Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kisah Surat ‘Ancaman’ Donald Trump yang Dibuang Erdogan ke Tempat Sampah

Thoriq
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2019 09:42 9:42 am
Thoriq
Dipublikasikan 18 Oktober 2019 09:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com-Kantor berita Inggris, BBC melaporkan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah membuang ‘surat ancaman’ dari Presiden AS Donald Trump ke tempat sampah.

Sebelumnya, Donald Trump telah mengirim surat ke Erdogan bertanggal 9 Oktober,  tidak lama setelah pasukan AS ditarik dari Suriah.

Dalam suratnya yang telah beredar secara viral di media sosial,  Trum mengirim pesan pada orang nomor satu di Turki itu dengan kalimat: “Jangan sok jagoan. Jangan bodoh!”

Pesan lain yang ditulis Trump: “Mari upayakan kesepakatan! Anda tidak akan mau bertanggungjawab untuk pembantaian ribuan orang, dan Saya tidak ingin bertanggungjawab untuk menghancurkan ekonomi Turki – dan Saya akan lakukan.

“Sejarah akan memandangmu dengan baik jika kamu melakukan ini dengan cara yang benar dan manusiawi. Sejarah akan memandangmu selamanya sebagai iblis jika hal-hal baik tidak terjadi.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam suratnya, Trump mendesak Turki segera menarik pasukannya yang dikerahkan menyerang pasukan pemberontak beridiologi Komunis-Marxis, YPG/PP di Kurdi, Suriah utara. Namu,  Erdogan mencuekkan permintaan ini.

AS juga berusaha melakukan negoisasi agar Turki tidak memerangi sekutunya YPG/PKK yang selama ini dibantu senjata oleh Amerika, dengan mengirim Wakil Presiden AS Mike Pence menuju Ankara.

Sebagaimana diketahui,  aliansi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi adalah sekutu penting AS dalam perang melawan kelompok teror ISIS di Suriah.

AS menghadapi kritik atas penarikan pasukan, yang dianggap memberi Turki lampu hijau untuk melancarkan serangan militer.

Negara Barat kekhawatiran ketidakstabilan Suriah utara dapat menyebabkan kebangkitan perlawanan Daesh.

SDF didominasi oleh anggota milisi pecahan PKK, yang disebut Unit Perlindungan Rakyat (YPG).

Turki, AS dan Eropa telah menetapkan YPG adalah perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), kelompok pemberontak komunis-marxis yang mendorong otonomi Kurdi di wilayah tersebut.

Bagaimanapun, Erdogan mengabaikan ‘ancaman’ Amerika Serikat ini.

Dalam pernyataannya hari Selasa malam, Erdogan mengatakan bahwa negaranya sedang ditekan untuk menghentikan operasi anti-teror di Suriah utara.

Berbicara saat perjalanan pulang dari KTT Dewan Turki ke-7 di Baku, Azerbaijan, Presiden Turki membahas berbagai topik seperti operasi anti-teror Turki yang sedang berlangsung di Suriah utara, serangan teror kelompok teror YPG/PKK ke daerah selatan Turki serta rencana pertemuan dengan pejabat AS.

“Mereka menekan kami untuk menghentikan operasi dengan mengumumkan sanksi,” kata Erdogan mengisyaratkan pada negara-negara Barat.

“Tujuan kami jelas. Kami tidak khawatir dengan sanksi apa pun,” tegas Erdogan dikutip Anadolu.

Presiden Turki menegaskan YPG/PKK terus mengalami kerugian selama Operasi Mata Air Perdamaian yang berjalan dengan sukses.

Erdogan menekankan bahwa AS mendesak Turki untuk mengumumkan gencatan senjata sehingga mereka dapat bertindak sebagai mediator. Namun Erdogan menolak tawaran ini, karena Turki tidak akan “duduk di satu meja dengan kelompok-kelompok teror.”

Dalam beberapa kesempatan Erdogan juga menjawan, operasi militernya tidak dimaksudkan menyerang masyarakat Kurdi atau menguasai Suriah.

“Baik di Idlib maupun di wilayah lain di Suriah kami tidak ada krisis kemanusiaan dan tragedi baru,” kata Erdogan saat konferensi pers gabungan dengan presiden Rusia dan Iran usai pertemuan puncak ketiganya di Kota Sochi, Rusia.

Turki menumpas organisasi  ‘teroris’ yang didirikan  Abdullah Ocalan tahun 1978, karena dinilai telah menyerukan negara Kurdi merdeka dan telah memulai gerakan bersenjata, yang menurut Turki telah menyebabkan 40.000 orang tewas dan ribuan terusir dari kediaman mereka.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Donald TrumpOperasi Mata Air PerdamaianPKKterorismeTurkiYPG
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Universitas Indonesia Syiarkan Al-Qur’an dengan MTQ UI
Tulisan selanjutnya MUI Imbau Presiden-Wapres Terpilih Serius Tunaikan Janji Kampanye

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?