Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS dan Bush Hadapi Masalah Serius di Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 April 2004 17:08 5:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 April 2004 17:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bush mungkin berlagak tenang guna menghadapi Pemilu dan pencalonannya kembali untuk maju ke kursi presiden, tapi, kejadian pahit yang terus menimpa tentaranya dan berbagai kebijakan sembrono di Iraq terus menuai kecaman dari rakyatnya.

Yang terbaru, di tengah kampanye guna maju kembali menjadi Presiden AS, George W. Bush semakin tentang rakyatnya. Hasil polling terbaru pun mengindikasikan mayoritas masyarakat AS menentang cara Bush menangani masalah pendudukan di Iraq. Bahkan, para politisi Demokrat secara terbuka menyebut Iraq sebagai Vietnam baru.

Setahun setelah jatuhnya Saddam, Bush justru berperang melawan para gerilyawan muslim Sunni dan Syi’ah. Presiden AS itu memutuskan untuk mengalahkan apa yang dia tuduh sebagai “terorisme” serta melanjutkan penyerahan kedaulatan ke tangan rakyat Iraq pada 30 Juni nanti. Namun, banyak negara, termasuk anggota koalisi, ingin tahu apa yang akan dilakukan Bush untuk menciptakan stabilitas dalam transisi itu.

Di Kuffa, Iraq, pemimpin Syiah Moqtada al-Sadr mencap Bush sebagai musuh dan memintanya untuk menarik pasukan AS dari Iraq. Jika tidak, AS bakal menghadapi revolusi di Iraq. “Untuk musuh saya, Bush, Anda sekarang memerangi seluruh negeri ini dari selatan ke utara. Kami sarankan Anda meninggalkan Iraq,” kata Sadr dalam pesan yang dibacakan di masjid utama di Kufa oleh pembantunya, Syeh Jaber al-Khafagi, kemarin.

“Saya ajak Amerika untuk tidak menghadapi revolusi Iraq,” seru Syekh Jaber, menirukan Al-Sadr, di depan jamaah salat Jumat. Semula, Al-Sadr diharapkan akan menyampaikan khotbah. Namun, kata Khafagi, Sadr tak bisa bersama mereka hari itu tanpa menyebut alasannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seminggu belakangan ini Iraq menjadi berita buruk bagi AS dan Bush menjelang pencalonannya kembali pada pemilihan presiden 2 November mendatang. Korban tewas tentara AS di Iraq telah melewati 630 orang. Padahal, situasi terus membara. Bentrokan masih berlangsung di sejumlah kota. Mutilasi empat kontraktor keamanan AS di Fallujah juga mengejutkan negara itu.

Menurut jajak Pew Research minggu ini, hanya 40 persen warga AS yang setuju cara Bush menangani Iraq. Itu tingkat terendah setelah mencapai 59 persen pada Januari lalu. Padahal, setahun lalu, lebih dari 70 persen warga AS masih mendukung. Sedangkan polling Pew yang dilakukan sebelum tumbangnya rezim Saddam Hussein menunjukkan, 60 persen rakyat Amerika mendukung perang itu meski berakhir lebih dari setahun.

Hadapi Masalah Serius

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Donald Rumsfeld mengatakan tentara AS tengah menghadapi suatu masalah yang serius di Iraq dalam menghadapi gerakan perlawanan bersenjata para pejuang dan milisi Syi’ah di seluruh wilayah Iraq beberapa hari terakhir ini.

“Anda menghadapi sejumlah kecil teroris, sejumlah kecil gerilyawan, yang diperparah dengan adanya berbagai aksi unjuk rasa dan situasi pelanggaran hukum di mana-mana. Dan ini merupakan suatu masalah yang serius,” ujar Rumsfeld di Washington, kemarin.

Pertempuran berkobar di Bagdad, Kirkuk, dan Mahmudiyah, serta kota-kota Syiah seperti Najaf, Kufah, Kut, Basra, dan Samara. Sementara Fallujah dan Ramadi di barat Bagdad merupakan ajang bentrok terpanas saat tentara AS menggelar operasi besar-besaran sejak Minggu lalu.

Bentrokan ini awalnya dipicu oleh aksi demonstrasi pendukung Syiah Muqtada al-Sadr Minggu lalu, yang mengencam penutupan surat kabar kelompok itu oleh penguasa pendudukan pekan lalu. Demonstrasi dan bentrokan kemudian melibatkan berbagai kelompok gerilyawan dan masyarakat Iraq baik Sunni maupun Syiah melawan pasukan koalisi.

Sampai kemarin, ratusan warga Iraq dan puluhan tentara koalisi tewas. Sejumlah daerah juga dikuasai warga Iraq atau ditinggalkan oleh pasukan koalisi yang tidak mampu bertahan melawan amukan massa.

Sementara itu, ribuan kaum Syi’ah dan Sunni dan yang didukung kendaraan penuh makanan dan obat-obatan, menggelar demonstrasi berjalan kaki menuju Fallujah, Kamis (8/4). Mereka memenuhi seruan para pemimpin agama untuk berbondong-bondong membawa bantuan bagi warga Kota Sunni itu, yang dikepung AS.

“Keluarga kami di Fallujah. Ingatlah bahwa kita mati masuk surga, mereka mati masuk neraka,” bunyi tulisan pada spanduk yang dipegang demonstran di Masjid Um al-Qora di pinggiran Fallujah.

“Tidak ada Sunni, tidak ada Syiah, tapi persatuan Islam. Kita Sunni dan Syiah bersaudara dan pantang menjual negeri kita,” teriak para demonstran.

Sheikh Ahmad Abdel Ghafur al-Samarai, imam masjid tersebut dan sekaligus anggota Komite Ulama Islam, mengatakan penduduk Bagdad memutuskan mengirim 90 mobil dengan muatan pangan dan obat-obatan kepada keluarga-keluarga di Fallujah.

“Apa yang kami lakukan ini merupakan jihad, yang dapat terwujud dalam bentuk demonstrasi, sumbangan, dan perang. Mereka yang dijajah berhak perang melawan penjajah, apa pun bentuk yang mereka gunakan,” kata imam masjid itu.

Ia juga mendesak tentara AS menghentikan aksi militernya di kota itu. “Tindakan AS hanya akan menimbulkan kebencian dan permusuhan. Amerika telah membunuh orang tua yang sedang salat di masjid, juga wanita dan anak-anak. Ini jelas pembantaian yang membabi buta,” tegasnya merujuk pada pengeboman atas sebuah masjid di kota itu sehari sebelumnya, yang menewaskan 40 orang. (ap/afp)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ancaman Lee dan Masa Depan PKS
Tulisan selanjutnya Survey: Mega Sudah Tak Punya Harapan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?