Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dipecat Gegara Mogok Dokter Zimbabwe Diultimatum 48 Jam Jika Mau Bekerja Kembali

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 November 2019 15:59 3:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 November 2019 15:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa mengatakan ratusan dokter yunior, yang telah dipecat karena melakukan aksi mogok, dapat bekerja kembali dalam waktu 48 jam tanpa harus melamar pekerjaan lagi.

Ultimatum itu dikeluarkan menyusul pertemuan presiden dengan tokoh-tokoh gereja hari Kamis, lapor BBC Jumat (29/11/2019).

Lebih dari 400 dokter menerima surat pemecatan karena mereka tidak hadir melaksanakan tugasnya. Mereka diberitahu harus melamar ulang apabila ingin kembali bekerja.

Pengumuman terbaru tersebut dapat dilihat sebagai upaya mengakhiri krisis.

Para dokter itu menolak bekerja sejak awal September dan menuntut kenaikan gaji. Mereka tidak menyebut tindakannya sebagai aksi mogok dan lebih memilih mengklaimnya sebagai “ketidakmampuan”, dengan mengatakan mereka tidak “memiliki ongkos untuk pergi bekerja.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagian besar dokter yang mogok membawa uang gaji kurang dari $100 sebulan, tidak cukp untuk membeli makanan dan kebutuhan rumah tangga, serta ongkos untuk berangkat kerja.

Koran plat mereah Herald melaporkan bahwa dokter-dokter yunior itu menolak tawaran presiden tersebut kecuali disertai dengan kesepakatan upah baru.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doktergajimogokZimbabwe
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria London Ditembak Mati Saat Bawa Bom Palsu dan Rompi Bunuh Diri Palsu
Tulisan selanjutnya Qatar Bantah Merencanakan Pembunuhan Pejabat-Pejabat Eritrea

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Berita
29 Agustus 2026 14:04
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?