Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Jadilah Orang Tua Sayang Anak, Bukan Sayang HP

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 September 2019 19:47 7:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 September 2019 19:47
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com | ADA hal menarik yang disampaikan oleh Ustadz Bendri Jaisyurrahman ketika menjadi Khathib Jum’ah di AQL Islamic Centre (13/09/2019).

Salah satunya, beliau menukil perkataan Imam Ibnu Qayyim yang bahasa Arabnya demikian:

وكم ممّن أشقى ولده وفلذة كبده في الدنيا والآخرة بإهماله وترك تأديبه، وإعانته له على شهواته

Artinya: “Betapa banya orang tua yang menyengsarakan anak serta buah hatinya di dunia dan akhirat dengan cara menelantarkan, tak mendidik serta membantu anak melampiaskan hawa nafsunya. (Bisa dibaca dalam buku “Al-Majmuu’ al-Qayyim min Kalaam Ibni Qayyim” Jilid I, 2005: 569)

Pada poin “membantu anak melampiaskan hawa nafsunya”, beliau mengaitkan dengan para orang tua (ibu dan ayah) pada zaman gadget & digital yang begitu melimpah, kadang-kadang kurang sabar dalam mendidik anak, sehingga memberikan keleluasaan bagi anak bermain gadget.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Baca: Kesiapan Orang Tua Modal Utama Untuk Anak Gunakan Gadget

Kebutuhan dasar anak kecil salah satunya adalah hiburan, orang tua yang tak bersabar, tidak mau susah atau repot, biasanya langsung memberi HP kepada anak yang merengek agar diam.

Hal ini kelihatannya sederhana. Tapi dampaknya bisa luar biasa negatif. Dulu sebelum ada gadget, tempat hiburan anak adalah orang tuanya. Ketika anak rewel, yang menghibur adalah orang tuanya dengan berbagai cara. Sehingga menimbulkan kesan mendalam bagi sang anak.

Kalau anak dibiasakan diberi video HP ketika merengek (entah itu U*N I*N dan lain sebagainya), nanti ketika ada masalah yang dicari bukanlah orang tua, tapi HP-nya.

Ada kasus yang diceritakan Ustadz Bendri terkait hal ini. Suatu ketika ada anak yang dipondokkan orang tua. Kebiasaan anak ini sebelum mondok adalah main HP.

Kebetulan, anaknya mau. Di pondok ada peraturan hanya boleh dikunjungi setiap 6 bulan sekali. Setelah 6 bulan berlalu, berkunjunglah orang tua ke pondok anaknya.

Alangkah kagetnya, orang tua tersebut saat sampai pesantren. Keduanya hanya disikapi dengan cium tangan dan sambutan dingin. Yang ditanya justru adalah HP-nya yang selama enam bulan tidak diakses.

Betapa hancurnya hati orang tua jika mengalami hal tersebbut. Anak yang dibesarkannya hingga kecil, lantaran kelalaian dan kesilapannya dalam mendidik dan salah dalam memberikan hiburan, akhirnya jiwa anak bukan menjadi miliknya. Malah dimiliki oleh orang lain, bahkan gadget.

Baca: Gadget Sayang Anak 

Salah satu solusi menghadapi gencarnya gadget di era digital seperti saat ini yang dampak negatifnya bisa menyerang keluarga setiap saat (terutama anak), maka orang tua harus meluangkan waktu untuk bertatap muka, mengurangi bermain gadget di depan anak, mencoba lebih dekat lagi dengan anak-anaknya. Kalau meminjam istilah Ustadz Bendri, mari kita kembali pakai pola Rasulullah ﷺ yaitu makan bareng keluarga di satu meja. Di situ tanpa ada HP, semuanya fokus kepada keluarga.

Kalau itu dibiasakan, kelak ketika anak lagi susah, senang, atau lagi butuh hiburan, yang dicari mereka pertama kali adalah orang tua. Bukan gadget, teman, orang lain dan sebagainya.

Bagaimana dengan kita? Seberapa dekat dan peduli dengan anak? Masih ada waktu untuk berubah menjadi orang tua terbaik dunia-akhirat bagi anak. Jangan sampai, kita masuk pada kategori yang disebut Ibnu Qayyim Rahimahullah sebagai orang tua yang menyengsarakan anak atau buah hatinya di dunia dan akhirat. Na’udzubillah min dzalik.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakgadgethandphoneHPorang tua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakim Kenya: Rastafarianism Adalah Agama
Tulisan selanjutnya Jasa Habibie dalam Pengendalian Tembakau & Perlindungan Konsumen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?