Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

ICRC: Kekejian Pasukan AS Bukan Hanya di Abu Gharib

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Mei 2004 10:55 10:55 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Mei 2004 10:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Laporan Lembaga Palangmerah Internasional (ICRC) menunjukkan, kasus penyiksaan dan pelecehan seksual para pasukan militer AS terhadap tahanan Iraq tidak hany terjadi di penjara Abu Gharib. Tapi di semua penjara Iraq. Yang menarik, hampir 90 persen tahanan itu justru dikabarkan tidak bersalah, alias korban salah tangkap.

Laporan ICRC terbaru yang diterbitkan Wall Street Journal menegaskan kembali kekejian para pasukan AS di Iraq. Menurut ICRC, tindakan keji dan pelecehan terjadi dalam skala luas serta bukan tindakan individu-individu.

Laporan ini setidaknya menunjukkan, penyiksaan dan pelecehan yang terjadi tidak hanya di Abu Gharib, tapi juga di penjara-penjara lain di Iraq. Yang tidak kalah penting, tindakan mereka itu bukan semata keisengan pribadi. Tetapi merupakan kebijakan yang sudah sistematis. Statemen ICRC ini jelas bertentangan dengan statemen Presiden AS George W Bush beberapa hari lalu yang mengatakan bila tindakan keliru itu merupakan kesalahan gelintir serdadu AS.

“Delegasi ICRC telah menyaksikan langsung dan mencatat berbagai metode yang digunakan untuk mendapatkan kerja sama dari orang-orang yang dirampas kebebasannya itu oleh para penyidiknya,” kutipan laporan ICRC kemarin.

Delegasi ICRC, pada Oktober lalu, menyaksikan keadaan tahanan di Abu Gharib yang ditelanjangi bulat-bulat dan disekap dalam sel gelap gulita. ICRC juga menemukan bukti-bukti yang menyokong tuduhan para tahanan bahwa mereka telah jadi korban kekejaman pada saat penangkapan, hari-hari awal penahanan, serta saat diinterogasi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di antara bukti-bukti itu adalah luka bakar, memar, serta cedera lain yang sesuai dengan dampak kekejaman terhadap tahanan. ICRC membenarkan laporan Wall Street Journal itu diambil dari dokumen mereka yang setebal 24 halaman tentang penyiksaan terhadap para tahanan Iraq. Umumnya kekejian itu terjadi selama interogasi oleh intelijen militer. Lantas, bagaimanakah dokumen itu bisa jatuh ke tangan pers dan dipublikasikan?

Pierre Kraehenbuehl, direktur operasional ICRC, Jumat, menyatakan, sebenarnya laporan itu telah diberikan kepada para pejabat AS pada Februari lalu. Saat itu yang dikirimkan adalah detail kejadian di penjara-penjara Iraq, antara Maret hingga November 2003. ICRC hanya melaporkan, tapi tidak pernah bertemu langsung atau intervensi tertulis.

Kraehenbuehl membenarkan bahwa kekejian itu terjadi tak hanya di Abu Gharib. “Yang kami hadapi dalam hal ini adalah pola berskala luas, bukan tindakan individu. Ada pola dan sistemnya,” terangnya tanpa mau merinci.

Selain foto-foto penyiksaan maupun pelecehan yang telah muncul di media, dan diyakini bakal banyak lagi menyusul, nukilan laporan ICRC di Wall Street Journal kemarin juga memaparkan adanya pelecehan baru. Yakni, mengarak para tahanan pria yang berpakaian wanita.

Menurut ICRC aksi kekejian dan pelecehan tersebut tak semata tindakan individu, melainkan perilaku terpola dan tersistem, tampak mulai mendapatkan pembenaran. Giorgio Ra’shadd, pengacara Prajurit Pertama Lynndie England, serdadu wanita AS yang resmi didakwa, menegaskan, foto-foto menyangkut kliennya memang benar terjadi.

Namun, tegas Ra’shadd, England mejeng di foto-foto itu -di antaranya memegang tali rantai penjerat leher tahanan pria telanjang di Abu Gharib dan menunjuk (maaf) penis para tahanan yang berdiri telanjang berderet-merupakan photo staging. Yakni, memenuhi perintah atasan untuk mau difoto agar tahanan lain miris dan mau bekerja sama ketika diinterogasi.

“Beberapa dari foto yang kalian lihat melibatkan klien kami itu benar-benar ditata,” terang Ra’shadd di CNN. “Semua itu foto operasi psikologis. Mereka yang diperintahkan, serta yang tidak diperintah khusus, semuanya ditentukan oleh personel intelijen sipil yang mengontrol.”

Rose Marie Zapor, pengacara lain England, membenarkan bahwa foto-foto penyiksaan dan pelecehan itu memang telah ditata dan di-setting sebelumnya. (ap/cnn/rtr/jp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Sesalkan Kekejian Abu Gharib
Tulisan selanjutnya Israel Akan Serang Iran Tahun Ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?