Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

FPKS Minta Pemerintah Setop Impor Migas, Perbaiki Tata Kelola

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 10 Januari 2020 10:46 10:46 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 10 Januari 2020 10:46
Bagikan
[Ilustrasi] Kilang Minyak Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah.
Bagikan

Hidayatullah.com– Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI meminta pemerintah agar menghentikan impor minyak dan gas (migas). Wakil Ketua Fraksi PKS, Mulyanto meminta pemerintah ke depan memperbaiki keseimbangan primer anggaran dan defisit transaksi berjalan (DTB) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan meningkatkan penerimaan dan menyetop impor migas.

Mulyanto menilai, ada dua catatan negatif yang mencolok dari laporan realisasi APBN 2019, yaitu mengenai keseimbangan primer dan defisit transaksi berjalan. Kedua hal itu sangat berkaitan dengan sektor migas.

Dijelaskan, keseimbangan primer merupakan penerimaan negara dikurangi belanja, di luar pembayangan bunga utang. Idealnya posisi pendapatan lebih besar daripada belanja negara. Dengan demikian kondisi keuangan dapat dikatakan aman. Sedangkan kalau pendapatan lebih kecil daripada belanja, maka untuk membayar bunga hutang diperlukan hutang baru. Ibarat gali lobang, tutup lubang.

Anggota Komisi VII DPR RI ini memaparkan, pada tahun 2018 kesimbangan primer APBN minus Rp 11,5 triliun, sedangkan tahun 2019, sebagaimana dilaporkan pemerintah mencapai minus Rp 77,5 triliun. Anjlok lebih dari 300 persen.

Penyebabnya selain karena penerimaan pajak yang rendah, juga kata dia yaitu karena penerimaan sektor migas yang tidak mencapai target yang disebabkan oleh lifting (produksi siap jual) migas yang terus merosot dari tahun ke tahun.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Tahun 2017 angka lifting minyak Indonesia sebesar 804 ribu barel per hari, melorot di tahun 2018 menjadi sebesar 778 ribu barel per hari.  Dan kembali anjlok di tahun 2019 menjadi sebesar 741 ribu barel per hari. Akibatnya, kata Mulyanto, penerimaan dari sektor migas terus turun.

Sedangkan defisit transaksi berjalan, selisih antara nilai ekspor dan impor pada tahun 2018 mencapai minus 31.1 miliar USD $ dan pada tahun 2019 angkanya relatif tidak jauh berubah. Dari nilai defisit ini kontribusi sektor migas mencapai sekitar 30 persen. Ini artinya, masih kata Mulyanto, perdagangan Indonesia tekor terus, terutama sektor migas, khususnya impor minyak olahan.

“Terkait impor minyak olahan, defisit transaksi berjalan kita mencapai USD 16 miliar atau setara dengan Rp 230 triliun. Ini bukan angka yang kecil. Dan tentu akan sangat menguras devisa kita,” tegasnya.

Menghadapi kondisi tersebut, PKS menilai seharusnya pemerintah lebih serius dalam meningkatkan lifting migas dan membangun kilang-kilang domestik baru untuk pengolahan minyak di dalam negeri dalam rangka menyetop impor minyak olahan. Jangan sekadar mengeluh atau berwacana melulu soal mafia migas.

“Yang dibutuhkan adalah langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola migas ini. Kita masih memiliki potensi untuk itu, karenanya pemerintah harus all out”, imbuhnya.

Menurutnya, jika pemerintah berwacana terus, sampai kapan kilang-kilang pengolahan minyak Indonesia beroperasi serta lifting kembali meningkat, minimal 1 juta barel per hari.

Sebelumnya, pemerintah membuka opsi keran impor gas untuk menekan mahalnya harga gas industri dalam negeri. Akan tetapi, rencana impor gas dikhawatirkan akan membuat defisit perdagangan migas semakin tajam.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengaku sudah menyiapkan analisa bila impor gas akan diambil. Menperin mengklaim negara dari Timur Tengah siap memasok gas ke pelabuhan dengan harga di bawah US$ 6 per MMBTU. Selama ini, kalangan industri mengeluhkan harga gas yang berada di atas US$ 6 per MMBTU.

“Kita sudah menyiapkan cost and benefit analysis kalau opsi impor dibuka, saya yakin bahwa nanti ada negara menawarkan US$ 4 [per MMBTU]. Kemudian katakanlah [ditambah] ongkos menjadi US$ 4,5 [per MMBTU] harga yang dibeli industri,” sebutnya kutip CNBC Indonesia, Kami (09/01/2020).

Pada Senin (06/01/2020), Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, membahas penurunan harga gas industri. Hasil ratas merumuskan sejumlah opsi sebagai solusi menekan harga gas. Yaitu; pemangkasan jatah gas buat pemerintah, rencana pemberlakuan DMO gas, dan terakhir adalah opsi untuk membuka keran impor gas.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:APBNeksporimporimpor migasmigasminyakMulyantoPKS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fahira: Para Haters Anies Jangan Sering Gol Bunuh Diri
Tulisan selanjutnya kesehatan syariah Pemerintah Gratiskan Biaya Sertifikasi Halal UMK

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?