Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

‘Bapak Rela Disemprot Setiap Waktu Asal Bisa Shalat di Masjid Lagi’

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 9 April 2020 08:22 8:22 am
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 9 April 2020 08:22
Bagikan
Pak Sudding di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Bagikan

Hidayatullah.com | RAMAH dan murah senyum. Dua sifat tersebut melekat pada Pak Sudding (57 tahun), jamaah tetap shalat fardhu di Masjid ar-Riyadh, Kelurahan Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

Nyaris semua yang mengenal Sudding mengakui sifat mulia itu. Tak sekalipun didapati, lelaki berperawakan kurus dan tinggi itu kedapatan marah atau berkata keras. Yang ada, selalu terselip senyum di balik ucapannya.

Kini senyum itu nyaris seolah hilang dari Sudding. Bukan karena dia tidak mau lagi menyapa dengan senyumnya. Tidak juga karena ada masalah dengan istrinya, Nurlina dan anak-anaknya yang mulai menghadiahinya cucu satu demi satu.

Tapi bermula dari merebaknya virus corona jenis baru (Covid-19), hingga terbit aturan menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan anjuran berdiam di rumah saja.

Iya, larangan ke masjid untuk menunaikan shalat berjamaah. Itulah soalannya. Sudah berlalu beberapa waktu. Ayah dari lima orang anak itu berusaha untuk menaati aturan tersebut. Tapi rindu itu terlalu berat untuk dibendungnya.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Satu waktu, ia nekat datang ke masjid. Berharap bisa bershaf kembali bersama para jamaah lainnya. Tentu posisinya di barisan pertama, seperti kebiasaannya sejak dulu.

Baca: Jumatan Masih Tegak di Depok

Maksud hati ingin sujud berjamaah di lantai masjid, apa daya pihak keamanan justru mencegatnya. Ia dilarang untuk shalat di masjid.

“Untuk kebaikan bersama, sebaiknya Bapak tetap shalat berjamaah di rumah saja dulu,” demikian ia dinasihati. Sudding pun asalnya berat hati. Sebab taat baginya adalah hal prinsip dalam hidupnya.

Namun tak putus asa, Sudding balik berkilah. Bercanda maksudnya. Ia mengaku bahwa usianya masih muda. Belum juga genap 50 tahun. Tentu saja petugas bergeming. Tak peduli dengan alasan maupun candaannya. Sebaiknya di rumah saja dulu. Apalagi bagi usia di atas 50 tahun. Sudding memang tak bisa menyembunyikan janggutnya yang sudah memutih. Sama dengan kepalanya yang makin mengilap dengan ubannya.

“Pertama dan terakhir”. Itulah julukan lain dari Pak Sudding, soal hubungannya dengan masjid. Pertama, karena bersama warga tertentu, ia termasuk yang suka hadir duluan di masjid. Jauh sebelum jamaah lain berdatangan. Terakhir, sebab dia pula yang terbelakang pulang dari masjid.

Bukan karena tak punya kesibukan, justru setiap waktu, Sudding harus berjibaku di dapur umum untuk menyiapkan konsumsi rutin santri putri. Bukan pekerjaan ringan tentunya, melayani urusan perut ratusan santri. Tiga kali dalam sehari, Sudding harus memastikan agar tak ada santri yang kelaparan ataupun tidak kebagian makanan dari dapur umum.

Cinta dengan masjid. Inilah alasan utamanya senantiasa bergegas ke masjid. Bahkan jauh sebelum azan berkumandang. Karena dasar cinta pula, ia rela menerima amanah berat lainnya. Yaitu sebagai petugas kebersihan masjid. Hari-hari, dialah yang menyapu dan mengepul lantai masjid yang luas. Semua itu tak lain dijalaninya karena cinta kepada masjid.

“Indahnya suara azan itu, Nak. Sayang bapak belum bisa mendatanginya kembali,” seperti ada beban berat.

Sudding hanya bisa bergumam. Ima, anak perempuannya juga cuma bisa diam. Ima tahu, bapaknya begitu rindu memenuhi panggilan kumandang azan ke masjid itu. Berharap bisa bersujud kembali di berjamaah.

“Bapak rela disemprot setiap waktu asal bisa shalat di masjid lagi,” tutupnya sedih.*

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:azanBalikpapancovid-19masjidshalatShalat Berjamaahvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aisyah Putri Abu Bakar, ‘Tanda Cinta’ Rasulullah
Tulisan selanjutnya Melampaui Krisis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?