Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Keluarga Besar dan Keturunan Masyumi Persiapkan “Masyumi Reborn”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Maret 2020 17:43 5:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Maret 2020 17:40
Bagikan
Silaturahim dan Urun Rembug Keluarga Besar Masyumi di Aula Dewan Dakwah, Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (07/03/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com– Keluarga besar, zuriah (keturunan), dan pencinta Masyumi dari berbagai provinsi, dari Aceh hingga Indonesia bagian timur, menjalin Silaturahim Nasional (Silatnas).

Silaturahim dan Urun Rembug Keluarga Besar Masyumi ini digelar di Aula Dewan Dakwah, Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat pada Sabtu (07/03/2020). Tujuan acara ini, selain sebagai ajang silaturahim, juga untuk mempersiapkan pendirian partai Islam baru.

Silatnas ini dalam rangka menyambut wacana melahirkan kembali Partai Masyumi baru atau yang populer disebut “Masyumi Reborn”.

Baca: Muhammadiyah: 3 Faktor untuk Melahirkan Partai “Masyumi Baru”

Dalam acara yang diikuti sekitar 300 orang ini, turut hadir sejumlah tokoh aktivis dan nasional. Antara lain KH Abdul Rasyid bin Abdullah Syafi’i, Abdullah Hehamahua, Sri Bintang Pamungkas, MS Ka’ban, Taufik Ismail, Ridwan Saidi, Eggi Sudjana, Lukman Hakim, Joko Edhi, Abbas Thoha, Bachtiar Khamsah, Khoirul Anas, Nurdiati Akma, Muhammad Al-Khaththath, Harada Nurdin, dan lain sebagainya.

Salah seorang aktivis asal Bekasi, Jawa Barat, Hidayatullah yang turut menghadiri acara tersebut menaruh harapan terhadap “Masyumi Reborn” bagi perpolitikan umat Islam di negeri ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Semoga bisa hadir partai baru yang berideologis Islam, yang bisa menjadi harapan baru umat Islam dalam saluran politiknya,” ujarnya kepada hidayatullah.com setelah acara tersebut.

Baca: Din Dorong Kongres Umat Islam Lahirkan Parpol Islam Tunggal

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas termasuk yang mendukung Partai “Masyumi Reborn”. Anwar mengatakan, Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Setiap orang punya hak untuk berkumpul dan menyampaikan pendapatnya.

“Oleh karena itu, kalau ada sekelompok orang yang ingin mendirikan partai dengan keinginan untuk membangkitkan kembali cita-cita dari partai lama yang pernah berjaya seperti Masyumi reborn ini, ya itu sah-sah saja dan dijamin serta dilindungi oleh undang-undang,” ujar Anwar dalam pernyataan tertulisnya diterima hidayatullah.com Jakarta, Kamis (05/03/2020).

Sebelumnya, dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Prof Din Syamsuddin, mendorong agar umat Islam mencetuskan satu partai politik Islam sebagai kendaraan politik umat yang mayoritas di Indonesia ini.

“Agenda politik umat Islam perlu mengambil beberapa opsi pendekatan: Pertama, mendorong adanya partai politik Islam tunggal yang secara formal berfungsi sebagai kendaraan politik tokoh-tokoh umat Islam dan sarana artikulasi aspirasi politik umat Islam,” ujar Din dalam pidatonya pada Sidang Pleno III KUII ke-7 di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (27/02/2020).

Baca: MUI “Sambut” Usulan Din Bentuk Partai Politik Islam Tunggal

Diketahui, Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau disingkat Masyumi, adalah sebuah partai politik Islam terbesar di Indonesia selama Era Demokrasi Liberal di Indonesia. Partai ini dilarang pada tahun 1960 oleh Presiden Sukarno karena diduga mendukung pemberontakan PRRI.

Menurut Wikipedia, Masyumi adalah nama yang diberikan kepada sebuah organisasi yang dibentuk oleh Jepang yang menduduki Indonesia pada tahun 1943 dalam upaya mereka untuk mengendalikan umat Islam di Indonesia. Tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 7 November 1945 sebuah organisasi baru bernama Masyumi terbentuk. Dalam waktu kurang dari setahun, partai ini menjadi partai politik terbesar di Indonesia. Masyumi termasuk dalam kategori organisasi Islam, sama seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Selama periode demokrasi liberal, para anggota Masyumi duduk di Dewan Perwakilan Rakyat dan beberapa anggota dari partai ini terpilih sebagai Perdana Menteri Indonesia, seperti Muhammad Natsir dan Burhanuddin Harahap.

Baca: Mari Berkaca Pada Pemilu 1955

Masyumi menduduki posisi kedua dalam pemilihan umum 1955. Mereka memenangkan 7.903.886 suara, mewakili 20,9% suara rakyat, dan meraih 57 kursi di parlemen.

Masyumi termasuk populer di daerah modernis Islam seperti Sumatera Barat, Jakarta, dan Aceh. 51,3% suara Masyumi berasal dari Jawa, tetapi Masyumi merupakan partai dominan untuk daerah-daerah di luar Jawa, dan merupakan partai terdepan bagi sepertiga orang yang tinggal di luar Jawa. Di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, Masyumi memperoleh jumlah suara yang signifikan. Di Sumatera, 42,8% memilih Masyumi, kemudian jumlah suara untuk Kalimantan mencapai 32%, sedangkan untuk Sulawesi mencapai angka 33,9%.* (SKR)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anwar AbbasmasyumiMasyumi baruMasyumi rebornparpol Islampartai politik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Angka Kematian Coronavirus Italia Hampir Tembus 200
Tulisan selanjutnya Daar Al-Qalam Siap Lahirkan Jurnalis Muslim dari Makassar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?