Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Para Ilmuwan Pakai Komputer Super Cegah Gelombang Kedua Belalang di Afrika Timur

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 Maret 2020 09:16 9:16 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 6 Maret 2020 09:16
Bagikan
Seorang pria berusaha menangkis segerombolan belalang gurun di sebuah peternakan dekat kota Nanyuki, di daerah Laikipia, Kenya.
Bagikan

Hidayatullah.com– Para ilmuwan yang memantau pergerakan wabah belalang terburuk di Kenya dalam 70 tahun terakhir berharap dengan program pelacakan baru mereka akan dapat mencegah gelombang kedua serangga pemakan tanaman pangan lapor The Guardian.

PBB menggambarkan wabah belalang di Tanduk Afrika, dan berkembang biaknya serangga di Kenya, yang disusul Ethiopia dan Somalia, sebagai wabah “yang sangat mengkhawatirkan”.

Organisasi Pangan dan Agrikultur PBB telah memperingatkan bahwa menetasnya gelombang kedua serangga dapat mengancam ketahanan pangan 25 juta orang di seluruh kawasan itu saat memasuki musim panen.

Kenneth Mwangi, seorang ilmuwan informasi satelit, di pusat prediksi iklim dan penerapan Intergovernmental Authority on Development, bermarkas di Nairobi, mengatakan para peneliti sedang menjalankan model komputer super untuk memprediksi daerah perkembangbiakan yang mungkin telah dilewatkan oleh pemantauan darat. Daerah-daerah ini bisa menjadi sumber kawanan baru jika tidak disemprot pestisida.

“Model ini akan dapat memberitahu kita di mana belalang muncul,” kata Mwangi. “Kami juga akan mendapatkan informasi lapangan. Area-area ini dapat menjadi sumber kemunculan, atau generasi baru belalang. Yang semakin sulit dan mahal untuk dikendalikan, itulah sebabnya kami mencari untuk mencegah lebih banyak kerusakan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Fokusnya adalah untuk menghentikan belalang menjadi dewasa, karena itu akan menyebabkan siklus infestasi lainnya. Kami ingin menghindarinya. Kami ingin memberi saran pemerintah lebih awal, sebelum kemunculannya terjadi.”

Sejauh ini, komputer super itu, didanai oleh bantuan Inggris senilai 35 juta Euro sebagai bagian dari program Layanan Informasi Cuaca dan Iklim untuk Afrika, telah berhasil memperkirakan pergerakan belalang menggunakan data seperti kecepatan angin dan arahnya, suhu dan kelembapan udara. Model ini telah mencapai akurasi 90% dalam meramalkan lokasi kawanan belalang yang akan datang, kata Mwangi.

Para peneliti sekarang memasukkan data terkait kelembapan tanah dan tutupan vegetasi untuk membantu memprediksi di mana telur-telur telah diletakkan dan kemungkinan akan menetas dan berkembang. Ini nantinya akan menyediakan data tentang di mana pemerintah Afrika dapat mengarahkan upaya penyemprotan mereka, membantu mengendalikan belalang sebelum mereka berkeliaran.

“Sejauh ini, kami sudah bisa mengetahui di mana gerombolan belalang akan berada,” katanya. “Kami dapat memberitahu pemerintah Uganda bahwa belalang diperkirakan akan datang dan mereka memobilisasi tentara, dan itu bekerja dengan baik. Saat ini kami dapat fokus pada area di mana belalang bereproduksi.

“Pemerintah sedang bekerja, menyemprot di daerah-daerah yang belalang dilaporkan telah berada. Jadi saat ini, pemerintah mungkin dapat mengetahui area yang telah mereka lewatkan dan belum dilaporkan.”

Mwangi menambahkan: “Semoga, berdasarkan intervensi ini, skenario terburuk dapat dihindari. Pemerintah Kenya sudah diperingatkan dan langkah pengendalian yang efektif telah dilakukan.”

Jutaan belalang telah merusak tanaman pangan di Somalia, Ethiopida dan Kenya, negara-negara dengan ketahanan pangan yang rapuh. Kawanan belalang juga terlihat di Uganda, Tanzania, dan Republik Demokratik Kongo dan Sudan Selatan.

Satu kawanan dapat berjumlah 150 juta belalang per km persegi lahan pertanian.

Belalang atau lebih muda, yang mencari tanaman untuk dimakan, berkembang di kelembapan 50-70 % dan suhu antara 30C dan 40C (86F dan 104F).

Lonjakan belalang terakhir di Afrika, pada 2003–04, melibatkan dua atau tiga generasi serangga di 23 negara Afrika dan membutuhkan waktu dua tahun untuk mengendalikannya, kata Mwangi.

“Pengendalian efektif diperkirakan sekitar 60 juta AS Dolar (£ 47 juta) tetapi, jika kenaikan terjadi, biaya akan melonjak hingga 500 juta AS Dolar.”

Sekarang adalah “periode paling kritis” untuk mengendalikan belalang padang pasir, karena telur yang diletakkan pada bulan lalu bertepatan dengan musim tanam.

Abubakr Salih Babiker, seorang ilmuwan iklim di pusat prediksi dan iklim Nariobi, mengatakan: “Risiko bagi kita adalah bahwa ini adalah awal dari musim tanam baru, dari Somalia dan Uganda, dan jika belalang gurun tidak dikendalikan, itu bisa menjadi krisis besar dalam keamanan pangan di seluruh wilayah. ”

Laura Paterson, petugas koordinasi untuk Organisasi Meteorologi Dunia PBB di New York, mengatakan: “Kami telah menerima hasil model yang menunjukkan di mana belalang diperkirakan akan menyebar. Jenis analisis prediksi ini berarti PBB berada di garis depan untuk mengetahui apa yang akan terjadi, dan sistem PBB di lapangan dapat mengatasinya.”*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika TimurbelalangEthiopiaKenyapanganseranggaSomaliawabah belalang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AILA: Inilah 7 Poin Penting RUU Ketahanan Keluarga yang Tak Diketahui Banyak Orang
Tulisan selanjutnya Yunani Menyangkal Membunuh Imigran yang Menyeberang dari Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

Berita
25 Juni 2026 12:11
Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat
‘Israel’ Gelontorkan Dana untuk Ubah Situs Arkeologi Palestina Jadi Situs Yahudi

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?