui kesalahan pose tersebut dan meminta maaf, serta mengatakan tidak bermaksud dengan sengaja merendahkan martabat si mayat.

Hari Senin (8/7/2019) persidangan atas Reda Nidaldha juga dimulai. Pemuda berusia 24 tahun kelahiran Belanda itu dituduh menjadi anggota organisasi teroris dan merekrut jihadis-jihadis radikal.

Nidaldha dituduh berusaha merekrut empat orang ke dalam ISIS melalui Facebook, dan konon bercerita lewat obrolan online tentang teman-temannya yang bergabung bersama dirinya di Raqqa, Suriah.

Dia membantah semua tuduhan terkait perekrutan, dengan dalih apa yang disampaikannya di Facebook itu “tidak serius” dan sekedar guyonan.

“Pada tahun 2014 saya pergi ke Suriah untuk membantu orang-orang, wanita dan anak-anak,” katanya kepada majelis hakim. “Saya tidak ikut berperang. Saya memberikan bantuan medis dasar,” imbuhnya.

Europol memperkirakan ada sekitar 5.000 orang Eropa laki-laki dan perempuan yang ikut berperang di Suriah dan Iraq, dan 1.500 di antaranya sudah kembali.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelandaISIS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gerindra: Faktor X Halangi HRS Pulang, Pemerintah yang Bisa Selesaikan
Tulisan selanjutnya Memperkosa dan Membunuh Remaja Jerman, Pemuda Iraq Dibui Seumur Hidup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?