Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Alami PTSD Akibat Sering Meliput Perang, Redaktur BBC Afrika Mengundurkan Diri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Januari 2020 18:47 6:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Januari 2020 18:47
Bagikan
Jurnalis BBC Fergal Keane.
Bagikan

Hidayatullah.com–Jurnalis BBC Fergal Keane meletakkan jabatannya sebagai redaktur Afrika dikarenakan menderita post-traumatic stress disorder (PTSD).

Diagnosis Keane itu diakibatkan “selama bertahun-tahun bekerja di wilayah konflik di berbagai belahan dunia,” kata Jonathan Munro, kepala pengumpulan berita BBC, seraya menambahkan bahwa Keane sudah bertahun-tahun berjibaku mengatasi PTSD yang dialaminya.

Keane, yang diberi gelar kehormatan OBE dari Kerjaaan Inggris pada 1996 atas kiprah jurnalistiknya, masih akan bekerja untuk BBC News tetapi dalam peran berbeda, lapor BBC Jumat (24/1/2020).

Keane bergabung dengan BBC pada tahun 1989 sebagai koresponden di Irlandia Utara, kemudian meliput di kawasan Afrika Selatan dan Asia sebelum akhirnya ditunjuk sebagai redaktur BBC Afrika.

Dia memenangkan penghargaan televisi Amnesty pada 1989 atas liputan investigasinya tentang genosida di Rwanda.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang koresponden lain, editor BBC Timur Tengah Jeremy Bowen, sebelum ini juga mengakui bahwa dirinya mengalami PTSD.

“Saya mengalami depresi dan banyak di antaranya berkaitan dengan kehidupan pekerjaan saya… Saya mengalami gejala PTSD,” kata Bowen kepada Radio Times pada tahun 2017.

Apa itu PTSD?

Mengalami atau menyaksikan kejadian traumatis, sangat mengerikan atau mengancam nyawa dapat mengakibatkan seseorang mengalami PTSD. Gejala biasanya mulai muncul dalam beberapa pekan usai mengalami kejadian, tetapi bisa juga muncul lama setelah itu.

Setelah mengalami atau meyaksikan peristiwa traumatis tersebut, orang dapat merasa dirundung kesedihan, kemalangan berkepanjangan, depresi, gelisah, merasa bersalah dan bahkan marah. Orang tersebut kemungkinan juga akan sering teringat kejadian yang dialami atau dilihatnya dan mengalami mimpi buruk, serta senantiasa “bersiaga” tidak tidur sepanjang waktu.

Gelaja fisik yang dialami penderita PTSD antara lain rasa sakit dan nyeri, diare, irama detak jantung tidak teratur, merasa panik atau ketakutan atau depresi.

Akibat gejala-gejala yang mereka rasakan itu, penderita PTSD tidak jarang akhirnya kecanduan minuman beralkohol dan obat-obatan (termasuk obat penghilang rasa sakit).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BBCjurnalisPTSD
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Militan Bermotor Tewaskan 20 Prajurit Mali
Tulisan selanjutnya Wilayah Sudan yang Dikuasai Pemberontak Diberi “Status Khusus”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?