Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tujuh Wali Kota Jerman Memohon Diperbolehkan Terima Pengungsi Anak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Maret 2020 08:13 8:13 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Maret 2020 08:13
Bagikan
Muslim di Jerman Meningkat
Anak Muslim di Jerman.
Bagikan

Hidayatullah.com—Wali kota tujuh kota di Jerman mengajukan permohonan kepada pemerintah agar diperbolehkan menampung ribuan pengungsi anak di bawah umur. Langkah itu diambil setelah parlemen federal menolak mosi untuk menerima anak-anak yang dikirim dari kamp pengungsi di Yunani.

Wali kota Cologne, Düsseldorf, Potsdam, Hanover, Freiburg, Rottenburg dan Frankfurt (Oder), serta Menteri Dalam Negeri Niedersachsen Boris Pistorius, menandatangani permohonan tersebut, lansir DW Jumat (6/3/2020). Permohonan diajukan dua hari setelah Bundestag (majelis rendah parlemen Jerman) menolak mosi untuk menerima ribuan pencari suaka di bawah umur dari kamp-kamp pengungsi di Yunani.

Situasi di pulau-pulau Yunani beberapa hari terakhir semakin memburuk, demikian ditulis dalam pernyataan berasama ketujuh wali kota itu yang dipublikasikan jaringan media RND yang berbasis di Hanover.

Surat tersebut menyoroti bahwa 140 kota di Jerman sudah menyatakan wilayah mereka sebagai “safe haven” bagi para pengungsi. Para wali kota itu meminta pemerintah segera membuat jalur hukum sehingga kota-kota itu dapat mengakomodasi para pengungsi.

Menurut pernyataan itu, aliansi Cities of Safe Havens, jaringan 13 kota dan komunitas di Jerman, serta pemerintah daerah Jerman lainnya menyatakan siap untuk segera menampung sampai 500 pengungsi anak yang tidak memiliki pendamping yang berusia di bawah 14 tahun dalam kerangka program kedaruratan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ditambahkan pula bahwa kemampuan setiap kota untuk menampung para pengungsi anak tersebut sudah dikaji, dan di sana tersedia fasilitas akomodasi, pendidikan serta perawatan untuk pengungsi anak.

Kota-kota itu akan memprioritaskan anak yang orangtuanya sudah wafat dan yang seorang diri di kamp pengungsian.

Hari Rabu (4/3/2020), Bundestag menolak mosi yang diajukan Partai Hijau yang meminta agar Jerman menampung 5.000 pengungsi anak di bawah umur yang dikirim dari kamp pengungsi di Yunani. Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer, yang sejak lama bersikap keras terhadap migran dan pengungsi, mengatakan Jerman hanya akan mengambilpengungsi sebagai bagian dari inisiatif Uni Eropa.

Jerman merupakan salah satu negara yang paling diminati oleh pencari suaka selama krisis migran Eropa 2015. Negara itu kebanjiran lebih dari 1 juta pencari suaka antara Januari dan Desember 2015.

Pemerintah Jerman terus memantau situasi di perbatasan Yunani-Turki, setelah pemerintah Ankara pada bulan Februari mengatakan tidak akan lagi menghentikan kepergian para pengungsi dan migran untuk memasuki wilayah Uni Eropa.

Pengumuman Turki itu, yang efektif mencabik-cabik kesepakatan migran 2016 dengan UE, menyebabkan ribuan migran dan pengungsi yang ada di Turki bergerak mendekati perbatasan Yunani dan Bulgaria. Kedua negara anggota Uni Eropa itu telah mengirimkan pasukan keamanan ke daerah perbatasan mereka dengan Turki untuk mencegah masuk para migran dan pengungsi.

Yunani dari tahun ke tahun kebanjiran pengungsi dari Turki. Pada tahun 2019, negara kecil itu kedatangan lebih dari 60.000 pencari suaka yang mendarat di pulau-pulau

terluarnya di Laut Aegea. Kamp pengungsi yang terdapat di pulau-pulau itu sudah sejak lama penuh sesak dan kekurangan pangan, pakaian serta obat-obatan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iran Coronavirus: Hampir 6.000 Infeksi dan 145 Kematian
Tulisan selanjutnya Malaysia Larang Kapal Pesiar Berlabuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?